
Suasana di kediaman Jaya pagi ini benar-benar sibuk. Mereka akan berangkat ke hotel tempat dilaksanakannya pernikahan Ayu dan Leo. Ayu dan Juli sudah terlebih dahulu berangkat ke hotel di jemput oleh orang kepercayaan keluarga Esteban.
"Mei, aku pernah bilang 'kan dulu. Kalau keluarga Wijaya dan Esteban itu akan bersatu. Lihat, sekarang! Bukan kamu yang menyatukan keluarga kami, tetapi anakmu, Ayu 'lah yang menyatukan dua keluarga ini," ujar Kakek Wijaya, ayahnya Meina.
"Iya. Ayu 'lah yang sudah menyatukan keluarga kita yang sempat terputus hubungannya karena aku tidak mau menikah dengan Virgo.
"Jagalah cucu Esteban itu untukku. Jangan kamu mempersulitnya," lanjut Kakek Wijaya. Mana mungkin aku mempersulit Leo! Sedang laki-laki itu adalah orang yang dicintai oleh Ayu," balas Meina.
"Aku pegang kata-kata Mei," sahut Kakek Wijaya.
***
Keluarga Esteban semuanya sudah siap di kamar tempat mereka menginap. Leo sudah tidak sabar menunggu detik-detik dirinya dan Ayu bersatu dalam ikatan suci.
"Wah, anak Mama sungguh tampan!" Canser menatap kagum kepada Leo.
"Tentu saja, Ma. Kalau aku tidak tampan mungkin saja Ayu nggak akan memilihku dari sekian banyak laki-laki yang mendekatinya," tukas Leo.
"Eits, jangan bilang seperti itu. Mama yakin kalau Ayu itu mencintaimu bukan karena rupa tampan kamu saja. Mungkin juga karena karisma yang kamu miliki sangat kuat, atau kehangatan hati dan perhatian kamu padanya, sehingga dia menjadi luluh dan jatuh cinta kepadamu," ucap Canser.
Leo pun tersenyum seraya menganggukkan kepala. Dia membenarkan apa yang ibunya katakan. Kalau calon istrinya itu menerima dia apa adanya. Bukan karena dia kaya, tampan atau dari keluarga terpandang.
"Aduh, Ma. Aku sudah tidak sabar ingin melihat Ayu." Leo mondar-mandir di dalam kamar hotel yang bersebelahan dengan kamar di mana Ayu juga sudah berdandan cantik sempurna.
__ADS_1
***
Sementara itu, di suatu tempat sudah ada beberapa orang yang berkumpul dan sedang siap-siap untuk melancarkan aksinya untuk menggagalkan pernikahan Leo dan Ayu. Mereka berangkat menggunakan dua mobil. Melaju secara terpisah ke arah yang berbeda.
"Sebaiknya kita juga berangkat, Pisces!" ajak seorang laki-laki yang menggunakan topi.
"Sagitarius, kamu yakin akan ikut aku ke hotel itu? Mungkin saja kamu akan bertemu dengan Aquari dan Januari," ujar Pisces.
"Ya, aku yakin. Aku juga ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh pasangan pengantin yang baru pulang dari bulan madu itu kepada aku," tukas Sagitarius dengan tatapan mata penuh amarah.
***
Entah karena sudah ada pirasat atau apa yang membuat Leo memajukan satu jam lebih cepat pengucapan ikrar suci, pernikahan mereka. Tidak ada yang membantah keinginannya itu.
Pose mesra mereka diabadikan dalam bentuk video dan foto. Sangat jelas sekali kebahagian terpancar di wajah kedua pengantin itu.
"Baby, ternyata benar apa kata Mama Mei. Kalau rasa cinta dan rindu aku semakin terasa besar dan berkali-kali lipat dibanding sebelumnya," kata Leo sambil menatap Ayu dengan mata berbinar.
"Iya. Aku juga semakin cinta dan sayang kepadamu, Darling." Ayu berkata dengan malu-malu dan membuat Leo merasa gemas.
Tanda aba-aba Leo langsung mencium mesra bibir ranum yang selalu menggoda di matanya itu. Tidak sekali dua kali mereka berciuman. Entah berapakali dan tanpa mereka sadari kalau sekarang sedang dihadapan orang banyak. Photografer juga mengabadikan kegiatan mereka itu.
"Aku mencintaimu, Baby!" ungkap Leo dengan senyum menawannya.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu, Darling," balas Ayu dengan senyum cantiknya.
***
Terlihat Pisces berada di sudut ruangan ballroom hotel menatap kedua pengantin itu dengan penuh kebencian. Sementara Sagitarius berada di sudut berbeda meski masih di ruangan yang sama. Dia menatap nanar kepada Aquarius yang berada dalam rangkulan Januari.
"Sayang, suatu saat nanti kamu juga akan jatuh dalam pelukan aku, seperti dahulu," gumamnya.
***
Bagaimana kisah selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
Sambil menunggu up bab Ayu berikutnya. Jangan lupa baca juga karya teman aku. Ceritanya bagus dan seru loh!
Judul : Ibu Izinkan Aku Bahagia
Napen : Sutihat Basti Wibowo
Ditinggalkan oleh sang Ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang Ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba Ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang Ayah menorehkan pilu dalam dada sang Ibu.
Di tengah deruan rasa rindunya pada sang Ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang Ayah telah menceraikan Ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat Ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang Ibu tak berdaya. Di sisi lain sang Ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.
Akankah kerinduan Shaka pada sang Ayah berakhir dengan sebuah pertemuan atau mungkin tidak ???
__ADS_1