
Ayu dan Juli duduk di balkon kamar saling berhadapan. Juli mengarahkan pandangannya ke rumah sebelah. Lebih tepatnya pada kamar Aprilio. Terlihat jelas di wajahnya kalau dia berharap bisa melihat pemuda yang belakangan selalu hadir dalam mimpinya.
"Kenapa?" tanya Ayu sambil menahan senyum. Tidak pernah Ayu melihat Juli menyukai seseorang seperti saat ini. Biasanya Juli dengan tidak tahu malu akan berteriak-teriak memanggil orang yang dia sukai, tanpa tahu tempat dan waktu. Namun, kali ini berbeda.
"Apa April selalu keluar dari kamar atau rumahnya?" Juli balik bertanya. Kini perhatiannya beralih kepada Ayu.
"Ya, kadang-kadang." Ayu menunjuk dengan dagunya ke arah beranda kamar di rumah sebelah.
Senyum Juli langsung terbit begitu melihat Aprilio sedang berdiri di balkon kamarnya sambil memegang secangkir minuman. Kemudian dia duduk tanpa melihat ke arah balkon kamar Ayu.
Mata Juli langsung berbinar saat melihat pujaan hatinya. Ingin rasanya dia berteriak memanggil nama pemuda itu, seperti yang sering lakukan oleh para gadis, jika bertemu dengan sosok idolanya.
"Ayu, ada April!" Juli berkata tanpa mengalihkan perhatiannya dari Aprilio.
"Dasar bucin. Baru lihat kejauhan saja sudah senang begitu! Apalagi kalau dekat, bisa-bisa kamu langsung nemplok sama April." Ayu senang menggoda Juli sekarang. Baginya terasa lucu ketika melihat Juli yang sedang kena demam asmara.
"Enak banget ya, kamu Yu. Bisa melihat April setiap hari," kata Juli dengan iri.
"Kalau kamu mau tiap hari melihat April, tinggal saja di rumah ini," balas Ayu dan itu membuat mata Juli berbinar-binar karena bahagia.
"Beneran, aku boleh tinggal di sini?" tanya Juli sambil mengalihkan wajahnya pada Ayu.
__ADS_1
"Ya. Aku punya waktu satu bulan lagi sebelum menikah. Kamu bisa tinggal di sini dengan alasan menemaniku. Padahal, sebenarnya sedang berusaha untuk mendekati April," jawab Ayu sambil tertawa senang. Berbeda dengan Juli yang sedang memberengut karena sejak tadi di goda terus oleh Ayu.
"Oke. Aku akan tinggal di sini selama kamu belum menikah." Juli menghambur pada pelukan Ayu dengan senyum lebarnya.
Tanpa mereka sadari kalau sejak tadi sebenarnya Aprilio memperhatikan. Dia hanya tersenyum kecut sambil melihat ke arah Ayu.
'Ayu, apa kamu tahu kalau perasaan seseorang itu tidak bisa dipaksakan? Seperti aku tidak bisa memaksa kamu untuk mencintai aku!' batin Aprilio.
***
Pagi-pagi September dan Libra selalu diawali dengan meraih kebahagian menikmati surganya dunia. Libra benar-benar ingin membuat September hamil anaknya. Sedangkan September sendiri tidak bisa menolak pesona sang Casanova. Meski dia selalu menolak awalnya, ujung-ujungnya menyerah juga.
"Kak Libra, aku ada kuliah padi hari ini." September berusaha melepaskan diri dari pelukan posesif suaminya.
"Kak, kemarin ada pengacaranya Taurus," ucap September yang masih dalam pelukan Libra.
Mendengar nama orang yang dibencinya, Libra melepaskan pelukannya. Ditatapnya wajah istrinya. Tidak ada lagi gurat ketakutan di wajahnya.
"Mau apa dia?" tanya Libra dengan dingin terlihat pancaran tidak suka dari matanya.
"Katanya Taurus ingin bertemu dengan aku untuk meminta maaf," jawab September sambil mengelus wajah tegang suaminya.
__ADS_1
"Sayang, kamu jangan menemuinya. Itu hanya akal-akalan dia saja. Agar bisa bertemu dengan kamu lagi. Siapa tahu dia ingin balas dendam sama kita? Kamu jangan mau kalau mereka memaksa," ujar Libra tersirat jelas dari nada bicaranya kalau dia masih benci kepada saingannya itu.
"Iya. Aku juga tidak mau kalau bertemu dengannya seorang diri. Kecuali, kalau ada kamu yang menemani," bisik September dan memberikan satu kecupan di bibir Libra sebelum kabur ke kamar mandi. Libra tersenyum bahagia melihat tingkah istrinya itu.
"Semoga kamu bisa secepatnya membuka hatimu untuk aku. Dan kita akan selalu bersama-sama sampai maut memisahkan," gumam Libra dengan memasang wajah sendu.
***
Bagaimana dengan hasil usaha Libra untuk membuat September hamil? Apakah usaha Juli untuk mendekati Aprilio berjalan dengan lancar?
Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
Sambil menunggu Ayu up lagi baca juga karya teman aku, ya.
Author: Emma Risma
Judul: Zafrina Mendadak Nikah
Blurb:
Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. keduanya sama-sama memiliki perasaan lebih namun mereka ragu untuk mengungkapkannya.
__ADS_1
Rian papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu saling mengakui perasaannya, tapi suatu kejadian justru membuat Zafrina dan Zico dipaksa menikah.