Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Luka


__ADS_3

      Leo membersihkan cumi dan membuang tintanya. Kemudian, memotong-motong menjadi ukuran lebih kecil dan tanpa sengaja jarinya teriris.


"Aw!" 


"Kenapa?" tanya Aprilio.


"Nggak sengaja teriris," jawab Leo sambil meringis menahan perih.


     Leo melihat darah keluar dari luka yang tersayat oleh pisau barusan. Darah berwarna merah gelap itu langsung dibersihkan oleh Leo dengan mengucurkan air kran tepat pada lukanya. Namun, malah semakin banyak darah yang keluar.


     Ayu yang melihat itu langsung mengambil tangan Leo. Lalu, mengemut jari yang terluka itu. Dihisapnya darah dari jari telunjuk Leo dan di buangnya ke wastafel. Ayu mengulangi sampai dua kali.


     Leo yang awalnya terkejut dengan perbuatan Ayu. Kini, menahan malu dan jantungnya yang berdebar semakin kencang. Kaki dan tubuh Leo berasa bergetar saat jarinya merasakan hangat mulut dan lidah Ayu.


     Setelah dirasa darahnya berhenti keluar, Ayu mengajak Leo ke ruang keluarga. Leo didudukkan di sofa, sedangkan Ayu mengambil kotak P3K di laci bufet. 


     Ayu pun membersihkan luka dengan alkohol terlebih dahulu. Sambil membersihkan luka, Ayu meniup-niup agar tidak terlalu perih. Diambilnya plester bermotif dinosaurus untuk menutupi lukanya.


    Leo yang diam sambil memperhatikan Ayu, dibuat gemas olehnya. Apalagi saat Ayu meniup-niup lukanya, bibir berwarna pink segar itu terlihat menggoda di mata dia.


"Sudah beres!" Ayu memegang tangan Leo dan memperlihatkan jari telunjuknya yang kini sudah terbalut dengan plester bermotif dinosaurus berwarna pink.


     Leo pun tersenyum geli melihat hasil kerja Ayu. Menurutnya dia seperti anak kecil, bila terluka dikasih plester bermotif. Biasanya orang dewasa itu dikasih plester polos.


"Terima kasih." Leo menatap Ayu dengan intens. Hal ini membuat Ayu sedikit gugup, apalagi jarak mereka begitu dekat.


     Suara bel rumah berbunyi dan membuat keduanya terkejut dan menjauhkan tubuh masing-masing. Ayu bergegas ke depan rumah ingin melihat tamu yang datang ke rumah di hari libur.


     Ayu terkejut saat mengintip tamu yang datang. Dia pun merapihkan baju dan rambutnya sebelum membukakan pintu.


"Hai, Ayu. Selamat siang!"


"Hai, Kak Aries. Selamat siang," balas Ayu.


"Maaf mengganggu, aku datang tiba-tiba karena sejak tadi aku menelpon kamu, tapi nggak diangkat-angkat. Aku jadi khawatir telah terjadi sesuatu kepada kamu. Makanya aku cepat-cepat datang ke sini," jelas Aries.


     Ayu merasa senang karena laki-laki yang dia sukai ternyata mengkhawatirkan dirinya. Senyum langsung terbit dan tidak bisa menyembunyikan pipin yang kini merona karena bahagia.


"Tidak kok, Kak. Aku sedang mau masak untuk makan siang. Jadi, tidak memegang handphone," jawab Ayu.

__ADS_1


"Kamu selalu masak sendiri?" tanya Aries.


"Tidak juga. Kebetulan Mama sedang ke luar kota bersama Papa," jawab Ayu.


"Masuk dulu, Kak!" Ayu mengajak Aries ke dalam rumah dan berjalan menuju dapur.


     Rupanya Leo sudah kembali ke dapur dan melanjutkan lagi pekerjaan yang tadi sempat tertunda. Aries terkejut karena ada Leo di sana, bahkan sedang membantu memasak.


"Ngapain kamu datang ke sini?" tanya Leo begitu melihat Aries masuk ke dapur.


