Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Alfa dan Rigel


__ADS_3

     Setelah bayi mereka dimandikan dan didandani, Leo mangambil video kedua anaknya dan mengirimkan itu kepada orang tua dan mertuanya. Tidak lama setelah dia mengirim itu. Ada panggilan dari orang tuanya.


[Leo, kapan Ayu melahirkan?]


"Tadi dini hari mulai kontraksi. Dan kedua bayi kita lahir saat menjelang matahari terbit."


[Kenapa kamu tidak memberi tahu kami, kalau Ayu melahirkan!]


     Mendengar suara Papanya yang menggelegar, membuat Leo menciut.


"Tadinya Leo kira itu kontraksi palsu lagi. Makanya tidak membangunkan Mama dan Papa. Eh, ternyata yang semalam bukan kontraksi palsu, tapi kontraksi beneran."


[Mama dan Papa akan ke sana sekarang!]


"Iya. Leo tunggu. Kalau bisa bawakan sekali popok ganti, mereka berdua pipis dan pup terus."


[Iya.]


***


     Baru saja Leo menyimpan handphone miliknya di atas nakas. Benda pipih persegi panjang itu kembali berdering. Kali ini dari mertuanya.


[Halo, Leo]


"Iya, Pa."


[Kapan Ayu melahirkan? Kenapa tidak memberi tahu kami? Apakah mereka dalam keadaan baik-baik saja? Wajah bayi kalian mirip siapa? Berapa berat dan tinggi bayi kalian? Apakah bayi kalian saat lahir menangis atau tidak? Sekarang mereka sedang apa?—]


"Pa, apa Leo bisa jawabnya satu-satu?"


[Maaf. Papa sangat gugup sekaligus senang.]

__ADS_1


     Leo pun menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Papa mertuanya. Sesekali terdengar kekehan tawanya karena Leo menceritakan kronologi bagaimana saat semalam Ayu melahirkan. Seberapa banyak luka yang dia dapat di tangan dan kepalanya. Betapa gugupnya dia saat pertama kalinya dia menggendong anaknya. Leo menceritakan itu dengan tangis haru. Sekarang dia telah menjadi seorang Papa dari dua putranya yang tampan.


***


     Virgo, Canser, dan Scorpio datang ke rumah sakit. Mereka sudah tidak sabar ingin melihat cucu tampan yang tadi dikirim videonya oleh Leo.


     Hampir bersamaan Agustus, Meina, Oktober, dan Junia datang tergopoh-gopoh. Mereka juga ingin melihat langsung bayi-bayi milik Ayu dan Leo.


"Sayang. Di mana cucuku?" Canser langsung bertanya begitu melihat Leo baru keluar dari kamar inap Ayu.


"Mereka ada di dalam. Ayu menginginkan anaknya tidak jauh darinya," ucap Leo sambil membuka pintu dan meminta mereka jangan berisik karena bayi-bayi itu baru saja tidur setelah menyusu kepada Mamanya.


     Kedelapan orang dewasa itu melihat wajah bayi-bayi mungil yang terlihat lucu dan sangat menggemaskan. Leo melarang mereka untuk menggendongnya karena anaknya selalu menangis jika digendong oleh orang lain. Baru Ayu dan dirinya yang baru bisa menggendongnya. Perawatan yang membantunya saat membersihkan pup tadi, putranya menangis dengan kencang. Beda saat Ayu barusan yang mengurusnya, kedua putranya malah tertawa.


"Junia, lihat cucu-cucu aku sangat tampan. Satu mirip Leo dan satunya mirip Ayu," ucap Meina dengan senyum menghiasi wajahnya.


"Iya. Anak pertama pastinya yang mirip Leo, ya?" tanya Junia sambil memperhatikan kedua bayi yang sedang tidur.


"Leo, anak pertama yang mana?" tanya Agustus dan Virgo bersamaan.


     Semua orang di sana tertawa lalu menutup mulut mereka ketika melihat Leo melotot. Kemudian mereka meminta maaf.


"Anak pertama itu yang mirip Leo dan kedua mirip Ayu. Dan sesuai perjanjian dahulu. Anak pertama mewarisi nama Jaya dan anak kedua mewarisi nama Esteban," jelas Leo.


