
Tidak terasa sudah dua minggu berlalu dari kejadian memalukan itu. Saat malam hari Ayu merasakan lagi mulas pada perutnya. Dia tidak berani membangunkan Leo karena takut kalau sakit perutnya ini adalah kontraksi palsu.
"Aduh, perutku sakit sekali! Apa tadi aku makan sesuatu yang aneh, ya?" Ayu bermonolog.
Ayu pun mengambil minyak gosok. Lalu dibalurkan pada perut dan pinggangnya. Terasa nyaman hanya untuk beberapa saat. Tidak lama kemudian rasa sakit itu menyerang dirinya lagi. Ayu pun kembali mengulangi membalurkan minyak angin pada perutnya. Namun, rasa mulas itu semakin terasa sering menyerangnya.
"Aduh, Sayang. Diam dulu, ya! Jangan terus menekan perut Mama, ini rasanya sangat sakit." Ayu mengusap perutnya dan bicara pada anaknya. Rasa itu pun hilang lagi.
Meski rasa mulas itu sudah hilang, tetapi rasa panas dan pegal di pinggul dan punggungnya masih saja terasa. Sehingga dia tidak bisa memejamkan matanya.
Ayu pun menghitung dalam berapa menit sekali perutnya merasa mulas. Lalu dia catat di handphone miliknya.
Waktu menunjukkan pukul 02.15 dini hari dan semua orang sedang tertidur lelap kecuali Ayu seorang. Dia masih membuka matanya karena rasa mulasnya semakin sering terasa dalam kurun waktu yang dekat.
Dikarenakan rasa sakit yang semakin kuat dan sudah tidak tahan. Maka Ayu pun membangunkan Leo.
"Kak, bangun! Perut aku sakit sekali," kata Ayu sambil mengguncangkan badan suaminya. Namun, Leo masih saja bergeming dalam tidurnya.
"Auw! Adek bayi tenang, ya!" Ayu masih mengusap-usap perutnya.
__ADS_1
"Kak Leo!" Kali ini Ayu memukul lengan suaminya itu pakai guling karena posisi Leo agak jauh.
Leo merasa ada yang memukul dirinya. Maka dia pun bangun dan mencari sumber suara dan pukulan itu datang dari mana. Dilihatnya sang istri sedang duduk sambil meringis menahan sakit.
"Baby, ada apa? Mana yang sakit?" tanya Leo.
"Ini perut aku terasa sakit," jawab Ayu sambil mengelus perutnya.
Mendengar perut Ayu terasa sakit, Leo langsung membaringkan istrinya. Lalu menelepon dokter kandungan dan memberi tahu keadaan Ayu sekarang.
"Baby, apa perutnya sering terasa sakit?" tanya Leo dengan panik.
"Iya, mulanya 30 menit sekali, kemudian 20 menit sekali, sekarang 10 menit sekali. Rasa sakitnya juga semakin lama," jelas Ayu.
"Kak, perlengkapan bayinya!" Ayu mengingatkan suaminya akan tas yang sudah di siapkan dari jauh-jauh hari.
"Oh iya, lupa!" Leo kembali ke kamarnya.
Leo membaringkan Ayu kembali di atas kasur. Dia mencari tas yang dimaksud oleh istrinya tadi.
__ADS_1
"Ah, ini tasnya!" Leo langsung saja berlari keluar kamar membawa tas itu dan melupakan Ayu yang masih di atas kasur.
"Kak Leo, kenapa aku di tinggal?" teriak Ayu dengan menahan rasa sakit.
Sambil membawa tas perlengkapan bayi,, Leo berlari ke arah mobilnya. Saat hendak berangkat dia melirik ke arah jok penumpang. Tidak ada istrinya di sana. Hanya ada tas yang tadi disuruh oleh Ayu, untuk dibawa.
"Astaga! Kenapa aku lupa sama istri sendiri." Leo kembali berlari ke dalam rumah dan menjemput istrinya. Ternyata Ayu sedang berjalan hendak menuruni tangga.
"Baby, berhenti!" teriak Leo panik. Takut istrinya terjatuh di anak tangga.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya. Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.
Baca juga karya terbaru aku. Judulnya : Putri Yakuza di Sarang Mafia. Dapat cover baru dari Noveltoon.
Blurb:
Eriko Mashimoto seorang putri yakuza masuk ke dunia novel dan merasuk ke dalam tubuh seorang pelayan bodoh dan lemah yang bernama Marimar Fernandez, di kediaman ketua mafia Silver Dragon, Louis Figo. Dia menggabungkan informasi dua orang di dalam satu tubuh. Agar terhindar dari kematian, dia mengajukan akan membantu Louis Figo untuk mengungkap kebenaran dari kematian orang tuanya.
__ADS_1
Louis Figo yang kagum dengan sosok pelayannya yang tangguh dan cerdas menjadi jatuh cinta padanya. Hanya saja Marimar selalu menolak dan mengancam akan pergi jauh jika memaksa untuk menjadi pasangannya