Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Ini Tentang Agen CBI vol.2


__ADS_3

Iren berjalan meninggalkan resort, tanpa membawa ponsel dan uang sepeser pun, ia berjalan selama berjam-jam hingga tiba di depan warung kopi pinggir jalan.


Penjaga warung itu tersenyum dengan ramah pada iren, ia mempersilahkan iren untuk duduk, memberikan sebotol air untuknya, lalu ikut duduk di sampingnya.


" Kau penasaran tentangnya? " tanya wanita itu


Iren hanya mengangguk, tapi wanita itu malah beranjak dari duduknya, ia mengambil sesuatu dari dalam lalu kembali duduk bersama iren.


"Buka dan lihat ini dulu" ucapnya seraya memberikan sebuah kotak kardus


Iren membuka kotak itu, di damnya terdapat seragam resmi anggota CBI dan sebuah nick name keanggotaan, iren menatap wanita itu dengan penuh tanya.


Wanita itu memandangi jalan lalu mulai bercerita.


Dulu aku adalah seorang anggota CBI, aku sangat bahagia dengan pekerjaan itu dan juga dengan keluarga kecilku, hingga sebuah tragedi besar terjadi dalam hidupku.


Aku dan david adalah rekan, kami bekerja sama dengan baik, berteman dengan akrab, bahkan seringkali makan sambil tertawa bersama, sampai aku tahu siapa david sebenarnya.


Saat itu, aku diminta menangani kasus pembobolan bank milik perorangan, dengan begitu percaya diri aku menerima kasus itu, karna aku yakin david akan membantuku, karna dia memang selalu begitu.

__ADS_1


Aku bekerja keras siang dan malam untuk mempelajari kasius serta mengumpulkan bukti-bukti, dengan bantuan david semuanya terasa lebih mudah.


Hari dimana kami bersiap untuk menangkap pelaku di tkp, di hari itu pula aku mengetahui identitas david sebenarnya, tujuannya serta ambisi besarnya.


Dengan bantuan david, kami bahkan bisa tahu kapan dan bagaimana pencuri itu akan beraksi lagi, tanpa menaruh rasa curiga, aku dan anggota kepolisian bersiap di tkp, kami mengikuti instruksi darinya.


Tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi, pencuri itu melarikan diri, dan kamipun mengejarnya, sebagai anggota CBI gerak serta akal kami lebih cepat dari para polisi.


Aku mengikuti pencuri itu sampai masuk ke hutan, aku berhadapan dengan pencuri itu di puncak air terjun, dan kau tau apa yang ia katakan saat berhadapan denganku.


" Terima kasih sudah membantuku selama ini ria" dia mengatakan itu sambil membuka topengnya


Aku begitu terkejut melihat david di hadapanku, untuk pertama kalinya aku merasa tak percaya dengan penglihatanku sendiri, aku bertanya kenapa dia melakukan hal itu, dan kau tau apa jawabannya.


Dan aku lebih tidak bisa mempercayai pendengaranku saat dia berkata bahwa


" organisasi black stain adalah organisasi yang aku bangun sebagai pondasi untuk mencapai tujuanku, aku mengambil dana darinya untuk keperluan organisasi itu, untuk membayar orang-orang pintar yang ku pekerjakan dalam organisasi"


Aku terus bertanya kenapa dia melakukan itu dan aku pun semakin tak percaya dengan jawaban yang ia berikan, dia bertanya

__ADS_1


" memangnya kau pikir bagaimana selama ini pekerjaan kita bisa berjalan dengan lancar, semua itu berkat organisasi black stain yang ku dirikan, semua informasi yang kuberikan berasal dari kerja keras mereka"


Aku sampai meneteskan air mata karna tak mampu menerima kebenaran, yang membuatku tidak habis pikir adalah ketika dia mengajaku untuk bergabung dalam organisasi itu, dan kau tahu apa yang dia katakan saat menolaknya.


" kalau begitu maaf, tapi aku harus menyingkirkan keluarga kecilmu, tangkap aku sekarang, atau selamatka suami dan anakmu, silahkan kau pilih sendiri ria" david mengatakan itu sambil tersenyum


Dia memberikan aku pilihan yang sulit, selama bekerja sebagai anggota CBI, aku tidak pernah merasa ketakutan saat menangkap penjahat, tapi senyuman davit saat itu membuat tubuhku gemetar.


Aku memilih untuk menyelamatkan keluargaku, bukan karna aku egois, aku melakukan itu karna aku tahu, menangkap david tidak akan menyelesaikan masalah, semua bukti yang sudah terkumpul, baik terkait pencurian itu maupun tentang organisasi black stain berada di tangan david.


Hari itu aku meninggalkan david dan memilih pulang, aku menceritakan segalanya pada suamiku, dan ketika kami hendak pergi meninggalkan rumah, api sudah berkobar mengelilingi kami, aku melihat david tersenyum dari balik jendela, dia melambaikan tangan seolah mengucapkan selamat tinggal padaku.


Aku menyaksikan putraku mati terbakar dengan kepalaku sendiri, demi menyelamatkanku, suamiku memberikan kotak perhiasan dan dompetnya, lalu mendorongku keluar jendela.


Pada akhirnya, walau aku memilih menyelamatkan keluargaku, aku tetap tidak mendapatkan apapun, aku kehilangan segalanya, dan yang bisa kulakukan hanyalah hidup dengan wasiat terakhir suamiku, tetap bertahan dalam kebenaran, tidak menyimpan dendam, dan tetap menyebarkan kebaikan.


Suamiku pernah bercanda mengatakan " aku lebih baik melihat istriku mengemis di jalanan dari pada melakukan hal tidak baik untuk menumpuk harta kekayaan"


Saat itu aku bertanya pada suamiku kenapa dia sekejam itu padaku, dan dia mengatakan bahwa " dari pada mencintai seorang penjahat, aku lebih baik mengajak putra kita mati bersama"

__ADS_1


Aku tidak pernah menyangka bahwa candaanya saat itu menjadi kenyataan, di hari ketika aku melepaskan seorang penjahat besar, di hari itu pula suami dan putraku meninggalkanku.


Sekalian saja aku wujudkan candaan suamiku yang lainnya, selama berbulan-bulan aku mengemis di jalan hingga pada akhirnya aku bisa mendirikan warung kopi ini.


__ADS_2