Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Ciuman Tidak Langsung


__ADS_3

     Pria yang berpenampilan seperti preman, dengan banyak tato di kedua tangan dan wajah. Menatap nyalang kepada Leo yang sedang memegang salah satu tangan dari kedua anak itu, sedangkan anak satunya lagi bersama Ayu.


     Pria itu langsung menarik tangan kedua anaknya dari Leo dan Ayu. Membuat keduanya terkejut.


"Awas kalau terjadi sesuatu pada anak-anakku! Aku akan tuntut kalian!" Lelaki itu mengancam kepada Leo dan Ayu.


     Leo yang tidak suka ada yang mengancamnya, maju menghadapi laki-laki yang berpenampilan preman. "Apa kamu mengancamku?"


     Suara dan tatapan mata Leo yang dingin dan penuh intimidasi. Lelaki preman itu hendak memukul Leo karena dia tidak suka kalau ada yang melawannya.


     Leo menangkap kepalan tangan lelaki itu lalu di perintil ke belakang. Ditendangnya bagian lutut sehingga jatuh duduk bertumpu pada kedua lututnya. Orang-orang yang menonton di sana, menganga tidak percaya kalau Leo berhasil membuat preman itu bertekuk lutut.


"Anak-anak kamu 'lah yang bersalah! Jadi kamu yang harus mengganti semua kerugian di sini." Leo benci dengan tipe orang yang sok berkuasa.


     Leo pun memalingkan kepalanya kepada pelayan yang memintanya ganti rugi tadi. Pelayan itu menundukkan kepalanya.


"Lain kali jangan main tuduh harus minta ganti rugi. Lihat dulu cctv siapa yang salah? Agar tidak merugikan orang lain. Jangan karena kalian tidak mau rugi, jadinya melemparkan itu kepada sembarang orang."


     Pelayan itu menganggukan kepalanya, sambil bergumam. Hal itu memancing emosi Leo lagi.


"Kalau ngomong yang jelas, biar semuanya bisa dengar!" Suara Leo meninggi.


     Ayu takut malah semakin ramai dan masalah melebar ke mana-mana. Dia pun langsung menarik tangan Leo.


"April tolong bayar semua itu ke kasir. Ini kartunya!" Ayu menyerahkan kartu debit miliknya kemudian menarik Leo agar menjauh dari sana.


     Ayu membawa Leo ke tempat yang jarang dilalui oleh orang. Ayu rasanya ingin memarahi Leo, tetapi tidak jadi karena Leo terlihat menakutkan.


"Kak Leo, harusnya jangan ladeni orang kayak begitu." Ayu menyerahkan satu botol air minum kepada Leo agar meminumnya.


     Leo meminum air itu hampir setengahnya. Kemudian, memberikan sisanya kepada Ayu.


"Aku paling tidak suka di ancam. Juga tidak suka dengan orang yang suka mengancam." Leo bicara dengan lebih tenang.


'Kamu itu tidak suka diancam, tapi suka mengancam,' batin Ayu.

__ADS_1


"Sekarang sudah reda 'kan emosinya?" tanya Ayu dengan nada jahil.


"Kalau di kasih ciuman kayaknya akan hilang marahnya," balas Leo.


     Muka Ayu langsung merona karena teringat kejadian saat di tangga. Dia pun memukulkan botol minum itu ke perut Leo. Kemudian, dengan langkah cepat pergi meninggalkan Leo.


"Baby, tunggu aku!" Leo tersenyum bahagia melihat Ayu yang mukanya berubah menjadi merona.


***


     Aprilio sudah memasukan semua barang belanjaan milik Ayu. Setelah itu dia pergi menuju ke tempat bioskop, di mana Ayu dan Leo juga sedang menuju ke sana.


     Leo memesan tiga gelas minuman dingin dan dua cup pop corn ukuran sedang. Meski Ayu melarang Leo untuk membeli makanan dan minuman. Bagi Leo kurang afdol kalau nonton bioskop tanpa pop corn. Sedangkan Ayu kurang sama pop corn karena selalu merasa gatal tenggorokan kalau makan itu.


