
#WARNING
#BACA DIWAKTU SAHUR ATAU SETELAH BUKA PUASA
Aprilio mengarahkan mukanya ke samping. Dia bisa melihat dengan jelas wajah Juli yang merona. Seperti biasa Juli lagi-lagi melakukan serangan mendadak kepada Aprilio. Namun, kali ini ciuman itu berbeda karena Aprilio membalas pagutannya. Juli sangat senang sekali ketika Aprilio membalas ciumannya. Bahkan Juli sengaja memancing lawannya agar berubah menjadi lebih agresif lagi.
Aprilio merasakan desiran aliran darah yang terasa mengalir cepat. Detak jantungnya terasa bertalu-talu. Dia pun membiarkan instingnya yang bekerja.
Usaha Juli membuahkan hasil. Sepertinya Aprilio menyukai benda lunak berwarna pink miliknya. Terbukti ketika tautan mereka terlepas, detik berikutnya pemuda itu akan menyatukan lagi.
"Aku menyukaimu April," kata Juli di sela-sela kegiatan mereka.
Aprilio tidak menjawab. Sampai Juli mengulang tiga kali.
"Itu hak kamu untuk menyukaiku. Aku nama bisa mencegahnya rasa itu pada seseorang." Balas Aprilio sambil mengusap bibir Juli yang basah dan bengkak akibat perbuatannya.
"Jadi, kamu nggak melarang aku untuk menyukaimu?" bisik Juli dengan tatapan berbinar bahagia.
"Ya. Tidak seorang pun yang bisa melarang akan perasaan orang lain," balas Aprilio kemudian kembali menengadahkan kepala melihat langit malam bertabur bintang.
"Terima kasih." Satu ciuman mendarat di pipi Aprilio. Juli merasa sangat senang.
__ADS_1
'Kebiasaan,' batin Aprilio. Namun, dia membiarkan hal itu. Rasanya lelah. Meski sudah berulang kali mengingatkan Juli, jangan melakukan hal memalukan seperti itu.
***
Ayu dan Leo berdansa di balkon dengan memutar musik yang alunannya lambat. Ayu merasa lebih romantis berdansa berdua di saksikan jutaan bintang yang bertaburan di langit.
"Kak Leo, ini sudah larut malam. Aku harus pulang," kata Ayu menyudahi dansanya ketika musik berhenti.
"Apa kamu tidak mau menginap di sini?" tanya Leo.
"Tidak. Nanti Mama dan Papa marah," jawab Ayu dan berjalan menjauhi Leo hendak pulang sendiri.
Namun, Leo menggandeng tangannya dan mengantarkan Ayu pulang. Meski, dalam hatinya dia masih ingin menghabiskan waktu bersama. Kesibukan di kantor dan mengurus pekerjaannya, membuat intensitas pertemuan mereka berkurang.
"Kalian mau pergi bulan madu ke mana?" tanya Virgo sambil mengarahkan perhatiannya ke pada Ayu dan Leo.
"Kita bulan madunya nanti setelah Ayu libur semester, Pa. Biar lama," jawab Leo diikuti seringai manis dan jahil.
Virgo yang tahu akan sifat putranya itu hanya tertawa terkekeh. Diikuti juga oleh Agustus. Mereka berdua memberi tahu Leo bagaimana caranya menyenangkan istri di tempat tidur.
Baik Agustus maupun Virgo ingin secepatnya mendapatkan cucu. Jadi, Ayu tidak bisa menunda kehamilannya nanti.
__ADS_1
"Mulai besok kalian dilarang bertemu sampai hari pernikahan. Jaga diri kalian jangan sampai terjadi apa-apa dan hal yang tidak diinginkan." Meina memberi wejangan kepada Ayu dan Leo.
"Kenapa kita tidak boleh ketemu, Ma?" tanya Leo dengan nada kecewa.
"Biar saat hari pernikahan kalian terasa istimewa," jawab Meina.
"Istimewa bagaimana, Ma?" tanya Ayu kali ini.
"Karena kalian sudah menahan rasa rindu selama satu minggu. Saat bertemu nanti rasa bahagia saat melihat satu sama lain akan terasa membuncah. Cinta kalian pun akan terasa berkali-kali lipat," jawab Meina dengan senyum menggoda Ayu.
"Iya, benar kata Mama. Kemarin dua hari tidak bertemu Ayu saja, rasa cinta dan sayangku terasa semakin besar. Dan rasa senang ketika melihat wajahnya, hati ini terasa sangat bahagia," lanjut Leo.
"Setelah sah sebagai suami istri, kalian bisa bermesraan sesuka hati," ucap Virgo yang senang menggoda Leo.
"Jadi, nggak sabar menunggu satu minggu lagi," ujar Leo dengan seringai jahilnya ke arah Ayu. Sementara Ayu, malah menunduk karena malu. Dia juga sebenarnya ingin cepat-cepat waktu satu minggu ini berlalu.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.
Teman-teman sambil menunggu up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku ya.
__ADS_1