Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Persiapan Pernikahan Ayu-Leo


__ADS_3

     Ayu dan Leo sedang menyiapkan gaun pengantin untuk pesta pernikahan mereka nanti. Seorang desainer terkenal dipilih oleh Cancer untuk membuat gaun terbaik bagi calon menantunya.


"Baby, gaun seperti apa yang kamu impikan saat menjadi seorang pengantin?" tanya Leo.


"Waktu kecil aku bercita-cita ingin menjadi seperti seorang putri kerajaan saat menikah. Tapi, saat remaja berganti. Gaun pernikahan impian aku ingin yang memiliki bagian yang menjuntai panjang di belakang. Sekarang impian aku, memakai gaun pengantin yang sederhana agar bisa lari," jawab Ayu.


     Leo yang tadinya memasang wajah tersenyum berubah saat Ayu bilang ingin gaun pengantin yang sederhana agar dia bisa lari. Ada terselip rasa takut kalau kekasihnya akan kabur di hari pernikahan mereka nanti.


"Baby ..., kamu mau lari kemana?" tanya Leo dengan pelan dan lambat.


"Lari, buat bulan madu," bisik Ayu dan sukses membuat Leo senang. Dalam satu detik Ayu sudah berada dalam pelukannya.


"Nakal, ya kamu!" Leo mencium pipi Ayu karena gemas sedangkan Ayu malah tertawa geli.


     Pasangan yang sedang terkena virus cinta itu, membuat para pegawai di sana merasa iri. Leo begitu terlihat sangat memuja Ayu. Saat tubuhnya diukur pun dia sendiri yang melakukan pengukuran itu. Alasannya karena tidak boleh ada yang memegang dada dan pinggang Ayu. Meski sempat terjadi perdebatan kecil di antara mereka karena sifat posesif Leo.

__ADS_1


     Selesai melakukan pengukuran dan pembuatan desain gaun pengantin. Ayu dan Leo pergi ke toko perhiasan. Mereka memesan cincin kawin. Kali ini Meina yang mengurus bagian itu. Dia ingin Ayu mendapatkan yang terbaik. Maka dipilih seorang pengrajin perhiasan yang hebat dalam mendesain dan hanya ada satu-satunya di dunia ini. 


     Leo meminta satu set perhiasan dibuat khusus untuk Ayu. Meski harganya selangit, dia tidak peduli yang penting hasilnya memuaskan.


"Kak Leo, aku lapar." Ayu memegangi perutnya karena sejak tadi belum makan siang.


"Oke. Setelah ini kita akan makan kesukaan kamu." Leo menggandeng tangan Ayu.


***


     Setelah keduanya selesai makan, mereka berjalan-jalan di taman. Tanpa sengaja mereka melihat Aprilio dengan Juli.


"Wah, lihat Juli! Dia emang pantang menyerah," kata Ayu sambil tersenyum senang.


"Bukannya kamu mau membantu April biar dekat dengan si gadis cinta pertama yang dulu disukainya?" tanya Leo sambil menatap Ayu.

__ADS_1


     Ayu hampir lupa dengan hal itu karena Juli selalu curhat akan perasaan dia kepada Aprilio. Jadi, malah mendukung sepupunya untuk meraih cinta itu.


"Aku lupa. Habis April tidak memberi tahu nama gadis itu," jawab Ayu.


"Kalau begitu tanya 'kan nama gadis itu. Lihat di antara Juli dan dia siapa yang terbaik dan pantas untuk April," lanjut Leo.


"Iya, Kak Leo benar." Ayu bicara tanpa mengalihkan pandangannya dari Aprilio dan Juli yang terlihat sedang bicara.


"Tapi, aku penasaran apa yang sedang mereka bicarakan?" Leo tersenyum jahil dan di cubit pipinya oleh Ayu.


"Jangan mulai memancing perseteruan, nanti kalian bertengkar lagi," sindir Ayu sambil memasang wajah galak.


Leo yang gemas sama Ayu malah gantian mencubit pipi mulus Ayu. Keduanya malah berakhir dengan tertawa renyah karena seperti anak kecil yang sedang bertengkar dan saling cubit.


***

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, komentar, hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2