
Ayu ikutan mendaftar kontes gadis cantik dan pintar yang khusus untuk mahasiswi di ibu kota. Hal itu didukung oleh teman-temannya. Kabar itu pun langsung tersiar di kampus.
Juli yang mendengar kalau Ayu ikutan kontes itu, jadi merasa panas. Maka, dia pun ikut mengajukan dirinya sendiri. Bahkan Nana juga ikutan atas ajakan Juli.
Vivi yang menjadi banyak saingan merasa tidak suka. Apalagi Ayu ikutan kontes itu. Untuk kecantikan Vivi masih bisa bersaing dengan Ayu, tetapi kalau adu kepintaran dia merasa tidak percaya diri. Soalnya Ayu sudah terkenal memiliki otak yang pintar.
September lebih menjadi tim hore untuk Ayu. Dia tidak merasa dirinya cantik dan pintar. Menjadi pendukung buat Ayu saja sudah merasa senang. Justru September adalah orang yang paling mendukung keputusan Ayu untuk mengikuti ajang kontes itu dan memulihkan nama baik dengan membuat prestasi. Meski, orang yang sudah menyebarkan fitnah sudah di DO dari universitas, tetap saja ada yang memandang remeh Ayu.
***
Kontes pemilihan gadis cantik dan pintar, digelar hari ini. Berpusat di gedung kesenian ibu kota, puncak acara itu dimulai jam 20.00 setelah menyeleksi peserta dengan ketat. Peserta yang mendaftar ada 1300 orang dan yang terpilih hanya 100 orang, Ayu salah satunya.
Keikutsertaan Ayu di ajang kontes ini membuat Mei dan Agustus merasa senang. Begitu juga dengan keluarga Aprilio. Mereka datang ke gedung kesenian dengan penuh semangat untuk memberikan dukungan kepada Ayu.
Ayu berdiri bersama beberapa peserta lainnya. Sejak pagi mereka telah menjalani tes kepribadian dalam perbuatan dan cara berpikir, kecakapan dalam berbicara akan pengetahuan umum, dan kemahiran dalam membuat suatu karya. Kemampuan setiap peserta dinilai oleh 15 juri, selama seharian itu.
Saat menjalani penilaian siang tadi Vivi selalu berusaha menggagalkan usaha Ayu, tetapi gagal. Juli yang sudah pernah berurusan dengan hukum dan mendekam di penjara, gagal masuk ke 100 orang peserta, malah Nana yang lolos. Namun, saat menjalani tes kemampuan umum dia yang mendapatkan nilai rendah karena sering salah menjawab pertanyaan. Begitu juga dengan kemauan dalam membuat karya sesuai keahlian masing-masing peserta. Sepertinya Nana, tidak mempersiapkan dirinya untuk mengikuti kontes itu. Dia ikut-ikutan daftar karena Juli yang memintanya.
Untuk tes kepribadian Ayu dan Vivi mendapatkan nilai tinggi sedangkan untuk tes pengetahuan umum Ayu berada di atas Vivi. Begitu juga dengan tes kemampuan dalam berkarya Vivi dan Ayu mendapatkan nilai tinggi.
Peserta yang berjumlah 100 peserta, dipilih kembali menjadi 25 orang yang terbaik di antara mereka dan menjalani tes kembali. Mereka di uji dengan cara pandang, berpikir, dan berbicara masalah pergaulan bebas yang sering terjadi dikalangan anak muda. Setiap peserta punya pandangan dan berbicara hal itu beda-beda. Namun, kebanyakan mereka menyalahkan si pelaku dan orang sekitar, sedangkan Ayu yang menjadi peserta terakhir tidak menyalahkan siapa-siapa, dia bilang itu sudah menjadi takdirnya. Hal yang memicu terjadinya itu, adalah lingkungan tempat dia menjalani hidup sehari-hari, teman yang dimiliki, perhatian orang tua, dan keteguhan dirinya sendiri. Jika semua hal itu tidak bisa menjauhkan dirinya dari bergaulan bebas, maka sudah pasti akan ketahuan bagaimana akhirnya. Ayu juga bilang jangan menyalahkan nasib karena itu bisa diubah.
