Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Surat


__ADS_3

"Ayu!"


     Suara panggilan kepada Ayu, membuatnya tersadar dari lamunan yang sejak semalam menghantuinya. Dia mencari sumber suara itu berasal dari mana.


     Seorang Pemuda yang biasanya berpenampilan necis dan selalu narsis. Kini, dalam keadaan kacau. Rambut acak-acakan. Pakai kaos oblong dan celana selutut. Wajah yang biasanya tebar pesona kini kusut dan masam.


"Kak Libra?" lirih Ayu saat lelaki itu sudah mendekat kepadanya.


"Ayu, apa ada kabar dari September?" tanya Libra begitu dia berdiri depan kekasih sahabatnya.


"Belum, Kak. Aku juga sudah menghubungi beberapa teman yang bisanya dihubungi oleh September," jawab Ayu.


"September pergi kemana sih!" Libra mengumpat dan kakinya dihentakan.


     Handphone milik Ayu berbunyi dan tertera nama salah seorang sahabatnya. Ayu pun menggeser tombol hijau.


"Halo. Bagaimana?"


[Halo, Ayu. Ada kabar terbaru mengenai September. Mobil dia ditemukan di pinggir sungai. Kamu bisa ke sini dan mengeceknya sendiri.]


"Oke. Alamatnya di mana? Sharlock saja!"


[Ok. Aku kirim sekarang!]


     Ayu pun bergegas berlari menuju parkiran. Libra yang memanggilnya pun dia abaikan.


"Ayu ada apa? Apa ada kabar dari September?" Libra juga ikutan berlari mengejar Ayu.


"Ikuti saja mobilku!" Ayu masuk ke dalam mobilnya dan melaju dengan kencang.


***

__ADS_1


     Mobil milik September ditemukan di dekat sungai yang memiliki aliran air yang deras. Ayu dan Libra memeriksa kendaraan yang sering dipakai oleh putri keluarga Kimberley. Tidak ditemukan hal yang aneh di sana sampai Libra menemukan secarik kertas yang di simpan di dalam dashboard. Ternyata itu surat yang ditinggal oleh September.


     Papa, Mama. Maafkan aku yang tidak bisa membahagiakan kalian. Aku akan pergi dari dunia ini dengan membawa luka. Semoga kalian tidak kecewa dengan keputusanku ini. Aku telah ternoda dan tidak mau membuat nama baik keluarga kita tercoreng. Sejak awal aku sudah menolak perjodohan itu, tetapi kalian terus saja memaksaku. Sepertinya aku sudah menjadi ditakdirkan untuk hidup seperti ini. Semua orang selalu berbuat seenaknya kepadaku. Begitu juga dengan laki-laki yang kalian pilihkan untukku. Kalian selalu memuji dan membanggakan dirinya. Justru laki-laki itu sudah menghancurkan hidup putri kalian ini.  Aku harap setelah ini kalian bisa membuka mata baik-baik dalam menilai seseorang. Selamat tinggal. Septie Kimberley.


     Libra meremat kertas itu. Dia merasa dadanya sesak. Gara-gara perbuatannya itu, membuat calon istrinya sampai melakukan bunuh diri. Dia pun mengerahkan orang-orangnya dan minta bantuan polisi untuk mencari September.


     Keluarga September baru tahu kalau putri mereka hilang dari Ayu. Sebab, para pelayan di rumah bilang, Nona Muda mereka sedang pergi berlibur. Mereka pun turun tangan untuk mencari September.


***


     Berita hilangnya putri keluarga Kimberley menjadi topik berita hari itu. Orang yang sedang dicari-cari malah sedang makan lahap. Setelah seharian kemarin ngamuk dan menangis, kini dia balas dengan makan berbagai jenis hidangan. Taurus sampai terperangah melihat makannya. Seperti orang yang sangat kelaparan.


"Septie, kamu tidak makan berapa hari?" tanya Taurus sambil memperhatikan cara makan September yang begitu lahap.


"Seharian kemarin aku tidak makan!" jawab September.


"Salah sendiri. Makanan yang dibawakan pelayan kamu lempar begitu saja," balas Taurus sambil tertawa kecil.


     September tidak mengindahkan perkataan laki-laki yang sudah menolongnya itu. Dia masih saja fokus pada makanannya. Semua makanan yang tersaji di meja makan dia cicipi. Jika suka, maka itu akan dimakan olehnya.


