
Iren mengetuk pintu kamar aditya, namun tak ada jawaban yang terdengar dari dalam, ia ingin masuk tapi pintunya terkunci, di tengah kebingungan itu
maya datang menghampiri iren, ia memberikan kunci cadangan kamar aditya, wanita tua itu sepertinya juga terbangun karna mengingat kebiasaan sang putra.
“ kau simpan saja kunci itu” ucap maya yang kemudian kembali ke kamarnya.
Berkat kunci itu iren bisa masuk ke dalam kamar aditya, ia melihat suaminya itu tengah meringkuk sambil menggigil kedinginan, suhu di dalam kamar aditya sangat dingin, iren bahkan merasa seperti berada di dalam lemari es.
Irene mematikan ac, lalu mengisi air ke dalam alat pemanas ruangan dan menyalakan alat itu, perlahan udara di kamar itu pun menghangat, aditya yang tengah tertidur itu mulai bergerak mencari posisi yang nyaman.
“Apa yang sedang kau mimpikan sampai kau tersenyum adi? “ tanya iren saat melihat aditya tiba-tiba tersenyum.
Di dalam mimpi aditya, ia berdiri di sebuah ruangan terbuka, hujan salju yang turun terlihat sangat indah, namun juga membuatnya menggigil kedinginan.
Aditya tersenyum sangat lebar saat melihat iren mendekati dirinya, kedatangan iren membuat suhu di sekitarnya menghangat, salju yang turun pun sampai terasa hambar.
__ADS_1
Dalam kenyataan iren mendekati aditya, ia mengambil satu bantal dari bawah kepala suaminya, agar saat bangun nanti lehernya tidak sakit.
Aroma tubuh iren menyeruak begitu nyata di indra penciuman aditya, hingga membuat pria yang tengah berada di alam mimpi itu menganggap mimpinya sebagai kenyataan.
“ Iren! Aku rindu” kata itu aditya ucapkan di dalam mimpi, dan terdengar sebagai igauan di dunia nyata, iren sampai tersipu.
Iren menangkup wajah aditya lalu mengecup singkat kening suaminya, hal itu juga tergambar dalam mimpi aditya, sehingga saat iren beranjak berniat pergi, aditya menahannya dengan menggenggam tangan iren sambil berkata “ jangan pergi jauh dariku sayang”
Di dalam mimpi aditya dan dalam kenyataan, iren memukul keras tangan aditya sampai pria itu melepaskan genggamannya, bedanya! Dalam mimpi aditya sang istri berlari sambil tertawa riang dan aditya mengejarnya, tapi di dunia nyata iren melenggang keluar dari kamar dengan santai, dan aditya semakin terlelap di atas tempat tidurnya.
“ adi, apa kau baik-baik saja? “ tanya maya
“ apa yang membuat papi begitu senang pagi ini? Apa ada hal baik yang terjadi” tanya arsena
“ Semalam aku bertemu iren” ucap aditya yang membuat maya dan arsena terkejut, arsena bahkan sampai tak sengaja melepaskan sendok yang digunakannya.
__ADS_1
“ papi pertemu amih?” tanya arsena
“ iya sena, walau hanya dalam mimpi tapi rasanya begitu nyata, amih sangat bahagia sampai papi tak bisa menerima kebahagiaannya itu” ucap aditya seraya mengelus rambut arsena
“ ternyata cuma mimpi” ucap arsena menyepelekan,
“ memangnya kau pikir apa?” tanya aditya bingung
“ Aku kira amih jadi hantu lalu menghantui papi” ucap arsena, ia menerima sendok baru yang diberikan seorang pelayan.
“ di dunia ini tidak ada hantu sena“ ucap aditya menjelaskan
“ ada papi, papi belum lihat saja” ucap arsena
Suasana yang sempat tegang kembali mencair, maya ikut bernafas lega mendengar jawaban aditya, awalnya iren, maya dan arsena berpikir kebohongan itu sudah terbongkar, tapi untungnya tidak.
__ADS_1
Rencana yang sudah iren susun tidak boleh jadi berantakan sebelum naya melakukan dramanya, karna itu iren berpikir untuk menjauhi aditya untuk sementara waktu,cukup arsena dan maya yang sudah tahu penyamarannya.