
Wajah kebahagian masih terpancar di wajah Ayu dan Leo. Aprilio tersenyum lebar saat Ayu melambaikan tangannya pada dia. Dengan langkah pasti, Aprilio berjalan mendekati Ayu dan Leo.
"Ayo, kita berfoto bersama!" ajak Ayu sambil menarik Aprilio dan tanpa di sadari kalau Juli juga ada di sana. Jadinya, mereka berfoto berempat seperti dua pasangan yang sedang tersenyum bahagia.
Aprilio melirik ke arah Juli yang berpenampilan sangat cantik dan terkesan elegan. Tanpa sadar dia terus memperhatikan gadis yang sedang tersenyum dan melambaikan kepada sekelompok orang.
"Juli, kamu cantik banget!" Nana sahabat baik Juli datang memenuhi undangan pernikahan dari Ayu.
"Iya, dong. Aku tidak boleh kalah cantik sama pengantin wanita," balas Juli sambil tersenyum dikulum.
"Tapi si Ayu beneran cantik banget hari ini," kata salah satu teman Juli yang lain.
"Iya. Aku baru pertama kali melihat pengantin wanita yang secantik dia," sahut yang lainnya.
"Lihat saja nanti, aku juga nggak akan kalah cantik dari Ayu, saat menjadi pengantin wanita," tukas Juli pada teman-temannya.
"Memangnya kamu akan menikah dalam waktu dekat ini?" tanya Nana tak percaya.
"Nanti kalau sudah ada calon suami. Aku akan cepat-cepat menikah saja, kayak si Ayu," jawab Juli.
__ADS_1
"Eh, Kak Aries di masih sendiri loh, belum punya pasangan," kata Nana sambil tersenyum jahil.
"Ada juga, tuh senior kita anak sulungnya perusahan 0X0. Dia golongan tajir, dan ganteng orangnya," ucap teman Juli yang lain.
"Ya, bener tuh, Jul. Dia seorang pewaris kaya raya, loh! Dan sepertinya kamu termasuk wanita tipe dia. Coba kamu dekati dia," lanjut Nana lagi sambil tertawa menggoda.
Juli hanya tersenyum kaku menghadapi ocehan teman-temannya. Sudut matanya melihat kalau Aprilio memalingkan wajahnya dan pergi entah kemana.
'Apa sangat sulit untuk meluluhkan dan masuk ke dalam hatimu,' batin Juli masih melihat ke arah Aprilio yang pergi menjauh.
***
Banyak orang yang terkejut saat melihat kejadian itu. Kini, gaun pengantin yang indah itu ternodai dengan warna merah. Ayu sampai shock dan Leo langsung mencengkram tangan Sagitarius.
"Kau!" Leo mengeram marah.
"Bukan salah aku! Istri kamu yang menabrak aku terlebih dahulu," ujar Sagitarius sambil menarik tangan Leo yang mencekram dirinya.
Januari dan Aquarius menatap tamu tak diundang itu. Keduanya menatap laki-laki itu dengan tidak suka.
__ADS_1
Tim keamanan menyeret Sagitarius keluar dari ballroom hotel. Sebelum keluar dari ruangan pesta, dia berteriak mengumpat pada Leo dan Aquarius. Dia masih menyimpan dendam pada Leo yang sudah membuat keluarganya jatuh miskin dengan menanggung hutang yang banyak.
"Leo, lihat saja. Kamu tidak akan pernah hidup bahagia! Begitu juga dengan semua keluarga Esteban!" maki Sagitarius.
"Aquarius, kamu adalah milikku. Januari berani-beraninya kamu merebut wanitaku! Aku akan ambil dia lagi darimu meski dengan paksa!" teriaknya meski sudah keluar dari ballroom hotel.
Suasana pesta pernikahan yang tadi penuh dengan derai tawa bahagia dan wajah-wajah yang tersenyum lebar. Kini mendadak mencekam.
Ayu dan Aquarius yang terlihat wajahnya mendadak berubah sangat pucat. Keduanya merasa takut saat melihat tatapan kemarahan dari Sagitarius tadi. Tatapan mata yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.
"Kak Leo, aku takut." Ayu memeluk dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Tenang saja. Aku akan selalu menjaga dan melindungi kamu." Leo membalas pelukan itu dengan erat.
Kejadian tak disangka saat pesta pernikahan pewaris tunggal keluarga Esteban. Membuat semua orang gaduh. Salah satu tamu undangan tersenyum menyeringai saat melihat Ayu pergi meninggalkan *ballroom hotel*.
"Ini sudah saatnya!" gumam dia sambil meminum cairan berwarna kuning.
***
__ADS_1
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.