
Kedua netra itu saling menatap, sampai suara deheman seseorang mengalihkan perhatian mereka. Dilihatnya ada dua orang wanita paruh baya yang memandangi mereka. Tanpa sadar kalau Juli masih dalam gendongan Aprilio.
"Mama!" Juli dan Aprilio memanggil ibu mereka.
"Sampai kapan kalian akan seperti itu? Apa tidak malu dilihat oleh orang lain?" tanya Junia.
Juli menurunkan kedua kakinya dari pinggang Aprilio. Begitu juga dengan Aprilio melepaskan pegangan pada Juli.
Juli pun berlari ke arah Februari karena malu. Sementara Junia menatap tajam pada putranya, seakan meminta penjelasan padanya atas perbuatannya itu.
"Maaf, Tante. Tadi ada kecoa, dan aku yang fobia dengan kecoa tanpa sadar melompat ke pangkuan April," ucap Juli dengan menatap takut pada Junia.
Aprilio berjalan meninggalkan mereka. Junia hanya menarik napasnya. Keputusan Aprilio untuk melepaskan Ayu, membuat Junia dan Oktober kecewa. Keduanya memarahi Aprilio, tetapi meski terpaksa akhirnya mereka mengambil keputusan semuanya pada putra bungsu mereka. Dia tahu kalau Aprilio masih sedih dengan kandasnya tali pertunangannya dengan Ayu.
"Iya, tidak apa-apa. Apa kecoa itu sudah pergi atau masih ada?" Junia yang kurang suka dengan Julia bertanya dengan nada dingin.
"Sepertinya sudah tidak ada," jawab Juli dengan pelan dan menundukkan kepala karena tatapan Junia terasa menusuk jiwanya.
Junia pun pergi meninggalkan Juli dan Februari. Kini tinggal ada Juli dan Februari yang masih ada di sana.
"Kamu tadi sedang apa dengan April? Tidak melakukan yang tidak-tidak 'kan?" tanya Februari beruntun kepada putri semata wayangnya.
__ADS_1
"Melakukan yang tidak-tidak apanya? Tadi beneran ada kecoa dan tanpa sadar aku melompat ke pangkuan April," jawab Juli dengan memasang wajah cemberut karena Mamanya meragukan perkataannya.
"Jangan-jangan kamu suka sama April? Ayo, jawab yang jujur?" tanya Februari dengan penuh selidik pada putri semata wayangnya itu.
Ditanya seperti itu oleh Mamanya, membuat Juli tersipu malu. Hanya dengan menganggukkan kepala dia menjawab pertanyaan itu.
"Jadi, putri Mama ini suka dengan pemuda yang merupakan teman masa kecilnya, ya?" Februari menggoda Juli.
"Sudah ..., ah, Ma. Aku malu!" Juli menutup mukanya yang merah merona.
"Kenapa malu? April itu pemuda tampan dan masih bebas, belum terikat dengan gadis manapun. Karena dia baru saja memutuskan tali pertunangannya dengan Ayu. Jadi, kamu bisa mendekati dia." Februari memberi dukungan kepada anaknya.
"Kenapa kamu jadi pesimis begini? Mana putri Mama yang selalu percaya diri tinggi dan selalu berambisi tidak mau kalah?" Februari lagi-lagi menggoda putri tunggalnya itu.
"Dia sudah hilang. Musnah. Mati. Saat dia masuk penjara," ujar Juli dengan kesungguhan. Februari merasa sangat senang kalau Juli menjadi semakin dewasa.
***
Orang tua Ayu dan Leo sudah sepakat kalau pernikahan kedua anak mereka akan dilaksanakan bulan depan. Apalagi melihat kedua sejoli yang lagi kasmaran itu terus menempel satu sama lain, membuat keempatnya merasa yakin kalau generasi penerus akan cepat lahir.
Mereka membuat kesepakatan, jika anak pertama yang dilahirkan oleh Ayu akan mewarisi nama Jaya dan anak kedua akan mewarisi nama Esteban. Itu malah membuat Ayu dan Leo senang, dengan begitu nama kedua keluarga mereka akan punya penerus.
__ADS_1
Meski hari masih sore, tapi kedua orang tua Leo undur diri. Begitu juga dengan kedua orang tua Ayu, yang disuruh istirahat di rumah. Hanya Leo yang akan menjaga Ayu malam ini di rumah sakit.
"Kak Leo, telah ingkar janji!" seru Ayu saat ciuman mereka terlepas.
"Ingkar janji apa, Baby?" tanya Leo tidak mengerti.
"Katanya kita tidak akan ciuman sampai kita menikah," jawab Ayu dengan memasang wajah mengkerut.
"Ini balas dendam perasaan aku yang dua hari tidak melihat wajahmu, tidak mendengar suara kamu, dan luapan rasa kebahagiaan aku karena kita sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya kita." Leo menarik turun kan kedua alisnya.
"Ngomong-ngomong April ke mana, ya? Sejak siang hari dia tidak kelihatan," tanya Ayu.
"Dia sudah pulang, mau mengerjakan tugas, katanya," jawab Leo.
"Semoga saja dia tidak marah kepadaku," gumam Ayu.
***
Bagaimana perasaan Aprilio sesungguhnya saat ini? Akankah September beneran hamil?
Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1