Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Perasaan Libra


__ADS_3

     Libra menatap Aries dan berkata, "Lalu apa yang harus aku lakukan saat ini? Untuk memperbaiki semuanya?"


"Kamu tanya aku, apa yang harus kamu lakukan? Cari September sampai ketemu dan meminta ampun padanya. Aku mau tanya sama kamu. Bagaimana perasaan kamu padanya? Jujurlah dengan perasaan kamu!" Aries menghela napasnya, di antara mereka bertiga hanya Leo yang kisah cintanya berjalan lancar.


      Aries tidak tahu perjuangan Leo saat ini untuk mendapatkan restu Mei. Dia bahkan masih semangat dalam membantu membersihkan rumah.


     Libra memejamkan matanya. Dia meraba-raba perasaannya dan kembali memutar memori saat bersama September. "Aku belum yakin akan perasaanku padanya saat ini," balas Libra.


"Coba pejamkan matamu. Dengarkan perkataan aku dan jawab dengan jujur!" pinta Aries.


     Libra pun mencari posisi duduk ternyaman kemudian memejamkan matanya. Dia sudah siap untuk di interogasi.


"Bisakah kamu membayangkan wajah September?" tanya Aries.


"Wajah September saat bagaimana? Soalnya dia sering memperlihatkan banyak ekspresi. Kalau sama aku seringnya memasang muka masam. Jadi, kayaknya wajah itu yang saat ini bisa aku ingat. Eh nggak, saat malam itu ..., aku juga bisa mengingat ekspresi wajahnya," jawab Libra dan berakhir dengan kepalanya dipukul oleh Aries.


"Aduh, sakit! Iya aku ingat wajah galaknya," ujar Libra akhirnya.


"Saat melihat wajah itu bagaimana perasaan kamu sekarang?" 


"Hm, lucu sekali. Senang saat melihat dia menatap nyalang padaku dan berkata ketus."


"Jadi, kamu senang saat melihat wajah September?"


"Iya!"


"Lalu bagaimana perasaan saat melihat September dengan laki-laki lain?"


"Hei, bukankah sudah jelas aku marah. Makanya aku sampai melakukan hal itu padanya! Ini pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan," sewot Libra sambil melotot kepada Aries dan mendapat pukulan lagi di kepalanya.


"Justru ini pertanyaan penting!"


     Libra menggerutu sambil mengusap kepalanya yang di pukul Aries barusan. Kemudian, dia kembali memejamkan matanya.


"Lalu apa kamu akan terima jika September pergi dari dunia ini?"


"Tidak! Kamu itu jangan bertanya sesuatu yang mengerikan dong!" Lagi-lagi Libra tidak suka dengan pertanyaan yang diajukan oleh Aries.


"Kamu itu cerewetnya minta ampun sekarang. Apa karena keseringan main sama—"


"September. Dia sering membuat aku mati kutu jika sudah berdebat dengannya," potong Libra agar Aries tidak bertanya yang lainnya.


"Wah. Sudah jelas kalau sang Casanova sudah ditaklukan oleh calon istrinya." Aries tertawa terkekeh melihat ekspresi wajah Libra yang tidak percaya, malu dan mengiyakan.

__ADS_1


***


     Ayu dan yang lainnya kini sudah memasuki rumah keluarga Bellaviti. Kedatangan mereka disambut oleh Taurus, tetapi tidak dengan September.


"Mana adikku?" tanya Kakak sulung September.


"Dia baru saja tidur setelah seharian kemarin ngamuk dan terus menangis," jawab Taurus.


"Tapi, dia baik-baik saja 'kan?" tanya Kakak September yang satunya lagi.


"Mungkin jiwanya masih terguncang. Saat tidur pun dia masih suka berteriak dan memaki Libra.


"Apa dia mengalami trauma?" tanya Ayu penasaran. 


"Itu sudah jelas. Hanya saja bukan berarti dia takut akan semua hal. Dia masih bisa berinteraksi dengan semua orang di sini. Dia juga sudah bisa tersenyum," jawab Taurus sambil pandangannya menelisik kepada Ayu.


     Leo langsung merangkul bahu Ayu ketika dilihatnya Taurus memandangi kekasihnya itu. Dia memberi tahu secara tidak langsung kalau perempuan itu adalah miliknya.


     Taurus yang melihat keposesifan Leo terhadap Ayu, malah tersenyum geli. Terlihat jelas ada rasa tidak suka kepadanya dari tatapan Leo.


"Apa Nona adalah sahabatnya September?" tanya Taurus ditujukan kepada Ayu.


"Iya. Kami bersahabat sudah sejak lama. Kenapa?" Ayu balik bertanya.