'Septie, aku tidak akan pernah melepaskan dirimu!' Taurus bicara dalam hatinya.


***


     Keluarga Kimberley sangat marah kepada Libra. Bahkan Kakak September menghajar sang Casanova sampai babak belur. Libra sama sekali tidak melawannya. Ayu yang kebetulan berada di sana, sangat shock melihat ada orang yang menjadi bulan-bulanan kedua Kakak September. 


     Wajah tampan Libra kini penuh dengan luka lebam dan berdarah di pelipis, hidung, dan kedua sudut bibirnya. Leo dan Aries baru saja datang dan langsung melerai mereka. Kondisi Libra yang sangat mengenaskan dan tidak sadarkan diri, langsung dibawa oleh Aries ke rumah sakit.


     Leo pun berusaha menenangkan keluarga Kimberley. Walaupun Libra adalah sahabatnya, tetapi dia sudah melakukan kejahatan yang mengakibatkan si korban nekad bunuh diri. 


     Para relawan, polisi, dan anak buah Libra. Tidak bisa menemukan keberadaan atau jejak dari September. Sampai Leo harus memeriksa ratusan cctv yang ada di wilayah sekitar sungai sampai radius 5 Kilometer. Hasilnya, ada seseorang yang menyelamatkan September setelah dia melompat ke sungai.

__ADS_1


     Leo dan keluarga Kimberley menganalisa orang yang tidak jelas kelihatan wajahnya. Untungnya orang itu menggunakan mobil yang jumlahnya terbatas. Sore hari, identitas si penolong September baru diketahui.


"Jadi, yang sudah menolong September itu adalah Taurus!" Ayu begitu terkejut saat salah seorang anak buah Leo memberikan laporannya.


"Ya. Sebaiknya kita datangi kediaman keluarga Bellaviti. Mungkin saja September berada di sana." Leo menggandeng tangan Ayu dan menaiki mobilnya. Begitu juga dengan kedua kakak laki-laki September ikut dengan mobil masing-masing.


***


     Aries kini menginterogasi Libra yang sedang duduk bersandar. Kesadarannya sudah kembali saat tengah hari tadi.


"Kenapa kamu melakukan hal bejat begitu?" Aries menatap Libra dengan penuh amarah.


"Aku marah! Cemburu! Melihat calon istriku bersama laki-laki lain. Mereka bersenang-senang, tertawa lepas bersama, saling berpegangan tangan. Padahal sama aku dia belum pernah melakukannya! Hanya hinaan yang dia lontarkan kepadaku," ucap Libra dengan emosi.


"Kamu marah karena melihat September melakukan hal itu dengan orang lain. Lalu apa kamu pernah berpikir perasaan tunangan kamu, ketika melihat dirimu sedang bersama wanita-wanita gatal yang berada disekitar kamu!" Aries menyindir Libra dengan langsung.


     Libra terdiam. Meski dia tahu sudah punya tunangan, tetapi masih tetap saja suka bermain dengan para wanita seksi yang selalu membuat dirinya senang dan melupakan penat pikiran tentang keluarganya. Lahir dari keluarga bangsawan dan berpengaruh, juga orang tuanya sama-sama sibuk tidak memperhatikan dirinya. Menjadikannya kurang kasih sayang. Tekanan harus menjadi seorang yang sempurna karena merupakan pewaris keluarga Castello. Membuat Libra menjadi masa bodoh dengan masa depannya sendiri juga masa depan orang lain, yang penting hari ini dia merasa senang.


     Namun, baru kali ini dia memikirkan orang lain. Tunangan yang tidak pernah diharapkannya dulu, tetapi sejak hari itu terus saja membayangi dirinya. Rasa marah, kecewa, kesal, menyesal, dan khawatir kini melekat pada dirinya.


     Libra menatap Aries dan berkata, "Lalu apa yang harus aku lakukan saat ini? Untuk memperbaiki semuanya?"


***


Apa yang akan dilakukan oleh Libra? Bagaimana reaksi September saat bertemu dengan Ayu juga kedua Kakak kandungnya?


Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya.


Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku ya. Ceritanya nggak kalah seru loh.

__ADS_1



     


__ADS_2