
Leo dan kedua orang tuanya mendatangi kediaman keluarga Ericsson. Banyak tamu undangan dari kalangan pembisnis. Baik itu pengusaha kelas menengah maupun pengusaha kelas atas. Leo sudah janjian dengan Libra dan Aries untuk bertemu di sana. Tidak disangka ternyata Januari dan Aprilio juga ikut hadir di sana.
"Kalian datang juga?" tanya Leo kepada Januari dan Aprilio ketika mereka berpapasan di dekat pintu masuk.
"Iya. Aquari ingin tahu wajah wanita yang sudah membuat sepupunya menderita," jawab Januari.
"Tumben kamu juga ikut?" tanya Aries kepada Aprilio.
"Aku jengkel dengan laki-laki yang bernama Desember. Dia selalu like, komen, dan memberikan emoticon hati dan cium, setiap postingan Juli, di akun sosial medianya," balas Aprilio.
Libra, Leo, dan Aries terkejut mendengar hal itu. Aprilio yang terkesan cuek dan nggak terlalu mengumbar perasaannya kepada Juli di depan orang lain. Kini, terlihat jelas roman wajahnya yang cemburu.
"Harusnya kamu cepat-cepat menikah dengan Juli. Agar tidak ada yang menggodanya," cetus Leo.
"Buat hamil saja si Juli," bisik Libra dengan seringai untuk memprovokasi Aprilio.
"Makanya kamu buat pesta pertunangan agar semua orang tahu kalau ikatan kalian itu resmi," lanjut Aries.
__ADS_1
"Yap benar ini!" Januari mendukung apa yang dikatakan oleh Aries.
***
Seorang wanita berdandan cantik bak Dewi Yunani yang berpakaian seksi dan terbuka menampilkan ke indahan lekuk tubuhnya. November ingin tampil sempurna malam ini. Dia harus menjadi yang tercantik malam ini.
Gaun berwarna silver dengan potongan dada sangat rendah dan bagian punggung terbuka. Perhiasan berlian yang berkilauan menghiasai leher, terlintas, telinga, dan jari-jarinya. Rambutnya dibuat bergelombang dengan tiara kecil menghiasi kepalanya. Sepatu berhak tinggi yang senada dengan gaun, menghiasi kakinya.
"Anda sangat cantik, Nona!" puji penata rias itu.
November sangat senang mendengarnya. Bibir bergincu merah itu tersenyum lebar. Matanya mengerling dengan penuh binar. Semua orang di sana memuji kecantikan wanita itu.
"Nona November, acara akan segera di mulai!" Seseorang membuka pintu dan memberi tahu Nona Mudanya untuk segera turun ke aula pesta.
November menuruni anak tangga dengan gaya yang anggun. Semua mata tamu undangan memandang padanya. Leo, Januari, dan Aprilio sangat terkejut melihat wanita yang di temui ya ketika di Mall itu beneran putri dari keluarga Ericsson.
"Jadi, dugaan kita itu benar. Kalau si Novi itu adalah orang yang punya banyak pengaruh. Makanya dia berani berbuat nekad," gumam Leo pada teman-temannya.
__ADS_1
"Iya. Aku juga curiga kalau mantan pacarnya suami Gemini itu bukan orang biasa saja. Pastinya ada kekuatan besar yang bisa jadi pelindungnya," balas Aries masih perhatiannya pada wanita yang sedang menyambut uluran tangan kembarannya.
Para tamu berbisik-bisik mengagumi ke cantikan November. Namun, wanita itu mengabaikan perhatian dari para lelaki yang matanya jelalatan. Dia sibuk mengedarkan penglihatannya ke segala arah penjuru ruangan pesta. Dia mencari sosok pengusaha muda paling tampan. Betapa senangnya dia saat tahu Leo juga mendatangi pesta yang diadakan oleh keluarganya.
"Ketemu!" gumamnya sengang. Dia pun berjalan ke arah Leo dengan langkah anggun dan bibir tersenyum. Rona wajahnya terlihat sangat bahagia sekali.
Ketika seorang MC memulai pembicaraannya di panggung utama untuk memulai acaranya. November tidak mempedulikannya. Dia terus saja berjalan ke arah Leo dan teman-temannya berada. Malam ini, dia berniat ingin menggoda lelaki incarannya itu.
Kedatangan November yang ikut bergabung dengan Leo dan teman-temannya. Tidak begitu mendapat respon antusias dari para lelaki itu. Saat dia menawarkan minuman pun mereka kompak menolaknya. Dengan alasan tidak boleh meminum karena pulang harus menyetir mobil sendiri.
"Kalian bisa menggunakan jasa pengemudi yang nanti di bayaran setelah dia mengantarkan sampai ke rumah," jelas November sambil menyerahkan dua gelas berisi wine kepada Libra dan Januari.
Kedua lelaki itu hanya memegang gelas itu. November beralih kepada Leo dan Aprilio. Dia juga menyerahkan dua gelas minuman beralkohol itu. Leo dan Aprilio saling memandang satu sama lain.
"Tidak. Terima kasih. Aku sudah lama tidak minum minuman beralkohol. Demi kesehatan ginjal," jawab Leo dan menolak pemberian November itu.
"Sama aku juga. Aku dan orang tuaku setelah ini mau mengunjungi rumah calon mertuaku. Jadi, mana mungkin aku mengonsumsi alkohol saat ini," tolak Aprilio dengan tegas. Terlihat raut wajah November berubah masam. Namun, keduanya tidak peduli.
__ADS_1
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.