
Ruang utama di kediaman Kimberley dalam suasana bahagia, kecuali satu orang, September. Semua orang menyambut gembira kabar kehamilan dari keturunan Castello.
"Jadi kalian akan menikah minggu depan!" titah Tuan Castello dan disetujui oleh Tuan Kimberley.
"Tidak, Pa! Kita akan menikah lusa. Semua sudah aku urus dan hari ini kita sudah bisa sebar undangannya," kata Libra dengan penuh percaya diri.
"Apa?" Suara September menggelegar di ruangan itu saking terkejutnya.
Libra menutup kedua telinganya karena berdengung mendengar suara teriakan dari calon istrinya. "Jangan terkejut begitu dong, Sayang! Aku tuh sudah mempersiapkan semuanya saat kita sudah tunangan kemarin."
"Kamu ...." September ingin menjitak kepala laki-laki yang kini sedang menyeringai jahil kepadanya.
"Jangan emosi dong, Cintaku ..., Sayangku! Ingat bayinya." Libra mengangkat dua jari membentuk huruf V.
September duduk dengan muka cemberut. Libra pun membelai rambut panjang calon istrinya dengan penuh sayang. Tak lupa dengan senyum manisnya yang terukir di wajah tengil yang membuat semua orang di sana ikut tersenyum.
"Jadi, kamu sudah mempersiapkan semuanya?" tanya Tuan Castello.
"Iya, Pa. Libra sudah selesai menyiapkan semua persiapan pernikahan kita," jawab Libra dengan bangga.
__ADS_1
***
Ruang kerja Taurus dalam keadaan mencekam. Dia baru saja mendapat kabar kalau September sudah memeriksakan kondisi kehamilannya dan hasilnya positif. Hatinya sakit dan emosi mulai menguasai dirinya. Untuk pertama kalinya dia merasakan yang namanya jatuh cinta kepada seseorang wanita, tetapi kini dia harus kehilangan dirinya karena sedang hamil anak saingannya. Baik dalam dunia bisnis maupun percintaan, Libra selalu menjadi saingannya.
"Aku akan merebut Septie dari tanganmu, Libra Castello!" ujar Taurus sambil menggenggam kuat pensil ditangannya sampai patah.
Taurus pun ke luar ruangan itu dengan langkah lebar dan melangkah dengan cepat. Tidak lupa dia juga membanting pintu dengan sebelah tangannya.
***
Libra mengajak September untuk mencoba baju pengantin yang khusus di rancang untuknya. Dia meminta kepada salah satu desainer terkenal untuk membuatnya dalam waktu satu minggu.
"Sayang kamu sangat cantik!" Libra berkata dengan jujur dan itu membuat September tersipu. Meski dia sebal dan benci dengan Libra, tetap saja hatinya senang dan tersipu malu saat di puji oleh sang Casanova.
"Gombal! Dasar Casanova gila, mana mungkin aku percaya sama kata-kata kamu." September memanyunkan bibirnya kesal karena bisa-bisanya dia tersipu malu karena di puji olehnya.
"Tapi beneran, Sayang. Kamu sangat cantik!" kata Libra dengan tegas dan jujur.
Suara lembut Libra yang hampir menyerupai bisikan di telinga September, membuat dia memejamkan matanya. Libra tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengecup bibir ranum milik wanita yang sudah mencuri hatinya. Bukan hanya kecupan, tapi ciuman itu berubah menjadi ciuman panas dan saling menuntut.
__ADS_1
Tanpa sadar September selalu jatuh ke dalam pesona sang Casanova. Dia tidak bisa melawannya, kecuali setelah beberapa saat dia tenggelam dalam buaiannya. Dia menggigit bibir Libra agar melepaskan tautan bibir mereka.
"Aw, Sayang ..., kamu ganas banget sih!"
"Rasakan! Siapa suruh kamu mencium aku?"
"Tapi kamu juga menyukainya 'kan?"
"Tidak!"
"Bohong! Buktinya kamu selalu membalas setiap aku mencium kamu."
September melayangkan satu pukulan pada kepala Libra sebelum dia masuk ke kamar pas lagi untuk ganti baju. Orang-orang yang ada di sana saling terkikik menahan tawa karena melihat interaksi dua orang calon pengantin itu.
***
Apa yang akan dilakukan oleh Taurus? Bagaimana kelanjutan hubungan Ayu-Leo-Aprilio?
Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1