Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Bayi Belum Bergerak


__ADS_3

     September merajuk sama suaminya karena mereka tidak jadi ikutan acara kencan ganda bersama teman-temannya karena urusan pekerjaan. Dia merasa iri melihat kebersamaan mereka. Senyum dan tawa mereka begitu terlihat senang. Apalagi saat Ayu dan Leo yang sedang berada di taman. Dimana Leo berjongkok di depan Ayu yang duduk di kursi taman. Terlihat Leo mencium perut buncit Ayu. Apalagi mereka memberitahu betapa bahagianya karena bayi-bayi di dalam perutnya sudah bergerak. Sementara bayi yang ada di dalam perutnya belum bergerak sama sekali.


"Sayang, makan malam dulu, ya! Kasihan bayinya nanti kelaparan," ajak Libra membujuk istrinya.


"Kak, kenapa bayi kita belum bergerak? Apa bayinya tidak sehat?" tanya September dengan sendu.


     Setelah mendiamkan seharian suaminya, akhirnya September mau bicara juga. Meski kata-katanya nggak enak di dengar.


"Suttt, jangan bicara begitu! Kalau bayinya mendengarkan, dia akan sangat sedih. Anak kita sehat. Kenapa kamu punya pikiran seperti itu?" tanya Libra.


"Karena bayi kita belum bergerak. Tidak seperti bayinya Ayu. Mereka sudah bergerak," jawab September.


"Mungkin bayi kita ini orangnya kalem tidak suka petakilan," balas Libra untuk menenangkan perasaan istrinya.


"Justru bayi yang diam dan tidak bergerak itu yang harus diwaspadai. Bagaimana, jika bayi ini tidak hidup—?" September memejamkan matanya saat bibir suaminya membungkam mulutnya.

__ADS_1


"Jangan bicara seperti itu. Anak kita itu jelas merupakan bayi yang hebat. Usia kandungannya mungkin yang belum bisa membuat bayi kita bergerak. Besok kita cek ke dokter kandungan. Untuk melihat perkembangan janinnya," jelas Libra dengan menahan kesedihannya.


     September pun menganggukkan kepalanya dan memeluk tubuh suaminya. Dia menghirup banyak-banyak wangi tubuh suaminya yang seharian ini dia diamkan.


"Sekarang makan dulu, ya!" ajak Libra sambil mengelus rambut istrinya.


"A–Aku ... mau ...." September membisikan sesuatu yang membuat Libra tersenyum bahagia.


     Tanpa diminta dua kali, Libra langsung mengabulkan permintaan istrinya itu. Dengan bercinta membuat perasaan keduanya semakin erat. 


***


     Libra setia menanti di kursi pojok menunggu istrinya yang sedang melakukan USG. Dia juga sebenarnya agak cemas juga. Sampai-sampai dia menghubungi Leo untuk menanyakan kenapa anak dia sudah bergerak sementara anaknya belum bergerak sama sekali.


"Bagaimana, Dokter? Apa bayi kami baik-baik saja?" tanya Libra tidak sabar.

__ADS_1


"Dilihat dari hasil USG bayi Anda baik-baik saja tidak ada masalah. Besar bayinya juga sesuai dengan usia janin. Semua dalam keadaan baik dan normal." Dokter itu memperlihatkan layar dan menunjuk bagian-bagian tertentu.


"Benarkan, Sayang. Apa kata aku juga. Kalau bayi kita itu sehat," kata Libra pada istrinya yang masih berbaring di atas brankar pasien.


"Ya, wajar dong. Aku panik karena anak aku nggak bergerak seperti bayi yang lain," balas September dengan memasang wajah cemberut.


    Kedua calon Mama dan Papa itu pulang dengan perasaan bahagia. Mereka juga memberi tahu kepada keluarga besar mereka kalau calon penerus dalam keadaan baik-baik saja.


***


Sementara di sebuah ruang kerja yang terkesan mewah dan berada di lantai tinggi. Terlihat ada dua orang yang berbeda gender. Satu laki-laki yang duduk di kursi kebesarannya dan seorang perempuan yang berpenampilan seksi dan menggoda.


"Ada apa lagi, Novi?" tanya laki-laki itu.


"Desember, bantu aku untuk mendapatkan Leo putra dari keluarga Esteban." Wanita itu mengutarakan niatnya.

__ADS_1


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2