
Kamar hotel yang sudah di hias menjadi kamar pengantin, sesuai dengan impian Julia. Begitu juga dengan dekorasi di ballroom hotel, disulap seperti di negeri dongeng. Julia dan Aprilio kini duduk bagai raja dan ratu. Julia begitu cantik dengan dandanan ala Putri Kerajaan dan Aprilio bergaya seperti seorang Pangeran Kerajaan dari negeri antah berantah.
Tidak mau kalah dengan Julia, Ayu berdandan seperti seorang peri cantik. Apalagi dengan tubuhnya yang kurus dan bergerak kesana-kemari mengejar si Kembar, seakan dia memiliki sayap yang bergerak cepat. Tampang Ayu meski sudah punya dua anak, tetapi masih terlihat seperti seorang gadis belia. Jika, Leo lengah sedikit saja, akan banyak para kumbang yang mencari mangsa dan Ayu adalah salah satunya.
"Alfa, kenapa kamu cemberut?" tanya Ayu ketika mendapati wajah putra sulungnya terlihat masam.
"Aku tidak suka sama Stella! Dia suka mencium," adu Alfa akan kelakuan anak Libra dan September.
"Itu karena Stella sangat sayang sama Alfa," ucap Ayu sambil memegang kedua pipi putranya.
"Tapi sama Rigel, dia tidak seperti itu," balas bocah 3 tahun lebih itu.
"Ya, sudah nanti Mama akan bilang sama Stella jangan suka lagi cium-cium sama kamu," ujar Ayu sambil menahan tawanya.
Anak kecil berjenis kelamin perempuan yang berpenampilan seperti princess dengan memakai mahkota yang menghiasi kepalanya. Sedang menggoda anak laki-laki lainnya. Dia adalah Stella Castello, putri kesayangan keluarga Castello dan keluarga Kimberley.
Ayu mendatangi sahabatnya yang merupakan Nyonya Muda Castello. Dia hanya ingin menyampaikan pesan putra sulungnya itu.
"September, ada pesan untuk kamu," kata Ayu sambil menahan tawanya.
"Pesan apa itu?" tanya istrinya Libra.
"Tolong beritahu putri kamu yang cantik itu jangan suka cium-cium Alfa lagi. Kalau nggak nanti aku akan marah!" Ayu mempraktekkan gaya bicara Alfa dan malah membuat September tertawa geli.
"Sulit kayaknya. Putri aku itu tahu mana laki-laki yang tampan dan menarik," ujar September dengan mengedipkan sebelah matanya.
Ayu memukul pelan lengan sahabatnya itu. September malah terkekeh karena kelakuan putrinya itu agar mirip suaminya. Meski sering dibilang jangan suka menggoda anak laki-laki, Stella masih saja suka melakukannya. Apalagi sama Alfa yang memiliki wajah tampan menurutnya.
Pasangan pengantin baru itu kini menjadi bahan ledekan teman-temannya. Mereka tahu kalau selama pacaran tidak pernah melakukan perbuatan yang berlebihan. Hanya pelukan dan ciuman saja, itu juga dibatasi jumlahnya tidak boleh lebih dari tiga kali.
"April, aku sudah siapkan ramuan nenek moyang agar kamu bisa kuat semalaman begadang," ucap Libra dengan lirikan jahilnya.
"Aku sudah siapkan tiket liburan untuk kamu honeymoon ...," kata Leo sambil membisikan sesuatu agar tidak di dengar yang lainnya. Hal ini membuat wajah Aprilio menjadi merah.
"Kakak sudah simpan kado untuk kamu di parkiran. Pakai itu untuk jalan-jalan nanti bersama istri kamu," ujar Januari dan menyerahkan kunci mobil.
"Terima kasih, Kak." Aprilio memeluk tubuh Kakaknya.
__ADS_1
Sementara di kelompok para wanita, Julia jadi bulan-bulanan. Apalagi Aquarius yang menjadi provokator di sana.
"Pakai baju yang seksi dan dandan yang cantik. Maka April akan jatuh tidak berdaya di hadapan kamu," bisik September.
"Tidak perlu baju untuk membuat April jatuh dalam pelukan kamu," lanjut Aquarius diiringi kekehan ya.
"Juli, aku sudah taruh kado aku di kamar rumah kamu, ya. Cek saja nanti!" titah Ayu.
