Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Makan Siang


__ADS_3

     Setelah menyapu dan mengepel, Leo minta istirahat karena capek. Akhirnya, dia tertidur di sofa di samping Ayu dan dalam posisi duduk.


     Ayu melihat Leo yang langsung tertidur, tidak lama setelah duduk disampingnya. Melihat itu Ayu merasa kasihan juga. Dia mengulurkan tangan ke rambut Leo.


"Kalau melihat kakak seperti ini kelihatan seperti tokoh utama dalam drama di televisi. Coba saat mata ini terbuka ..., langsung berubah menjadi sosok yang sangat-sangat menyebalkan dan sering membuat aku kesal dan sakit hati." Ayu bermonolog sambil menatap dan menyentuh pelan rambut Leo.


"Baby Hui! Panggilan apa itu? Aku cantik begini dibilang Baby Hui. Harusnya aku dipanggil Putri Elsa." Ayu masih bermonolog dan melupakan film kartun yang sedang di tonton olehnya.


     Leo yang agak sensitif langsung bangun begitu Ayu menyentuh rambutnya tadi. Jadi, dia mendengarkan semua perkataan Ayu. Leo pura-pura tidur karena ingin mendengarkan isi hati Ayu. Hampir saja dia tertawa saat Ayu bilang ingin dipanggil 'Putri Elsa'.


     Ayu memperhatikan posisi tidur Leo seperti tidak nyaman. Maka, Ayu pun mengambil bantal yang agak besar dan mencoba membaringkan Leo. Namun, saat Ayu mau merebahkan tubuh Leo, tubuhnya ketarik atau lebih tepatnya ditarik dan jatuh tepat di atas badan Pangeran Kampus.


     Ayu memekik karena terkejut dan kini berada di dekapan Leo. Menyadari posisinya sangat berbahaya, Ayu dengan cepat melepaskan diri.


"Kak Leo, pura-pura tidur, ya!" Ayu menjitak kepala Leo dengan kesal.


"Aw ..., sakit!" Leo pun langsung terbangun dan tanpa sengaja keningnya dengan kening Ayu saling beradu dengan keras.


"Aw ..., aduh!" Keduanya langsung memegang kening yang terasa sakit.


     Ayu dan Leo saling lihat kemudian tertawa. Mereka mentertawakan kejadian barusan. Ayu pun melemparkan bantal kursi dan pergi meninggalkan Leo yang masih saja tertawa.


***


      Untuk makan siang Ayu akan memasak telur dadar dan oseng capcay. Dia memasak sambil bernyanyi lagu-lagu riang karena merasa sudah bisa membuat Leo kelelahan. Ada rasa puas saat melihat Leo bekerja tanpa henti ngomel nggak jelas.


     Leo malah duduk manis di meja makan. Lagi-lagi Ayu yang membuatkan makanan untuk mereka. Ini menjadi majikan membuat makanan untuk pembantu. Leo menahan tertawa karena merasa senang.


"Akhirnya, selesai juga masak untuk makan siang. Tinggal makan ..., hm ... wangi." Ayu memindahkan hasil masakan dia ke piring berukuran sedang.

__ADS_1


     Saat membalikan badan, Ayu terkejut karena ada Leo yang duduk di meja makan dan melihat ke arahnya. Senyum manis milik Leo, malah membuat dia terlihat lebih tampan.


"Kita makan siang bersama?" tanya Leo.


"Ya, kalau Kak Leo mau makan bersama. Kita makan siang, sekarang!" Ayu menyimpan piring berisi oseng capcay dan telor dadar yang memakai daun bawang dan cabai merah.


     Ayu dan Leo pun makan siang bersama. Leo tidak menyangka kalau masakan Ayu itu sangat enak. Bahkan dia sampai menambah dua kali. Ketika sedang menikmati makanan itu, tiba-tiba Ayu berteriak dan membuat Leo terkejut.


"Kyaaaak! Kenapa ...? Kenapa?" Ayu melihat ke arah Leo dengan tatapan marah.


"Ada apa?" tanya Leo yang agak panik karena Ayu menatap ke arahnya.


"Bukannya Kak Leo itu sedang berperan sebagai pembantu di rumah aku?" tanya Ayu dan Leo mengangguk sebagai jawabnya.


"Lalu kenapa, aku yang memasak makan siang ini untuk kita makan? Seharusnya Kak Leo 'lah yang memasak bukan aku!" Ayu menunjuk Leo memakai sendok yang ada di tangannya.


     Leo menahan tawanya agar tidak lepas kontrol. Baginya Ayu adalah gadis yang lambat dalam berpikir kalau dia sudah dimanfaatkan oleh orang lain.


     Ayu malah kesal sendiri setelah mendengar ucapan Leo. "Siapa yang mau menikah sama Kak Leo?"


     Leo kini malah tertawa lepas sampai keluar air matanya. Selalu ada saja yang perbuat Ayu, yang malah membuatnya senang.


     Ayu yang kesal sudah punya rencana yang lainnya. "Tunggu saja pembalasan aku! Kali ini nggak akan kubiarkan kamu senang," gumam Ayu.


***


     Setelah makan siang Ayu dan Leo berniat pergi belanja. Saat keluar pintu ada Aprilio yang memasuki halaman rumah Ayu.


    Aprilio merasa aneh karena Ayu terlihat bersama Leo. Sedangkan orang yang disukainya adalah Aries.

__ADS_1


"Mau pergi ke mana, Yu?" tanya Aprilio begitu dia menginjak teras.


"Mau belanja bulanan, biasa kebutuhan sehari-hari. Mama sepertinya lupa belanja kemarin. Mau ikut?" Ayu mengajak Aprilio dan itu membuat Leo nggak suka.


'Huh, dasar pengganngu! Kenapa meski datang di waktu yang kurang tepat,' batin Leo.


    Aprilio mantap Leo balik yang sedang memasang wajah kesal. Maka, dia pun ingin membuat Leo lebih kesal lagi. Aprilio dulu sering mendengar cerita Ayu yang dibully sama teman-temannya. Mereka memanggil Ayu dengan sebutan 'Baby Hui' gara-gara salah seorang Pangeran Kampus memanggilnya begitu.


"Ayo! Kebetulan hari ini aku nggak ada kegiatan apa-apa. Tadinya juga aku berniat mengajak kamu nonton bioskop," jawab Aprilio.


"Wah, asik! Ayo kita nonton bioskop!" Ayu merasa sangat senang dan langsung menggandeng tangan Aprilio.


     Leo yang melihat itu langsung membelalakkan mata dan bergumam," Dasar pengganggu! Awas saja, tidak akan aku biarkan kamu menguasai Ayu."


    Aprilio tersenyum sinis kepada Leo. Terlihat sangat jelas kalau Leo sedang cemburu. 'Aku ingin lihat apa yang akan kamu lakukan? Aku tidak akan membiarkan Ayu jauh dariku.'


***


Apa yang akan dilakukan oleh Leo?


Kejadian apa saja yang akan di alami oleh mereka bertiga?


Tunggu kelanjutannya ya! 


Jangan lupa untuk memberikan like, favorit, hadiah dan Vote.


Dukung aku terus ya. Terima kasih.


Jangan lupa baca cerpen terbaru aku "Benang Merah Raja & Ratu. Menceritakan Dua anak SMA yang jiwanya tertukar. Bagaimana keseruan kisah mereka. Baca yuk!

__ADS_1



__ADS_2