     Posisi duduk Ayu diapit oleh Leo dan Aprilio. Saat menonton film, Aprilio sesekali memberikan Ayu minum. Tentu saja itu mimuman milik Ayu sendiri. Sebaliknya, Ayu akan menyuapi pop corn ke Aprilio. Leo salah sangka kalau Aprilio memberikan minumannya kepada Ayu. Maka Leo pun memberikan minumannya kepada Ayu. 


     Ayu yang lagi khusyuk menonton film tidak sadar kalau Leo yang memberi minum kepadanya dan bukan minuman milik Ayu sendiri. Leo juga menuntun tangan Ayu untuk menyuapi pop corn ke mulutnya. Mata Ayu tidak lepas dari layar lebar itu, dan tangannya menyuapi pop corn ke mulut Leo, tanpa sadar karena Leo yang memberikan minum untuknya. Jadinya, Ayu menyuapi Leo sebaliknya dia dikasih minum.


'Ciuman tidak langsung,' batin Leo sambil mengulum senyum.


     Saat Aprilio menyodorkan minuman milik Ayu, didorongnya karena merasa kenyang. Aprilio mengerutkan keningnya dan melihat ke arah Ayu.


"Kenyang, minum terus dari tadi," balas Ayu.


"Minum dari mana Ayu? Ini minuman kamu masih banyak." Aprilio menyerahkan gelas milik Ayu.


     Ayu mengguncangkan sedikit gelas itu, ternyata masih penuh. Dia mengerutkan keningnya karena dia yakin dari tadi terus minum. Meski sambil menonton film, dia tahu dan sadar kalau dia minum.


     Ayu melirik ke arah Leo, tetapi tidak ada yang aneh. Leo masih saja anteng meminum minuman miliknya dan pop corn.


'Nggak mungkin 'kan aku minum minuman miliknya,' batin Ayu.


"Ada apa?" bisik Leo.


"Aku nggak minum punya Kak Leo 'kan?" Ayu menatap Leo dengan tidak percaya.

__ADS_1


"Bagaimana, ya? Kamu dan aku sejak tadi berbagi minuman. Bahkan sampai habis," jawab Leo sambil berbisik di dekat telinga Ayu.


     Ayu menatap Leo dengan horor. Dia baru saja sadar kalau sejak tadi minum di satu sedotan yang sama dengan Leo. Mata Ayu terbelalak dan menutup mulutnya tidak percaya.


'Tidak! Itu ciuman tidak langsung!' pekik Ayu dalam hati.


"Kak Leo ..., bercanda 'kan?" tanya Ayu tergagap.


"Sayang sekali aku tidak bercanda, Baby. Kita sudah melakukan ciuman tidak langsung," jawab Leo yang diikuti senyuman manisnya.


"Aku nggak rela," gumam Ayu.


***


Bagaimana kelanjutan kisah mereka bertiga?


Tunggu bab selanjutnya ya!


Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya.


Dukung aku terus. Terima kasih.


Jangan Lupa mampir juga ke karya teman aku.


Author Alviesha.


Blurb:


"Tidak, aku yang mencintaimu ... Aku sangat mencintaimu ... Maaf kalau aku tidak pernah membalas suratmu, maaf kalo aku tidak pernah menyatakan perasaanku. Tapi aku sungguh-sungguh menyanyangimu." ujar Uwais penuh penekanan, dan penuh kepastian.


"Selalu seperti ini, kakak mengungkapkan perasaan sayang ke aku, karena aku yang tanya, atau aku yang nuntut ... Kakak gak pernah punya inisiatif sendiri!"


"Ya Alloh, maaf, kalo itu membuat kamu jadi seperti ini," kata Uwais yang akhirnya mulai mengerti apa yang dirasakan oleh Arrida selama ini.


"Tapi aku sungguh-sungguh sayang sama kamu, Ar, kamu masa depanku, kamu tujuan hidupku, kamu tau itu kan?"

__ADS_1


(Hatiku Padamu Kak, ketika Arrida selalu merasa hanya dia yang mencinta)


 


__ADS_2