
Pintu lift terbuka menampilkan dua sosok berbeda gender yang saling bergandengan tangan. Wajah keduanya memancarkan kebahagiaan. Leo tidak henti-hentinya melempar senyum tampannya pada Ayu seorang, niatnya. Meski begitu banyak orang yang melihatnya. Hal itu malah mengundang para wanita melirik dan melihat ke arah Leo. Laki-laki yang jarang mengumbar senyum tampannya itu, kini dia menebarkannya begitu saja.
"Gila! Senyumannya Leo bikin jantung ini berdetak kencang," kata salah seorang wanita kepada teman-temannya yang sedang berkumpul di sana.
"Baru kali ini aku lihat Leo tersenyum seperti itu," lanjut yang lainnya.
"Siapa perempuan yang bersamanya?" tanya wanita berbaju seksi.
"Temannya mungkin?" Salah seorang dari mereka menimpali.
"Aku kira dia pacarannya! Karena Leo memegangi tangan perempuan itu," balas yang lainnya sambil menunjuk ke arah tangan Leo dan Ayu yang bergandengan.
"Yah, semakin berkurang dong laki-laki tampan, muda, tajir melintir, dan dari keluarga konglomerat sejak dari nenek moyang," ujar wanita berambut pendek.
***
Aprilio beranjak dari kursi tempat dia duduk sejak tadi. Ini sudah lima belas menit sejak pertemuannya dengan orang tua Ayu tadi. Dia berjalan menuju ke arah lift, tetapi Ayu dan Leo sedang berjalan ke arahnya dan memasang senyum lebar.
Aries juga kebetulan berjalan ke arah mereka. Dia melihat adegan di mana Ayu dan Leo saling menggenggam tangan dan melempar senyum kebahagiaan. Hatinya merasa cemburu melihat itu. Dirinya saat ini ingin berada di posisi Leo. Menggenggam dan saling menautkan jemari dengan orang yang disukai. Juga saling melempar senyum. Mau itu senyum menggoda, kebahagiaan, atau karena bercanda.
Ayu pun melepaskan pautan tangannya dan berlari ke arah Aprilio. Dia sudah tidak sabar ingin bercerita semua yang sudah dia alami tadi bersama Leo. Ayu selalu terbuka kepada Aprilio mengenai apapun. Baginya selain sahabat dia juga merasa Aprilio itu adalah saudaranya. Apalagi mereka sudah bersama ketika masih bayi.
"April!" Ayu melompat dan memeluk tubuh Aprilio.
"Aku bahagia sekali!" katanya dengan nada riang.
"Jadi ...?" Aprilio melihat ke arah mata Ayu yang memancarkan cahaya kebahagiaan.
"Aku dan Kak Leo sudah jadian," bisiknya tetapi bisa terdengar oleh Leo yang kini berdiri di belakang Ayu.
Leo ingin rasanya menarik tubuh Ayu dan menjauhkannya dari Aprilio. Namun, Ayu tadi sudah bilang kalau Aprilio itu adalah sahabat rasa saudara kembar. Jadi, dia menahan diri.
__ADS_1
"Wah, selamat kalau gitu! Nanti kalau ada apa-apa curhat sama minta tolong, ke Kak Leo saja. Kini, giliran aku cari pasangan," ucap Aprilio sambil menahan sakit di dadanya. Bahkan senyum dia terlihat dipaksakan.
"Kamu jahat, April! Masa gara-gara aku sudah punya pacar nggak boleh curhat sama minta tolong lagi padamu!" Ayu memukul-mukul dada Aprilio.
"Isssh ..., nanti kalau Kak Leo cemburu terus marah, gimana?" Aprilio membiarkan Ayu melakukan sesuka hati memukuli dadanya.
Aprilio lebih dewasa dan bijak dalam menghadapi suatu masalah dalam hidupnya. Tidak jarang juga dia selalu dimintai pendapat oleh teman-temannya dan orang disekitarnya.
Alasan Aprilio tidak satu universitas dengan Ayu juga adalah untuk menjaga perasaannya agar tidak terus tumbuh dan berkembang. Semenjak Ayu bilang kalau dia menyukai Aries.
"Iya, aku setuju dengan apa yang April katakan barusan. Kamu sudah harus semakin dewasa, Ayu. Jangan terus bergantung kepada April dan membuatnya susah. Justru kini kita harus dukung April untuk mencari jodohnya," ucap Leo sambil narik tubuh Ayu agar menjauh sedikit dari Aprilio.
Ayu baru ingat akan perjodohan yang sering di singgung oleh Mamanya Aprilio. Kalau dia akan menjadi calon menantu keluarga Hadikusumo. Jika, saat ini Januari bertunangan dengan Aquarius, itu berarti yang akan dijodohkan dengannya adalah Aprilio.
