
"Kak, itu ada gerobak mie ayam!" seru September girang. Seperti anak kecil yang dikasih permen.
Libra dan September akhirnya bisa menemukan tukang mie ayam gerobak keliling, setelah mencari kesana-kemari. Saking inginnya makan makanan kesukaannya itu, September memesan sampai dua porsi. Libra dibuat kagum dengan makan istrinya yang lahap itu.
"Sayang, kamu sedang tidak hamil 'kan?" tanya Libra dengan mimik penasaran.
"Enggak. Bahkan aku baru selesai datang bulan," jawab September.
"Selera makan kamu lahap seperti orang yang sedang hamil. Dan juga tiba-tiba ingin makan mie ayam di malam hari. Mana harus yang dijualnya juga pakai gerobak lagi," lanjut Libra sambil tersenyum geli.
"Aku hanya mau menjahili kamu saja. Toh besok juga padahal bisa aku beli mie ayam di kampus," ujar September.
Mendengar kata-kata istrinya itu tidak membuat Libra marah. Justru dia senang kini istrinya sudah mau bicara dengan nada normal.
"Sini aku suapi!" Libra mengambil sendok dari tangan wanita yang sudah dia rindukan selama ini.
Libra menyuapi September layaknya orang yang lagi kasmaran. Meski bisa dibilang kalau mereka masih kehitung pengantin baru, karena belum ada 2 bulan umur pernikahan mereka.
"Sayang, kamu itu semakin hari semakin cantik," kata Libra sambil merapihkan anak rambut di kening istrinya.
"Bohong!" balas September.
"Aku tidak bohong. Lihat saja nanti di cermin saat kita pulang ke rumah," ujar Libra.
__ADS_1
"Meski Kakak, bicara bohong pun aku merasa senang," aku September dengan jujur.
"Bukan wajah kamu saja yang cantik. Tapi, sifat peduli ke sesama yang sering kamu lakukan itu juga membuat hatimu menjadi cantik," rayu Libra dan membuat September tersipu malu.
Libra mulai melancarkan rayuan mautnya untuk menjerat hati sang istri. Hasilnya, sukses. Libra berhasil membawa September ke apartemen tempat malam pengantin mereka dulu. Kini kejadian itu terulang lagi di tempat yang sama. Mereka memadu kasih menyalurkan rasa cinta dan rindu mereka.
"September, aku mencintaimu! Kembalilah padaku," bisik Libra.
"Aku benci kamu, Kak. Kamu selalu membuat aku menjadi bodoh. Selalu saja jatuh dalam tipu daya kamu," balas September.
***
Libra mengira kalau September sudah memaafkan kesalahannya dan mau kembali bersamanya lagi. Ternyata saat pagi harinya, September kembali berubah dingin dan galak.
Libra tidak tahu kenapa istrinya kembali berubah. September kesal kepada suaminya karena memberikan banyak lukisan cinta di lehernya dan tidak bisa ditutupi. Padahal dia sudah bilang kalau hari ini akan masuk kuliah.
"Aku benci kamu, Kak!" September menghentakkan kakinya dan langsung pergi.
'Aduh marah lagi!' batin Libra. Kemudian mengikuti istrinya.
***
Juli memulai hari dengan perasaan bahagia. Euforia dari efek semalam masih bisa dia rasakan. Senyum bahagianya mengembang dan langkah kakinya terasa ringan.
__ADS_1
"Selamat pagi, Mama ..., Papa ...." Juli memeluk dan mencium pipi kedua orang tuannya.
"Anak gadis Papa ceria banget hari ini," kata Maret sambil tersenyum menggoda putrinya.
"Pasti senang 'lah, Pa. Semalam dia pulang di antar sama April," ujar Februari sambil tersenyum ikut menggoda Julia.
"Mama, kok tahu!" Julia memicingkan matanya karena semalam dia pulang lewat tengah malam setelah menghabiskan waktu jalan-jalan di taman.
"Tahu 'lah. Juni menghubungi Mama jam sepuluh malam, tapi kamu sampai ke rumah lebih dari dua belas. Kemana saja dulu kamu bersama April?" tanya Februari penasaran.
"Hm, itu ... kami—" Julia menelan ludahnya.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya, baca juga karya teman aku. Ceritanya bagus dan seru. Baca yuk!
Author: Tie Tik
Judul: Suamiku CEO Cilok
Blurb:
__ADS_1
Mempunyai cita-cita menjadi istri seorang CEO adalah mimpi sebagian besar seorang wanita, apalagi jika wanita tersebut seorang penulis novel online, pasti khayalannya melampaui batas wajar.
Shasa, itulah nama seorang gadis berusia dua puluh tiga tahun yang memiliki cita-cita aneh—ia ingin nasibnya seperti salah satu tokoh film Hollywood yang memiliki suami seorang pemilik perusahaan besar, bahkan Shasa rela menolak lamaran dari anak pak lurah hanya karena cita-cita yang aneh. Akankah harapan Shasa terpenuhi? Mungkinkah Shasa menjadi istri seorang CEO muda seperti cita-citanya selama ini?