Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Hamil?


__ADS_3

     Bau desinfektan dari rumah sakit membuat September mual. Dia merasa keringat dingin langsung membasahi tubuhnya. Seandainya saja dia tidak menuruti perintah orangtuanya untuk melakukan tes kehamilan, mana mau pergi ke tempat seperti ini bersama laki-laki yang disebut sebagai tunangannya.


"Sayang, kamu tidak apa-apa 'kan?" tanya Libra sambil memapah September.


"Ya, aku hanya mual saat mencium bau karbol," jawab September dengan wajahnya yang semakin pucat.


"Aku gendong, ya!" Libra langsung membopong September menuju ruang dokter kandungan.


     Untungnya tadi Libra sudah melakukan pendaftaran lewat telepon, sehingga tidak perlu mengantri. Apalagi dokter kandungan itu mantan sang Casanova.


"Silakan berbaring dulu Nyonya!" Dokter itu meminta bantuan seorang asisten untuk membantu September.


     Dokter itu mengedipkan mata kepada Libra. Dia pun mengangguk tahu kode sang mantan. 


"Karena kandungannya masih muda jadi belum terlihat begitu jelas," kata Dokter itu sambil melihat layar hasil USG.


"Dokter itu ...." Sang asisten langsung terdiam saat melihat mata atasannya yang menatap dengan tajam.


"Jadi ..., beneran saya ha–hamil?" tanya September tidak percaya.

__ADS_1


"Iya. Selamat ya, Nyonya," jawab Dokter itu.


"Jangan sedih begitu dong, Sayang. Nanti bayinya juga ikut sedih karena merasa tidak diharapkan," kata Libra dan itu membuat September langsung merasa bersalah.


"Tenang saja kondisi ibunya sehat, bayinya pun pasti kuat," lanjut sang Dokter.


***


     September pun masih membisu kini mau tidak mau mereka harus menikah secepatnya. Dia juga tidak mau mencoreng nama baik keluarga dan orang-orang yang disayanginya.


     Handphone milik September bergetar menandakan ada pesan masuk. Dia pun membuka pesan dari laki-laki yang belakangan mengisi hatinya.


(Positif. Aku sungguh kecewa. Kenapa aku harus hamil anaknya!)


[Lalu bagaimana sekarang?]


(Aku harus menikah dengannya. Mungkin nanti malam keluarga kami akan merencanakan pernikahan itu kapan akan dilaksanakan?)


[Septie aku sungguh sangat mencintaimu!]

__ADS_1


(Aku juga sangat mencintaimu)


     September saling balas pesan dengan Taurus. Libra yang sedang menyetir di sampingnya merasa sangat kesal. 'Sayang, akan aku buat kamu tergila-gila kepadaku setelah kita menikah besok,' batin Libra.


***


     Leo dan Ayu duduk di ruang kerja Leo yang berada di lantai atas. Keduanya masih membahas tentang cara agar hubungan mereka direstui oleh semua orang tanpa merasa ada yang di sakiti.


"Baby, jika Mama dan Papamu tetap tidak merestui hubungan kita, bagaimana? Siapa yang akan kamu pilih? tanya Leo.


"Aku akan memilih Mama dan Papaku. Jika, dengan mengorbankan perasaan cintaku bisa membuat mereka bahagia akan aku lakukan. Bukannya selama ini mereka banyak berkorban untuk aku," jawab Ayu dengan suara bergetar karena menahan tangis.


"Jika, itu yang kamu pilih. Maka aku akan memilih membujang selama hidupku. Aku tidak mau membohongi pasanganku karena tidak mencintainya. Mana mungkin aku akan bilang bahagia dan cinta padanya, jelas-jelas hatiku sudah menjadi milikmu," balas Leo.


     Perkataan Leo menohok hati Ayu. Dia merasa tersindir. Dia juga pastinya merasa begitu. Aprilio tahu akan perasaan Ayu, siapa laki-laki yang dicintai olehnya. Apakah pasangannya nanti juga akan sama menderitanya seperti dia, hidup dengan orang yang tidak mencintainya?


"Kenapa kita terlahir dari keluarga yang berseteru satu sama lain? Kenapa kita tidak lahir dari keluarga biasa-biasa saja dan saling tidak mengenal?" Ayu terus bergumam mengeluarkan isi yang ada di dalam kepalanya.


***

__ADS_1


Karena kondisi tubuh aku lagi drop 2 hari ini. aku up bab ini sedikit. Maaf ya.


__ADS_2