Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Tugas Pertama Sebagai Pembantu


__ADS_3

     Leo memasuki halaman rumah Ayu, yang nampak asri dan sejuk karena banyak pohon yang tumbuh di sana. Senyum manis masih nampak di wajah yang bisa di sebut sangat tampan itu. Langkah kaki lembar itu hanya butuh lima langkah sampai ke teras rumah.


     Ayu menyambut kedatangan Leo dengan senang hati. Terlihat jelas di wajah cantik itu senyuman yang tidak pernah lepas. Semenjak mendengar suara deru mesin mobil yang memasuki halaman rumah tadi.


     Ayu membukakan pintu dan tersenyum manis menyambut kedatangan Leo. Mereka berdua layaknya pasangan pengantin baru, di mana suami pulang kerja dan sang istri menyambut dengan senyuman manisnya.


"Selamat datang, Kak Leo!" Ayu menyambut kedatangan Leo dengan ramah.


"Terima kasih, Baby. Sudah menyambut kedatanganku." Leo memasang senyum hangatnya yang sedikit menggoda di mata Ayu.


"Baby ...? Jangan panggil aku Baby! Tapi panggil aku ..., No-na." Ayu bertolak pinggang sambil memasang wajah galak.


     Leo, malah menahan tawanya melihat tingkah Ayu yang sangat menggemaskan. Sesuai harapan Leo, kalau dia pasti akan menjalani hari-hari di rumah Ayu dengan menyenangkan.


"Baik No-na." Leo meniru Ayu dengan menekan kata nona.


"Oke. Apa sudah siap menjalankan tugas hari ini?" Ayu tersenyum jahil terlihat jelas di wajahnya.


"Siap, Nona! Hanya saja aku belum sarapan, jadi lapar banget." Leo memasang wajah memelas.


"Ish ..., akan punya tenaga dari mana kalau kelaparan begitu." Ayu malah sungut-sungut dan berjalan ke dapur.


     Ayu melihat masih ada nasi goreng sisa sarapan tadi, tetapi telur mata sapi sudah habis karena biasa hanya buat untuk bertiga. Ayu pun menyalakan kompor gas dan memulai memasak telur ceplok untuk Leo.


"Duduklah, jangan berdiri di pintu seperti itu!" suruh Ayu pada Leo.


     Leo pun duduk di kursi meja makan yang menghadap ke arah Ayu yang sedang memasak. Dia tersenyum senang karena malah Ayu yang memasakan telur untuknya. Sebenarnya dia sudah sarapan sebelum datang ke rumah Ayu, tadi.


'Maaf, Baby. Aku sudah bohong karena ingin makan masakan buatan kamu,' batin Leo.


     Ayu yang punya niatan untuk mengerjai Leo, tidak sadar kalau malah dirinya 'lah yang sudah dikerjai balik oleh si Pangeran Kampus itu. Malah Ayu, sedang senang karena memikirkan apa saja yang akan dia perintahkan kepada Leo.

__ADS_1


"Ini Kak, makan yang banyak!" Perintah Ayu kepada Leo begitu menyediakan sepiring nasi goreng plus telor, mentimun, dan kerupuk.


     Ayu duduk di depan Leo dan memperhatikan cara makan laki-laki yang akan dia kerjain nanti. Deretan daftar pekerjaan yang akan diberikan pada pembantu baru.


***


     Leo sudah selesai sarapan dan kini sudah memakai celemek milik Mei. Tugas pertama sebagai pembantu di rumah Ayu adalah mencuci piring bekas sarapan tadi, juga beberapa alat masak yang sengaja disuruh untuk dibersihkan.


     Leo pun mencuci peralatan makan dan masak dengan cepat. Namun, Ayu memintanya untuk mengulangi perabotan yang terbuat dari bahan plastik karena masih menyisakan lemak belum kesat.


"Coba, Baby kasih contoh harus sampai seperti apa?" Leo meminta Ayu untuk mencuci barang plastik itu sekali lagi.


     Entah kena sihir atau hipnotis, Ayu yang malah mencuci ulang barang-barang dari plastik itu, sedangkan Leo yang membersihkan busanya. Keduanya malah mencuci sampai selesai. Lagi-lagi Ayu tanpa sadar sudah dikerjai balik oleh Leo.


***


"Sekarang Kakak menyapu semua lantai di rumah ini. Lalu mengepelnya!" Perintah Ayu dan menyerahkan satu kepada Leo.


     Leo yang memiliki tubuh yang tinggi, merasa sakit pinggang karena posisi agak membungkukkan badannya. Sesekali Leo memukul-mukul pelan pinggang dan meregangkan badan saat sudah terasa sakit.


"Ayu, apa kamu tidak punya vacum cleaner atau robot smart vacum cleaner?" tanya Leo dengan meringis karena punggungnya terasa panas.


"Sudah pakai sapu saja, Mama juga suka pakai satu itu untuk menyapu lantai," jawab Ayu, 'lantai teras rumah,' lanjut Ayu dalam hati.


     Mei suka membersihkan lantai di dalam rumah menggunakan robot smart vacum cleaner. Sementara di lantai teras rumah menggunakan sapu ijuk.


     Ayu tersenyum senang karena sudah berhasil jahili Leo. Dilihat beberapa kali, senior di kampus itu meringis kemudian memijat atau memukul-mukul pelan pinggangnya.


"Ayu kasih keringanan, dong!" Leo menatap Ayu dengan tatapan mata yang memelas.


"Keringanan apa, Kak?" tanya Ayu.

__ADS_1


"Cuma lantai satu saja yang aku sapu, ya!" Pinta Leo dengan nada suara yang memohon dan wajah memelas. 


'Biarlah kali ini kamu yang menang, Baby,' batin Leo.


     Ayu pun memikirkan dulu keinginan Leo itu. Namun, setelah dipikir-pikir lebih baik lantai bawah saja. Ayu nggak mau kalau Leo sampai masuk ke kamarnya.


"Oke. Kak Leo cukup menyapu dan mengepel lantai satu saja. Lagian lantai atas itu kamar aku sama orang tuaku," ujar Ayu menyetujui keinginan Leo.


     Mendengar ucapan Ayu barusan, Leo merasa menyesal karena tidak bisa masuk ke kamar Ayu. Padahal itulah yang di nanti-nanti olehnya.


"Aaaaakh! aku nggak beruntung," gumam Leo dengan penuh penyesalan.


"Kenapa Kak?" tanya Ayu dengan menatap aneh pada Leo.


"Eh, nggak ada apa-apa. Aku harus cepat-cepat mengepel lantainya, agar bisa istirahat dulu." Leo melanjutkan mengepel setelah selesai menyapu.


***


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Apakah Ayu akan benar-benar berhasil membalas kekesalannya kepada Leo?


Tunggu kelanjutannya ya!


Jangan lupa untuk klik, like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya.


***


Sambil menunggu up bab berikutnya. Baca karya Author Nazwatalita. Ceritanya bagus loh, bikin perasaan nano-nano.


__ADS_1


__ADS_2