"Terima kasih, Ayu." Kedua sepupu itu saling berpelukan.
"Ngomong-ngomong Aries dan Gemini kenapa tidak kelihatan, ya?" tanya Julia.
"Biarkan saja mereka yang lagi dimabuk asmara itu. Apalagi bulan depan mereka akan menikah." Aquarius malah asik memakan semua menu yang di sajikan di sana.
Acara pernikahan berlangsung dengan sangat meriah dan mewah. Banyak tamu undangan yang hadir di sana. Apalagi itu pernikahan yang ditunggu-tunggu selama ini oleh banyak pihak.
"April ... Juli, selamat menempuh hidup baru!" teriak semua orang.
"Terima kasih!" jawab Aprilio dan Julia kompak. Kedua orang yang kini sudah sah menjadi pasangan suami istri, saling melempar senyum.
"Kalau sekarang aku bebaskan mencium kamu sebanyak apapun 'kan?" bisik Julia pada Aprilio.
Suara siulan dan teriakan langsung menggema di ruang pesta itu, saat para tamu undangan melihat Julia dan Aprilio berciuman mesra. Hal yang jarang dilihat oleh orang lain, kecuali teman sekatnya. Sebenarnya Aprilio sangat malu, tetapi istrinya itu malah sengaja mengulang kembali.
***
1 bulan kemudian ...
Sudah 1 bulan berlalu dari acara pernikahan Julia dan Aprilio. Kini giliran pesta pernikahan Aries dengan Gemini. Kedua pasangan berbahagia itu, akhirnya bisa juga melangsungkan pesta pernikahan setelah 3 kali diundur karena kesibukan keduanya.
Meski ini adalah pernikahan kedua bagi Gemini, tetapi serasa pesta pernikahan pertama baginya. Aries juga merasakan kebahagiaan yang sama.
"Selamat menempuh hidup baru!" ucap teman-temannya.
"Setelah tiga tahun menjalin hubungan, akhirnya sampai juga sampai ke pelaminan," goda Leo sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
"Aku tidak menyangka kalau kamu akan menikahi sahabat dari kecil," lanjut Libra.
__ADS_1
"Ya. Aku juga tidak menyangka kalau Gemini adalah jodohku," balas Aries sambil tersenyum malu.
Konsep pesta pernikahan Gemini dan Aries bertema gold. Semua dekorasi, aksesoris, baju memakai warna kuning emas. Penampilan Gemini seperti seorang seorang Ratu sedangkan Aries seperti seorang panglima perang. Gemini selalu melihat diri Aries itu adalah sosok pelindung baginya.
"Aku sudah siapkan tiket liburan untuk honeymoon," kata Leo dan mendapatkan jempol dari mempelai pria.
"Aku kasih motor baru buat kalian jalan-jalan," lanjut Januari sambil menaik turunkan alisnya. Sampai saat ini Gemini lebih suka naik motor berduaan dengan Aries.
"Aku kasih ramuan nenek moyang, untuk kamu," bisik Libra dan menaik turunkan alisnya menggoda Aries.
"Kalau aku, kasih kamu sesuatu yang akan membuat kalian bahagia." Aprilio tersenyum jahil.
"Apa itu?" tanya Aries.
"Itu—"
"Om! Mau es krim." Aprilio tidak bisa melanjutkan obrolannya karena diserbu oleh ketiga keponakannya. Alfa, Rigel, dan Vega. Mereka lebih suka meminta sama Aprilio atau Julia dari pada sama orang tuanya sendiri.
"Mama kalian ke mana?" tanya Aprilio.
"Mama tidak suka mencium bau makanan. Dia akan muntah-muntah," jawab Alfa.
"Iya, sama. Mama sering pusing belakangan ini," jawab Vega dengan wajah memberengut.
"Leo ... Januari. Apa istri kalian sedang hamil? tanya Aries sambil melihat ke arah kedua sahabatnya itu.
"Ya!" Keduanya menjawab dengan kompak.
"Apa?" teriak Aries, Aprilio, dan Libra bersamaan.
***
"AYU SANG PENAKLUK"
TAMAT
Sampai jumpa di karya aku yang baru "PUTRI YAKUZA DI SARANG MAFIA
__ADS_1
***
Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya! Terima kasih.