Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Apa aku sudah melakukan kesalahan?


__ADS_3

     Malam pengantin Ayu dan Leo banyak di habiskan di jalanan dan rumah sakit. Mereka baru bisa beristirahat saat pagi hampir menjelang. Kelelahan yang bertumpuk membuat Ayu dan Leo tidur panjang sampai hampir tengah hari. Mereka tidak tahu ada kejadian apa saja yang terjadi di sekitar mereka.


     Aprilio yang ikut membantu mencari Ayu semalam pun baru merasa tenang setelah melihat dengan kepala sendiri kalau temannya itu dalam keadaan baik-baik saja. Namun, ada satu hal yang dia lupakan karena terlalu memikirkan Ayu. Sesuatu yang mungkin nanti di masa depan akan membuat dia menyesal.


     Begitu juga dengan Libra. Dia pulang ke apartemennya, tetapi dia tidak mendapatkan istrinya ada di sana. Sehingga dia kembali ke hotel untuk mencari September. Dia tidak menemukan keberadaannya. Ditelepon pun tidak di angkat. Sampai dia meminta bantuan orang-orangnya untuk mencari keberadaan wanita miliknya.


"Pokoknya kalian cari dia sampai ketemu!" Perintah Libra kepada beberapa orang bawahannya.


"Baik, Tuan Muda," jawab mereka serentak.


"Sayang, kamu di mana?" gumam Libra.


***


     September mematikan handphone miliknya agar suaminya tidak bisa menghubungi dan melacak dia. Semalaman dia menangis. Merutuki nasibnya yang malah dengan mudah jatuh dalam perangkap Libra.


     Dia belum bilang sama keluarganya sendiri maupun keluarga Castello. Mengenai kehamilan palsu itu. Dirinya akan memanggil semua orang untuk membicarakan masa depan mereka.


"Kak Libra akan aku pastikan kalau kamu benar-benar menyesal karena sudah membohongi kita semua," geram September sambil menatap langit-langit kamar.

__ADS_1


***


     Juli sudah kembali ke rumahnya karena Ayu kini sudah tinggal menikah dan berencana akan tinggal bersama Leo. Saat-saat melakukan pendekatan dengan Aprilio pun sudah berakhir. Hasil yang dia rasakan adalah gagal karena tidak bisa membuat jatuh hati padanya.


"Juli, ayo semangat!" teriaknya menyemangati dirinya sendiri.


"Kamu cantik pasti banyak yang suka. Tinggal ubah sifat-sifat buruk kamu yang masih kadang muncul ketika emosi." Juli mematut di depan cermin besar yang ada di kamar tidurnya.


"Akan ada laki-laki yang menerima diri kamu apa adanya," gumam Juli dan tidak terasa air matanya keluar dan meluncur di pipi mulusnya.


"Bangkit Juli! Lupakan rasa yang membuat kamu jatuh terpuruk. Masih ada hari esok yang lebih cerah.


***


***


     Libra yang seperti orang gila mencari keberadaan September. Dia tidak makan, tidur apalagi mandi. Saking pikirannya kacau mencari keberadaan istrinya itu. Sampai sebuah pesan memintanya untuk datang ke kediaman keluarga Kimberley.


     Senyum mengembang dari bibir seksinya yang sudah seharian ini mengumpat dan memarahi anak buahnya karena tidak berhasil menemukan istrinya. Dia cepat-cepat mandi dan berpenampilan rapi dan wangi mau menjemput istri tercinta yang hampir dua hari ini menghilang.

__ADS_1


"Sayang, tunggu aku! Pangeran kamu akan datang menjemput," kata Libra dengan nada riang gembira. Senyum tampannya tidak pernah lepas dari rupa elok miliknya.


    Senandung cinta dia lantunkan selama dalam perjalanan menuju rumah mertuanya. Kegaduhan dan kemacetan di jalan raya tidak membuatnya emosi marah-marah seperti biasanya. Justru dia merasa tidak terganggu sama sekali. Semuanya rasa itu kalah dengan rasa rindu kepada September. Mungkin pribahasa yang cocok menggambarkan suasana hati Libra saat ini adalah "Jika cinta sudah melekat, tahi kucing pun terasa coklat."


***


     Dengan langkah lebar Libra memasuki rumah kediaman Kimberley. Ternyata kedua orang tuanya pun ada di sana. Bahkan keluarga besar keluarga istrinya juga hadir di sana.


"Ini, ada apa? Tumben kalian semua berkumpul di sini," tanya Libra sambil tersenyum jahil.


     Semua yang ada di sana menatap Libra dengan pandangan kesal, marah dan kecewa. Libra menelan ludahnya saat melihat tatapan benci dari September.


'Apa aku sudah melakukan kesalahan?' tanya Libra dalam hatinya.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Teman-teman sambil menunggu Ayu up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku, ceritanya bagus dan menarik. Baca yuk!

__ADS_1



__ADS_2