"Mau mengunjungi calon masa depan!" kata Aries terang-terangan dan itu membuat Leo marah.


     Aprilio memperhatikan kedua pemuda tampan yang kini sedang saling menatap tajam. Terlihat jelas persaingan di antara mereka.


'Apa mereka berdua memperebutkan Ayu?' batin Aprilio.


     Ayu melihat kedua seniornya saling diam dan menatap tajam, merasa takut. Maka dia pun menghampiri Aprilio. Tangan Ayu memegang tangan Aprilio dan menggoyangkan sedikit.


"Mereka berdua, kenapa?" tanya Ayu dengan berbisik.


"Sedang perang dingin," jawab Aprilio.


***


     Untuk makan siang, menu yang akan dibuat berubah menjadi pesta barbeque karena September dan Libra juga akan ikut bergabung bersama mereka. Saat Ayu selesai memberikan bumbu pada daging, terdengar suara mesin mobil yang memasuki pekarangan rumah Ayu.


     Ayu senang karena September sudah datang. Namun, saat dia membukakan pintu, orang yang berdiri di sana adalah Juli sambil membawa satu jinjing paper bag yang berisi makanan.


"Nih, dari Mama!" Juli menyerahkan paper bag itu kepada Ayu dengan wajah masam.


     Ayu pun menerima dan dapat mencium wangi soto buatan Tante Februari. Dia tahu Tantenya itu mau nggak mau, terpaksa nggak terpaksa harus memberikan makanan kepada Ayu, atas perintah Kakek Wijaya.


"Mobil siapa itu?" tanya Juli kepada Ayu, tetapi matanya tidak lepas dari kedua mobil sport keren milik Leo dan Aries.


"Milik Kak Leo sama Kak Aries," jawab Ayu dengan malas karena dia yakin nanti Juli nggak mau pulang.


"Benarkah mereka ada di sini?" tanya Juli ingin memastikan lagi jawaban Ayu.


"Iya, mereka ada di dalam," jawab Ayu dengan malas. Senyum Juli terlukis di wajahnya yang cantik.

__ADS_1


     Tanpa di suruh masuk, Juli langsung menyelonong mencari keberadaan Pangeran Kampus di dalam rumah Ayu. Hati Juli berbunga-bunga karena sangat senang akan melihat kakak senior yang agak sulit di dekati oleh perempuan, terutama Leo. Dia selalu menjaga jarak dari para mahasiswi atau gadis-gadis muda yang ingin mendekatinya.


"Dasar tidak tahu sopan santun. Main nyelonong masuk saja, tuh orang." Ayu bersungut-sungut sambil melihat ke arah Juli yang kini sudah menghilang dari pandangan.


***


     Begitu Ayu akan menutupkan pintu, terlihat ada mobil September hendak masuk gerbang besi. Halaman rumah Ayu sudah ada tiga mobil yang terparkir di sana. Jadi, punya September akan pas dekat dengan gerbang.


"Parkir di depan gerbang saja. Biar mudah keluar nanti," teriak Ayu dari teras rumah agar terdengar oleh temannya.


"Banyak mobil di sini, apa banyak tamu yang datang?" tanya September.


"Ada empat orang di dalam," jawab Ayu.


"Ya, sudah aku parkir di luar saja."


     Saat September memundurkan mobilnya, ada mobil lain yang mau masuk ke pekarangan rumah Ayu.


Brak!


"Si_al!" September mengumpat karena dia tidak tahu kalau akan ada mobil dibelakangnya.


"Oh, tidak! Mobil milik siapa itu?" Ayu melihat September menabrak mobil milik orang lain saat memundurkan mobilnya.


Ayu pun berlari ke arah September yang ke luar dari mobilnya. Pemilik mobil satunya lagi juga ke luar dengan membanting pintu mobil dengan keras.


"Apa yang kamu lakukan!" bentaknya kepada September.


***


Mobil siapa yang ditabrak oleh September?


Kegaduhan apa yang akan terjadi di rumah Ayu dengan berkumpulnya para pemuda-pemudi itu?


Tunggu kelanjutannya ya!


Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya.


Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2