
Setiap hari Aries menaiki motor untuk pergi ke mana pun saat bersama Gemini. Gemini merasa bersyukur dengan keberadaan Aries di sampingnya. Biasanya ada Leo, Libra dan Aquarius. Namun, saat ini Leo sedang berbulan madu. Libra sibuk menjaga istrinya yang sedang hamil muda. Aquarius sedang sakit karena morning sickness di kehamilan trimester pertama. Bahkan Januari tidak bisa kemana-mana dan terus mendampingi Libra.
"Aries ... a—aku ingin mengunjungi makam suami aku," ucap Gemini dengan suara lemah.
"Oke. Kita ke sana sekarang!" jawab Aries.
Aries dan Gemini berjalan di barisan batu nisan. Susana hari itu sangat cerah dan angin bertiup sepoi-sepoi.
Sampailah kedua orang itu di gundukan tanah yang belum tertutup oleh rerumputan. Gemini meletakan bunga mawar putih kesukaan mendiang suaminya.
"Hai, Sayang. Aku datang lagi. Kali ini dengan Aries. Bagaimana kabar kamu di sana? Apa kamu baik-baik saja di sana?" tanya Gemini dengan berlinang air mata.
"Aku sangat merindukan kamu. Hari-hari aku terasa sepi dan hambar tanpa kehadiran kamu. Untungnya ada teman-teman yang kadang menghibur hati ini agar jangan terus bersedih. Namun, mereka tidak akan selamanya berada di sisiku seperti dirimu dahulu. Mereka juga punya urusan masing-masing yang harus diurus. Kenapa kamu dulu melindungi aku? Kenapa kamu menginginkan aku agar terus hidup? Nyatanya aku ini tidak bisa apa-apa tanpa dirimu. Kenapa kita tidak pergi saja bersama-sama waktu itu? Kalau kamu menginginkan aku terus hidup, seharusnya kamu juga berusaha tetap bertahan untuk hidup." Gemini mencurahkan segala isi hatinya. Dia menangis meluapkan emosi yang terasa menumpuk di dadanya, sehingga membuatnya sesak.
__ADS_1
Aries yang mendengarkan perkataan Gemini merasa simpatik dengan sahabatnya itu. Dia juga berpikir, jika menjadi suaminya Gemini, pastinya akan melakukan hal yang sama. Berusaha melindungi orang yang dicintai dan berharap kebahagiaan selalu menyertai dalam hidupnya. Aries juga memuji suami Gemini sebagai laki-laki yang terbaik.
Keduanya berada di sana hampir satu jam. Setelah puas mencurahkan isi hati dan menangis. Gemini mengajak Aries pulang.
***
Julia tersenyum cantik saat Aprilio mengajaknya makan malam. Suasana romantis tercipta di ruangan khusus yang di sewa olehnya dan di hiasi oleh ornamen lampu hias dan bunga.
"April ... ini ...?" Julia tidak menyangka kalau akan mendapatkan kejutan seperti ini.
Sejak siang hari, Aprilio selalu memberikan kejutan kepadanya. Datang tiba-tiba di depan rumah. Sore hari mengajak makan malam bersama di luar. Memberikan gaun yang cantik. Makan malam romantis di restoran mewah. Kali ini cincin bermata Ruby berada dihadapannya.
Aprilio berjalan dan berlutut dihadapan Julia. Mengambil kedua tangannya dan mengecup semua jemari itu.
__ADS_1
"Julia Ratu Wijaya. Maukah kamu menikah denganku?" Aprilio menatap wajah Julia yang kini merah merona dengan mata berbinar yang masih menyisakan air mata kebahagiaan di sana.
Tanpa kata-kata apapun Julia langsung mencium mesra Aprilio. Laki-laki itu pun sangat senang dan membalasnya.
"Ya. Aku bersedia," jawab Julia ketika tautan itu terlepas.
"Terima kasih." Aprilio mencium kening Julia.
Keduanya pun melewati malam itu dengan hati yang berbunga-bunga dan dikelilingi oleh jutaan kupu-kupu yang berterbangan. Rencana yang dia buat Leo untuknya ternyata membuahkan hasil di luar pemikirannya.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1