Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Juli & Aprilio (2)


__ADS_3

     Juli terkejut saat Aprilio menjalankan mobilnya bukan menuju arah dia pulang ke rumahnya. Diliriknya pemuda yang sedang fokus menyetir itu. 


"April, kita akan ke mana? Ini bukan jalan menuju arah rumahku," tanya Juli.


"Kita obati dulu luka kamu," jawab Aprilio.


     Juli pun diam kembali. Sampai mereka memasuki parkiran sebuah apartemen mewah. Aprilio pun turun dan membukakan pintu untuk Juli. Digandengnya gadis itu saat masuk ke dalam lift.


     Ini pertama kali bagi Juli datang ke apartemen milik Aprilio. Hal ini malah membuat Juli berpikiran yang nggak-nggak.


"April tidak akan berbuat sesuatu yang gila 'kan?" gumamnya sangat pelan sambil melihat ke arah laki-laki yang sedang mencari sesuatu di dalam laci.


     Tidak lama kemudian, Aprilio membawa kotak obat. Dia mengoleskan salep untuk menghilangkan memar. Lagi-lagi Juli dibuat terpana oleh perbuatannya.


"Kenapa kamu lakukan semua ini?" tanya Juli.


"Apakah harus ada alasan dalam menolong orang lain?" Aprilio balik bertanya.


"Kalau kamu terus baik seperti ini sama aku, kapan aku bisa melupakan kamu?" bisik Juli.


"Aku harap seumur hidup kamu tidak akan pernah melupakan aku," jawab Aprilio sambil menatap retina berwarna coklat itu.

__ADS_1


"Kamu jahat!" kata Juli.


"Ya. Tapi lebih jahat kamu!" balas Aprilio.


"Aku jahat apa sama kamu!" tukas Juli dengan kesal.


"Pikir saja sendiri." Aprilio berdiri dan hendak pergi melangkah.


"Apakah kamu punya obat agar lupa ingatan?" tanya Juli sambil mendongakkan kepala melihat ke arah Aprilio yang berdiri menjulang.


"Memangnya ada obat seperti itu?" tanya Aprilio saat membalikan badannya menghadap Juli.


     Dengan satu gerakan cepat Aprilio mendorong Juli hingga terlentang di atas sofa. Ada kilatan marah di mata Aprilio.


"Bukannya sudah aku bilang tadi, kalau kamu tidak akan pernah melupakan aku seumur hidupmu." Aprilio mengunci pergerakan Juli.


     Juli yang kesal memukul Aprilio sambil berkata, "Kamu tidak pernah merasakan ketika menyukai seseorang dan orang itu tidak pernah peduli sama kamu! Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa menghilangkan perasaan ini?" 


"Yang harus kamu lakukan adalah buat dia menyukai kamu juga! Jangan menyerah untuk membuatnya mencintai kamu," jawab Aprilio setengah berbisik.


     Netra mereka saling beradu. Juli yang kesal sama Aprilio malah menangis. Dia selalu kalah sama laki-laki yang berada di atasnya.

__ADS_1


"Kamu yang tidak pernah membuka hati untuk aku, bagaimana bisa membuatmu agar jatuh cinta kepadaku?" Juli bicara diselingi isak tangisnya.


"Bukannya aku pernah bilang, kalau aku membuka hati untuk siapa saja. Dan kamu termasuk salah satunya. Kenapa kamu sudah menyerah duluan? Apa hanya segitu rasa cintamu untuk aku? Kemana sifat keras kepala dan tidak mau kalah serta pantang menyerah yang dulu selalu ada dalam dirimu?" tanya Aprilio bertubi-tubi dan membuat Juli terdiam.


"Apa aku termasuk wanita tipe kesukaan kamu?" tanya Juli.


"Sudah aku bilang kamu itu cantik dan punya keinginan untuk memperbaiki diri kamu. Ubahlah sifat dan pikiran buruk yang ada dalam diri kamu. Salah satunya menjauhi aku. Mama selalu menanyakan kamu. Kenapa tidak pernah datang lagi ke rumah? Kamu jangan suka memutus tali kekeluargaan yang sedang kamu bangun," jawab Aprilio.


"Iya. Aku akan ubah sifat dan pikiran buruk aku ini. Aku akan selalu berpikir optimis dan perlahan merubah sifat-sifat buruk yang kadang masih muncul ini. Apa rasa cemburu juga harus aku hilangkan?" tanya Juli.


"Untuk cemburu ... asal jangan sampai cemburu buta saja. Karena rasa cemburu juga di perlukan dalam suatu hubungan," balas Aprilio.


***


Aku nulis ini agak terburu-buru, komen ya jika ada yang perlu di perbaiki. Nanti aku akan revisi.


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk selalu klik, like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku ya. Seru loh ceritanya.


__ADS_1


__ADS_2