
Rumah hari ini terasa sepi. Membuat September terasa hampa. Para pelayan juga sedang beristirahat di tempatnya masing-masing. Dia duduk di sofa besar dan empuk yang sering menjadi tempat favorit ketika berkumpul bersama semua anggota keluarga.
Dia menatap langit-langit yang terdapat lampu kristal mewah. Namun, hal itu tidak membuatnya merasa kagum akan keindahan saat melihatnya. Justru bayangan senyuman dan kegigihan suaminya dalam meminta maaf yang belakangan sering dia lakukan padanya membuatnya semakin kagum akan sosok Libra.
Seperti tadi sore saat dia hampir terjatuh. Dengan sigap suaminya menolong agar badannya tidak meluncur ke bawah tangga. Meski berakhir dengan sebuah ciuman yang mendebarkan dirinya.
"Apa aku bisa memaafkan dia? Setelah apa yang dia perbuat kepadaku!" gumam September.
Kadang dia juga merindukan kata-kata gombalan dari seorang Casanova itu. Meski terkadang bualan yang membuatnya tersenyum geli, tetapi dia menyukainya.
"Kenapa Kak Libra melakukan hal jahat kepadaku? Seandainya saja malam itu tidak pernah terjadi, mungkin hubungan kita akan baik-baik saja," lirih September.
Memikirkan seorang Libra malah membuat September semakin menderita antara benci dan rindu. Dia akui kalau selama mereka menikah, Libra memperlakukannya bak seorang Ratu. Dia begitu dipuja olehnya dan itu membuatnya terkesan. Setiap waktu yang mereka habiskan bersama adalah hal yang menyenangkan baginya.
Namun, betapa bodohnya dia yang selalu membicarakan masa depan anak yang masih di dalam kandungannya itu saat bersama suaminya. Hal ini yang sering membuatnya kesal dan benci padanya.
"Aku yakin dalam hatinya dia pasti mentertawakan kebodohanku. Karena membicarakan bayi yang tidak pernah ada," ucap September bermonolog.
***
__ADS_1
Waktu yang sama, di tempat berbeda. Libra berbaring di atas kasur miliknya yang dulu dia tempati bersama istrinya. Mereka sering memadu kasih di sana. Sifat manja istrinya yang baru dia ketahui setelah mereka menikah, membuatnya gemas. Kini dia sangat rindu dengan tingkah istrinya itu.
"Sayang, apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan aku? Aku rindu mendengar suaramu, melihat wajahmu yang tertawa, dan ocehan kamu yang tiada henti seperti anak kecil," ucap Libra bermonolog.
Hebatnya seorang September adalah bisa menaklukan seorang casanova kelas kakap bisa bertaubat. Seiring berjalannya waktu rasa cinta untuk wanita bernama September itu semakin besar. Seperti bola salju yang menggelinding, semakin lama semakin besar.
Bisa saja Libra memaksa atau menjebak September agar kembali padanya. Namun, dia tidak mau saat bersamanya senyum diwajahnya dan cahaya di matanya redup. Dia ingin istrinya menyerahkan dirinya secara suka rela kepada dirinya. Maka, cara yang dia gunakan adalah alon-alon asal kelakon.
"Seandainya angin bisa bicara, tolong katakan padanya kalau aku sangat rindu padanya," ucap Libra berpuitis.
Handphone milik Libra berdering, terlihat mana istrinya di layar. Senyum Libra langsung mengembang. Setelah sekian lama ini pertama kalinya September menghubungi dia.
"Kak Libra, aku lapar! Ingin makan mie ayam yang di jual di gerobak," balas September memulai pembicaranya.
"Kalau mie ayam itu enaknya dimakan di tempat, Sayang. Kalau dibawa pulang tidak akan seenak saat dimakan di tempat," ujar Libra membuat alasan agar dia dan September bisa pergi bersama.
"Ya, sudah. Jemput aku ke rumah, sekarang!" perintah September.
"Baik, Sayang. Tunggu aku!" Libra langsung bangun dari tempat tidurnya. Dia melihat jam menunjukan waktu pukul 22.10 dan itu artinya jalanan sudah mulai sepi.
__ADS_1
"Semoga saja kebahagian akan menghampiri aku malam ini," gumam Libra sambil memakai jaket dan membawa kunci mobilnya.
"Mei ayam gerobak penyambung hubungan suami isteri, tunggu aku! Kamu harus masih ada jangan habis dulu," kata Libra bermonolog.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya, baca juga karya teman aku ya. Bagus nih ceritanya, baca yuk!
Author: Syochan
Judul: Pacarku Seorang Merman Tampan
Blurb:
Vanya Apride tiba-tiba didorong ke laut oleh kekasih baru mantan pacarnya saat bekerja paruh waktu di kapal pesiar. Dari kedalaman lautan terlihat ada yang menyelamatkannya seperti seorang merman yang berparas sangat tampan. Ketika Vanya kembali melanjutkan pekerjaannya, ia melihat orang yang menyelamatkannya sangat mirip dengan superstar terkenal bernama James Haolin.
Apakah benar orang yang menyelamatkannya saat dia tenggelam adalah James Haolin? Namun, mengapa James Haolin berkaki seperti ikan ketika didalam lautan???
__ADS_1