'Aku lupa sama perjodohan itu! Sekarang aku harus bagaimana bilang sama orang tua kami, nanti?' batin Ayu mulai bergejolak antara ingin berbakti kepada orang tua kandungnya dan tetangga baik hati dengan orang yang baru saja di terima cintanya.
Ayu tidak ingin menyakiti hati dan membuat sedih orang-orang yang dia sayangi. Siapapun orang yang akan dipilih nanti olehnya itu, merupakan yang terbaik bagi semua orang.
"Ayu, tadi orang tuamu meminta aku untuk membawa pulang karena mereka sudah pulang duluan. Katanya mereka sangat lelah," kata Aprilio memberitahu Ayu jika dia akan pulang dengannya.
"Tidak. Mereka yang menyuruh aku untuk membawanya pulang. Apa kata mereka nanti jika Ayu pulang sama Kak Leo?" Aprilio berkata dengan tegas dan mengulurkan tangannya pada Ayu.
Ayu pun melirik kepada Leo, begitu juga kekasihnya melihat ke arahnya. Anggukan dari Leo membuat Ayu menerima uluran tangan Aprilio.
"Hati-hati di jalan! Telepon aku jika sudah sampai rumah?" pinta Leo kemudian mencium pucuk kepala Ayu.
"Ayu ..., Leo .... Kenapa kalian nggak ikut gabung bersama Mama dan Papa di sana! Kalian malah enak pacaran." Canser dan Virgo datang menghampiri mereka.
"Kita nggak mau diganggu!" ucap Leo sambil mendelikan matanya.
Dia tahu kalau mereka ikut gabung bersama keluarganya pasti akan langsung mengumumkan pada semua orang, kalau dirinya dan Ayu sedang pacaran. Mamanya itu tipe wanita yang suka pamer dengan kelebihan anak dan suaminya. Wanita yang bangga karena dikelilingi laki-laki hebat dalam hidupnya.
__ADS_1
"Ayu besok main lagi ke rumah, ya!" pinta Canser sambil mendorong Leo ke samping karena dirinya mau memeluk Ayu.
Aprilio dan Leo terperangah karena perbuatan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan segar. Tidak akan ada yang menyangka kalau usianya hampir mencapai setengah abad. Penampilannya yang selalu mengikuti trend saat ini, membuat Canser terlihat seperti berusia akhir 30-an.
"Iya, Tante. Mungkin pulang dari kampus saya bisa singgah dulu sebentar," jawab Ayu dengan senyum kakunya dan melirik ke arah Leo.
"Tidak boleh sebentar! Harus lama. Kalau bisa pulang setelah makan malam bersama. Bagaimana?" tawar Canser.
"Besok malam aku sudah punya janji," balas Ayu berbohong karena dia ingin membicarakan tentang perjodohan dengan Aprilio.
Leo mengerutkan keningnya karena tidak tahu kalau Ayu sudah buat janji dengan orang lain. Sementara Aprilio berpikir kalau hubungan Ayu dan Leo sudah pada tahap yang sangat serius.
"Yaah ..., sayang sekali. Padahal besok malam mau merayakanpesta ulang tahun Oma." Canser memasang wajah kecewa.
"Maaf, Tante. Tidak bisa ikut merayakan pesta ulang tahun Oma," balas Ayu. Baginya sekarang ini harus menyelesaikan satu persatu permasalahan yang ada disekitarnya.
Membahas hubungan dengan Aprilio sangat penting karena menyangkut hubungan dirinya dengan Leo di masa depan. Ayu tidak mau kalau kisah cintanya harus kandas di tengah jalan. Jika, urusannya dengan Aprilio selesai, dia akan membahasnya dengan orang tua mereka.
Leo melihat kalau Ayu sedang memikirkan hal yang lain. Terlihat dari tatapan dan senyumannya. Dia penasaran ingin menanyakan ada apa dengannya, tetapi saat ini yang lebih penting adalah Ayu harus pulang agar tidak dimarahi oleh orang tuanya.
"Papa mau tanya?" Virgo yang sejak tadi diam saja kini berbicara.
"Tanya apa, Pa?" balas Leo.
"Kemarin Ayu bilang kalau kalian tidak memiliki hubungan apa-apa. Lalu kenapa kalian masih saja terlihat seperti pasangan kekasih?" tanya Virgo.
"Sebenarnya, kita baru saja jadian, Pa. Sekarang kita beneran pasangan kekasih. Ayu itu pacar Leo," jawan Leo dengan tegas dan lantang.
"Akh! Benarkan kata Mama apa, Pah! Kalau Ayu itu calon Nyonya Esteban di masa depan." Canser merasa girang karena akhirnya putra semata wayangnya punya kekasih juga.
***
__ADS_1
Bagaimana reaksi orang tua Ayu dan Aprilio dengan menolak perjodohan mereka? Apa Aries akan legowo menerima kenyataan kalau Ayu dan Leo kini pacaran?
Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.