Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Libra, Leo, & Aries


__ADS_3

      Libra menjalani harinya penuh dengan senyuman. Setelah sekian lama rindu tidak memeluk istrinya, semalam semua di limpahkan perasaan itu. Dia juga berharap kali ini berhasil mencetak Castello Junior. 


"Bahagia sekali kamu hari ini?" tanya Aries yang kebetulan berkunjung ke kantor Libra.


"Aries, kawanku! Kemana saja kamu? Kenapa sulit sekali untuk melihat kamu?" Libra berdiri dan memeluk sahabatnya itu.


"Sedang sibuk menjalankan proyek kerjasama dengan Gemini dan Januari." Aries menjawab sambil duduk kemudian mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruang kantor milik Libra. Ternyata banyak sekali foto September yang menggantung di hampir setiap bagian dindingnya.


"Kamu sepertinya sudah terjerat oleh cinta kepada September," ucap Aries sambil tertawa kecil.


"Iya. Dia satu-satunya wanita yang membuat aku tak berdaya sekaligus kuat di lain sisi," balas Libra sambil tersenyum simpul.


"Ya. Kadang cinta bisa membuat kita kuat atau sebaliknya, menjadikan kita lemah tak berdaya." Aries mengingat cintanya yang harus dikubur karena gadis impiannya menikah dengan sahabatnya sendiri.


"Lalu ..., kamu kapan akan menyusul kita?" tanya Libra sambil duduk di kursi kebesarannya.


"Me–Menikah?" tanya Aries sangsi.


"Iya, menikah. Aku, Leo, Gemini, dan Aquari sudah menemukan pasangan kita masing-masing. Tinggal kamu yang belum punya pasangan," ujar Libra.


"Nanti jika sudah ada wanita yang cocok di hati. Baru aku akan menikah," balas Aries.

__ADS_1


"Aku harap wanita itu cepat hadir dalam hidup kamu." Libra tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapi.


***


     Tidak beda jauh dari Libra. Leo pun sedang dalam kondisi full happy. Sejak kemarin dia selalu menampilkan senyum dan pancaran bahagia di wajahnya yang tampan. 


     Aura kebahagiaan Leo menular ke semua pegawai kantornya. Senyum ramah dan kata-kata yang sopan. Tidak ada nada dingin dan sinis. Pokoknya hari ini adalah hari terbaik bagi kantor Leo.


     Bahkan saat makan siang pun semua para pegawainya di berikan makan gratis di kantin perusahaan milik keluarganya. Para pegawai berharap kalau atasannya itu selalu bahagia agar mereka bisa senang dalam bekerja dan makan siang gratis.


"Kamu senang sekali kelihatannya?" Terdengar suara yang tiba-tiba terdengar oleh telinga Leo.


     Leo pun mendongakkan kepalanya ke arah tamu tak diundang. "Aries! Kemana saja kamu?" tanya Leo sambil berdiri menyambut kedatangan sahabatnya dari orok.


     Aries melihat aura kebahagiaan dari diri Leo, dia pun bergumam dalam hati, 'Apa dengan menikah kehidupan seseorang akan berubah bahagia?'


'Tadi Libra kelihatan sangat bahagia. Sekarang Leo juga begitu. Apa juga harus cepat-cepat menikah, agar bisa terlihat bahagia?' lanjut Aries dalam hatinya.


"Oh, proyek besar yang sedang kamu kerjakan dengan Gemini dan Januari, ya? Sudah berjalan sampai tahap mana?" tanya Leo penasaran.


"Baru lima puluh persen. Untungnya tim kita para pekerja keras dan bergerak cepat. Aku suka dengan cara kerja tim seperti ini. Januari benar-benar hebat bisa memimpin proyek ini.

__ADS_1


"Yang tentu saja. Laki-laki pilihan sepupuku tidak akan salah. Orang yang di dalam tubuhnya mengalir ada darah Esteban atau George Louis, akan menjadi orang-orang yang hebat dan sukses." Leo mulai menunjukkan sifat narsisnya.


"Bagaimana kabar Ayu?" tanya Aries.


"Ayu ...? Dia dalam keadaan baik dan bahagia," jawab Leo.


"Syukurlah. Berjanjilah kalau kamu akan buat Ayu bahagia!" pinta Aries.


"Ya. Tentu saja aku akan buat istriku bahagia," balas Leo.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku. Ceritanya bagus loh.


Author: Pipihpermatasari


Judul: Aku Tidak Jelek ( Your'E So Preetty )


Blurb":

__ADS_1


Karena kecorobohan Aku yang berani mengungkapkan perasaannya terhadap Pimpinan Intern group membuat Aku di tolak mentah mentah, dihina sampai didorong masuk ke dalam kolam renang oleh seorang Juna Prakasa dan kekasihnya Olin Puspita. Aku pikir dia sama menyukaiku karena sudah berbuat perhatian lebih, ternyata dia hanya memanfaatkan aku karena otakku pintar dan cerdas.


Akankah pembalas dendaman Aleena dan Veri berhasil membuat Juna berlutut dan menyesalinya?


__ADS_2