Cara berpikir dan penyampaian dengan bahasa yang baik membuat kebanyakan para juri langsung suka dengan Ayu. Untuk hal ini Ayu mendapatkan nilai tertinggi. Tes selanjutnya adalah merias wajah. Vivi yang memang seorang model tahu cara merias wajahnya sendiri. Dia memoleskan make up menjadikan mukanya terlihat lebih cantik dan terkesan dewasa dengan warna yang glamour. Beda dengan Ayu yang berdandan secara natural tidak berlebihan ala anak muda, tetapi terlihat lebih fresh dengan warna alami.
__ADS_1
"Kita umumkan hasil penilaian akhir dari para juri!" Seorang MC yang berdiri di depan tiga peserta yang tersisa.
"Untuk juara ketiga di menangkan oleh— Vivi!" Teriak MC dan memancing suara tepuk tangan para penonton dan para peserta lain.
Kini tinggal Ayu sama Zizi, salah satu mahasiswi dari universitas negeri. Ayu sangat suka sama Zizi, orangnya baik dan agak pendiam. Mereka juga berteman baik selama mengikuti proses kontes bahkan sudah saling menukar nomor handphone dan alamat medsos mereka.
"Sekarang yang menjadi juara pertama dan kedua adalah—" MC sengaja menjeda pembicaraannya untuk membuat para hadirin dan peserta kontes deg-degan.
"Juara pertamanya adalah— Zizi! Itu berarti Ayu menjadi juara dua!"
Suara sorak-sorai penonton yang hadir di sana sangat meriah. Ayu dan Zizi berpelukan sambil menangis terharu. Ayu tidak menyangka bisa mengalahkan Vivi, di ajang kontes kecantikan dan kepintaran. Soalnya Vivi itu model terkenal akan kecantikannya. Tujuan Ayu untuk membuktikan kalau dirinya lebih baik dari Vivi, tercapai sudah.
Vivi melihat tidak suka kepada Ayu, apalagi saat Aries dan Aprilio membawakan bunga untuknya dan mengucapkan selamat. Semua teman-teman kuliah Ayu juga mengucapkan selamat dan bangga terhadap prestasi yang di dapat oleh Ayu.
"Ayu, selamat!" September memeluk tubuh Ayu dengan erat dan meminta ditraktir untuk merayakan kemenangannya.
***
"Aku, tadi cuma bercanda. Ternyata diajak beneran," bisik September.
"Sudah nggak apa-apa, ini juga yang traktir Papanya Aprilio," balas Ayu.
"Ngomong-ngomong, Kak Leo dan Kak Libra nggak kelihatan, ya?" tanya September.
__ADS_1
Mendengar nama Leo disebut, Ayu langsung tersedak dan Aprilio yang berada di sampingnya langsung memberikan air minum. Setelah kejadian di dekat tangga beberapa hari kemarin, Ayu selalu menghindari Leo. Ayu tidak terima ciuman pertamanya harus dengan laki-laki yang dianggapnya sangat menyebalkan. Ayu ingin orang pertama baginya adalah laki-laki yang dia cintai dan mencintainya.
"Apa kamu ada masalah dengan Kak Leo? Bukannya belakangan ini kalian menjadi dekat?" tanya September dan itu membuat Ayu kesal.
***
Kemana Leo? Kenapa dia tidak datang ke acara kontes?
Tunggu kelanjutannya ya!
***
Sambil menunggu up selanjutnya, teman-teman bisa baca juga karya Author Chika Ssi. Judulnya: Tentang Bintang & Galaksi
Ceritanya bagus, semoga kalian juga suka.
Blurb
“Kamu itu nggak pantas ikut lomba! Berkacalah! Lihat wajahmu yang buruk itu! Dipenuhi bercak putih nggak jelas! Aku rasa itu adalah alasan, kenapa kamu dicampakkan sama keluargamu sendiri!" ~ Bulan Purnama
"Jika bisa memilih, aku juga ingin memiliki wajah cantik sepertimu, Bulan. Mengenai lomba ini aku hanya mengikuti lomba baca puisi! Bukan lomba kecantikan! Apa orang sepertiku tidak pantas memiliki prestasi walau hanya secuil?" ~ Bintang Bellatrix
"Kamu itu tidak aneh, tapi unik! Nggak usah dengerin apa kata orang. Pura-pura tuli dan buta, terkadang bisa menjadi alternatif terbaik untuk menjaga hatimu sendiri. Setiap orang dilahirkan spesial, dan kamu adalah salah satunya!" ~ Galaksi Milkyway
__ADS_1
(Kisah ini berdasarkan pengalaman pribadi author yang didramatisir)