
"Baiklah setelah selesai prakata sambutan dari tuan rumah. Kita akan dihibur oleh para penyanyi kebanggaan negeri ini. Kita sambut mereka!"
Para tamu undangan menikmati hiburan yang disuguhkan oleh pihak pembuat acara. Ketika semua orang tertuju perhatiannya kepada penyanyi di atas panggung. Libra dan yang lainnya membuang minuman alkohol dari gelas mereka pada gorden berwarna merah yang ada di dekat mereka. Sebab, tidak ada tempat yang bisa dijadikan pembuangan air itu.
November tidak habis akal. Dia pun mengajak Leo untuk kenalan dengan saudara kembar dan Papanya. Libra dan Aries memberi kode agar Leo mengalihkan perhatian tuan rumah. Agar mereka bisa menyusup ke dalam garasi rumah itu untuk pengecekan motif ban mobil.
"Ah, ayo! Sekalian aku ingin tahu banyak tentang Desember. Pengusaha muda yang sedang banyak dibicarakan oleh orang," kata Leo.
"Kamu pasti akan senang berteman dengannya. Dia itu orang baik!" ujarnya dengan meyakinkan.
"Aprilio, ayo! Kamu juga ikut aku agar bisa tahu banyak tentang dunia bisnis," ajak Leo agar dia tidak sendirian.
"Ah, iya. Aku ikut. Soalnya aku juga sedang belajar di perusahaan Papa. Siapa tahu aku bisa menyerap banyak ilmu darinya," balas Aprilio.
November raut wajahnya langsung berubah. Dia tidak mengharapkan kehadiran Aprilio saat ini. Dia hanya ingin berdua saja dengan Leo dan berdalih untuk mengenalkan kepada saudara kembarnya juga Papa kandungnya.
***
Leo dan Aprilio bermain mata sambil memberi kode. Keduanya memang sering kompak karena sudah sering menghabiskan waktu bersama saat para wanitanya sedang memanjakan diri.
__ADS_1
"Desember, kenalkan ini Leo dan Aprilio. Mereka adalah tamu undangan di kalangan para pengusaha muda juga, loh!" seru November.
"Halo. Senang berkenalan dengan kalian." Desember pun mengulurkan tangan kepada Leo dan Aprilio.
Kedua laki-laki tampan itu pun menerima uluran tangan tuan rumah. Mereka terlibat pembicaraan yang seru tapi terasa jemu dan semu.
Leo dan Aprilio bicara hanya untuk mengulur waktu agar Libra dan yang lainnya bisa lebih banyak punya waktu untuk memeriksa ban mobil itu.
***
Libra, Januari, dan Aries mereka memakai topeng dan mencari mobil yang dimaksud. Semua aksesoris yang melekat pada tubuh mereka, dilepas semua dan di simpan di saku jasnya. Kini mereka menggunakan jubah dan kupluknya untuk menutupi kepala pada mereka.
"Siap. Aku ambil mobil yang Jalaur kanan!" ucap Januari sambil berjalan ke arah kanan.
"Aku yang tengah!" Aries pun meninggalkan Libra dan memeriksa ban mobil paling dekat dengannya.
"Huh! Aku bagian kiri. Ini sebelah kanan 'kan? Kenapa terasa akan menjadi sesuatu yang aneh. Apa akan muncul masalah yang lebih berat, ya?" gumam Libra
Tanpa mereka sadari ada kamera pengintai yang menangkap pergerakan mereka. Salahnya mereka tidak menempatkan seseorang untuk menjaga dan mengawasi sekitar pintu garasi.
__ADS_1
Pintu garasi tiba-tiba tertutup dan mengurung ketiganya di sana. Mereka malah asik memeriksa satu per satu ban mobilnya.
"Hei, teman-teman lihat! Aku menemukan motif yang sama dengan ban mobil ini!" seru Aries. Libra dan Januari pun menghampiri Aries dan melihat motif ban itu sama dengan motif yang ban yang tertinggal di TKP.
"Kita foto ini dan video. Lalu kirim ke tim penyelidik kita. Harus cepat kita tidak punya waktu lagi!" titah Libra.
Saat mereka akan keluar dari garasi itu. Pintunya tidak bisa di buka.
"Kenapa pintu ini tiba-tiba tertutup?" tanya Libra.
"Kok, bisa. Tadi masih terbuka," ucap Januari.
"Hei. Jangan-jangan kita sudah ketahuan!" pekik Aries.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya? Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1