"Apa kamu sudah kasih nama anak kamu ini?" tanya Oma Pio.


"Sudah Oma. Leo dan Ayu sudah memikirkan nama ini sejak lama," jawab Leo.


"Siapa nama mereka?" tanya mereka bersamaan karena penasaran.


"Nama anak pertama adalah ALFA ALEXI JAYA dan nama putra kedua RIGEL ALEXI ESTEBAN. Kita berdua sudah memikirkan nama yang sesuai dengan keluarga kita. Semoga kalian juga suka.

__ADS_1


"Alfa dan Rigel nama yang bagus," kata Oma Pio sambil menitikan air mata. 


     Semua orang suka dengan nama kedua anak Ayu dan Leo. Untuk merayakan kelahiran si kembar Virgo memberikan bonus kepada semua karyawan miliknya baik pusat atau cabang di dalam dan di luar negeri.


    Kelahiran generasi penerus keluarga Esteban dan Jaya memberikan hal positif kepada semua orang. Adanya si Kembar tidak perlu membuat ketakutan para rekan bisnis Esteban karena mereka percaya Kakek dan Papa si kembar akan menjadi orang yang hebat seperti mereka.


***


     Teman-teman Leo dan Ayu yang baru mengetahui si kembar sudah lahir dari Julia dan Aprilio pun berbondong-bondong mengunjungi rumah sakit. Mereka ingin melihat bayi yang sudah dilahirkan Ayu dan ingin mendengarkan cerita ketika melahirkan si kembar.


     September dan Aquarius masih menunggu beberapa minggu lagi. Jika, dilihat dari usia kandungan mereka. Mungkin saja waktu kelahiran itu meleset. Bisa maju atau mundur. Seperti si kembar maju sekitar satu Minggu dari jadwal yang diperkirakan oleh dokter kandungan kala itu. Untungnya Ayu bisa melahirkan secara normal dan kedua bayinya dalam keadaan sehat.


"Aku ingin mendengar kisah kalian saat si kembar lahir," ucap September penasaran.


"Iya. Aku juga penasaran bagaimana kesan kamu saat melahirkan tadi?" tanya Aquarius.


"Aku semalam tidak bisa tidur. Aku merasa perutku sangat sakit sekali. Aku kira itu kontraksi palsu seperti sebelumnya. Maka tidak berani membangunkan Kak Leo," jawab Ayu sambil melirik Leo. 


"Dan yang paling mengesalkan adalah ketika akan berangkat ke rumah sakit. Kak Leo menggendong aku. Lalu aku bilang jangan lupakan tas perlengkapan bayinya harus dibawa. Kita kembali lagi ke kamar. Kak Leo membaringkan aku di kasur dan mencari tasnya. Setelah dapat tas itu. Dia pergi sendiri sedangkan aku ditinggal sendiri di kamar," ucap Ayu menceritakan kejadian semalam yang paling mengesalkan baginya.


     Teman-teman Ayu dan Leo malah tertawa terpingkal-pingkal setelah mendengar cerita itu. Bahkan Libra sampai memukul-mukul pahanya karena tidak kuat menahan tawanya.


"Kalian bisa tertawa begitu karena belum merasakan betapa paniknya aku saat melihat wajah Ayu yang pucat di penuhi oleh keringat. Aku ingin cepat-cepat membawanya ke rumah sakit. Agar segera mendapat penanganan," balas Leo menceritakan keadaan dirinya semalam.


    Tawa mereka tidak berhenti karena mendengar cerita bagaimana semalam Leo melalui dengan siksaan dari Ayu. Apalagi pas mereka melihat hasil karya Mama si Kembar di tangan Leo dan kepalanya. Rambut dia yang rontok banyak karena di jenggot oleh Ayu. 


"Aku ingin lihat kalian nanti saat menghadapi kelahiran anak kalian. Apa lebih baik dariku atau lebih parah dari Aku." Leo bicara dengan kesal karena mereka masih saja menertawakan dirinya.


"Iya ... iya. Kita tahu kalau kamu itu orang hebat dan serba bisa," balas Libra.


***

__ADS_1


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2