"Kamu mau menghina Ayu?" Leo membelalakkan matanya kepada laki-laki yang sudah mengucapkan kata 'gendut' dengan suaranya yang cukup nyaring. Ayu sampai-sampai menenangkan Leo.


"Iya, badan aku dulu seperti itu," ujar Ayu.


"Maaf. Soalnya gara-gara kejadian September membela sahabatnya yang dihina oleh orang lain, membuat aku jatuh hati padanya," ucap Taurus.


     Semua orang yang ada di sana terkejut dengan ucapan Taurus barusan. Apalagi Ayu, dia terkejut juga senang dengar berita ini. Ada kemungkinan September bisa lepas dari Aries.


"Jadi, Anda suka dengan September?" tanya Ayu dengan hati-hati.


"Iya. Dan kami berdua memiliki perasaan yang sama. Makanya kami memutuskan menjalin hubungan asmara," jujur Taurus dengan senyum diwajahnya.


     Ayu memekik senang kemudian memeluk Leo di depan semua orang karena meluapkan rasa kebahagian dia. Berbeda dengan kedua Kakak kandung September. Mereka takut Taurus hanya memanfaatkan September.


     Leo kebalikan dari Ayu. Dia tidak senang mendengar kalau September menjalin hubungan dengan Taurus. Dia tahu laki-laki itu seperti apa? Dia juga yakin kalau Libra sudah punya perasaan kepada September. Dia tidak akan tinggal diam calon istrinya direbut oleh saingannya.


***


     Mereka berbincang-bincang selama hampir satu jam. Sampai September turun dan masuk ke ruangan itu. Begitu Ayu melihatnya, dia langsung berlari memeluk sahabat baik yang sudah membuatnya cemas sejak kemarin.

__ADS_1


"Bodoh! Kenapa kamu nekad melakukan hal itu?" Ayu menangis sambil berpelukan.


"Saat itu aku kalap. Bingung dan tidak tahu harus apa?" September juga menangis kembali.


"Jangan membuat kami khawatir lagi! Apalagi kalau Mama dan Papa sampai tahu nanti. Akan rame urusannya." Kakak sulung September berdiri di dekat mereka.


     September pun menguraikan pelukannya dengan Ayu. Lalu, gantian memeluk tubuh Kakaknya dan menumpahkan air mata kesedihan. Dia juga meminta maaf karena sudah membuat khawatir semua orang.


     September pun menceritakan kejadian saat di pesta pertunangan Januari dengan Aquarius. Bagaimana akhirnya dia dan Libra bisa tidur bersama. Merasa telah melakukan dosa dan akan mencoreng nama baik keluarga, maka dia memutuskan mengakhiri hidupnya. Sampai Taurus datang menolong dan merawatnya.


"Kak, aku mohon. Bantu untuk memutuskan tali perjodohan aku dengan Kak Libra. Aku menyukai Taurus. Kita berdua saling mencintai!"


"Tidak boleh! Kalian tidak boleh berpisah." Leo tiba-tiba saja bicara dan melarang melakukan hal itu.


"Kenapa?" tanya semua orang yang ada di sana.


"Karena ..., bisa saja kamu hamil anaknya Libra, keturunan Castello," jawab Leo ngasal tapi bukan asal-asalan. Dia tahu keluarga Castello itu sulit memiliki keturunan. Mereka selalu punya satu anak yang bisa menjadi penerus keluarga itu.


"Apa kamu hamil?" tanya Kakak sulung.


"Mana mungkin aku hamil hanya dengan sekali melakukan hubungan 'itu'," kata September dengan nada tinggi.


"Tapi, itu banyak terjadi. Korban pemerkosaan hamil meski baru sekali mereka melakukannya," ujar Ayu dengan nada pelan. Hal itu membuat September pucat pasi, ada rasa ketakutannya kalau beneran dia hamil.


***


Apakah September akan hamil anak Libra? Bagaimana dengan kelanjutan misi Leo meluluhkan hati Mei?


Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu up bab berikutnya, baca juga karya Author teman aku. Juara lomba "yang muda yang bercinta" Penasaran 'kan? Yuk kita baca.


JUDUL : ROMANSA BIAS DAN ZEE


KARYA : BUBU.id


Blurb:


Zee masuk dalam sekolah unggulan di mana Bias menjadi idola di sana. Zee berbeda, ia memilih berpenampilan jelek di sekolah untuk mengetahui ketulusan orang-orang di sekitarnya. Ya, di masa peralihan itu Zee tidak ingin dikenal menjadi gadis berpenampilan cantik, tetapi Zee ingin dikenal sebagai gadis berotak cerdas.


Suatu hari Zee mendapat surat tertanda Bias sang idola. Hati Zee tak menentu.


"Mungkinkah kak Bias menyukaiku yang jelek?"

__ADS_1


__ADS_2