Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Nasib Gemini


__ADS_3

     Suara dari Januari membuat Gemini dan Aries senang. Sebenarnya tadi Tuan Virgo Esteban mau mengerahkan helikopter. Namun, takut beresiko kepada penumpang lainnya. Jadi, pilihan bijak yang di ambil adalah dengan memperbaiki mesin secepatnya. 


     Ketiga ibu hamil ikut menunggu di bawah. Mereka tadi merengek ingin ikut para suami untuk menolong sahabat mereka juga. 


"Mudah-mudahan, mereka baik-baik saja!" gumam Ayu sambil berjalan ke sana ke mari.


"Kenapa nasib Gemini selalu begini?" Aquarius merasa simpati dengan kehidupan sepupunya itu.


"Percayalah kalau nanti kehidupan Gemini akan jauh lebih bahagia dari sekarang ini," ucap September.


"Iya. Mudah-mudahan itu datang segera!" Aquarius menganggukkan kepalanya.


***


"Leo, kamu mau ikut melakukan penangkapan pelaku, nggak?" tanya Libra.


"Nggak, aku di sini saja. Menjaga para ibu hamil," jawab Leo.


"Baiklah. Aku titip September, ya! Aku mau ikut melakukan penangkapan itu," ucap Libra.


"Ya. Hati-hatilah, mungkin dia orang yang licik." Leo memberikan satu pistol bius yang berukuran kecil dan ringan.


"Ada seratus jarum dalam pistol bius ini. Manfaatkan sebaik-baiknya," kata Leo.


"Oke. Terima kasih," tukas Libra.


***


     Saat teman-temannya di dalam negeri dalam keadaan panik. Aprilio dan Julia, malah sedang bersenang-senang, menikmati liburannya. Aprilio juga sudah disuruh pulang oleh Junia dari dua minggu lalu. Namun, dia bilang akan pulang bersama Julia. Sekarang mereka malah menunda-nunda kepulangan itu.


     Liburan terbaik dan membahagiakan bagi Julia. Jadi, dia merasa tidak mau mengakhiri kebersamaan dengan kekasihnya itu.


"April, Mama kamu tadi menelepon lagi?" tanya Julia.


"Iya, katanya rindu sama anak bungsu. Tapi, aku sudah bilang kalau aku akan pulang bersama kamu nanti," jawab Aprilio.

__ADS_1


"Tapi aku tinggal di sini sekitar dua mingguan lagi," lanjut Julia.


"Nggak apa-apa. Lagian di rumah juga akan merasa bosan. Kuliah masih libur. Ayu sudah menikah. Teman-teman klub basket sedang punya acara masing-masing. Jadi, aku mending di sini bersama kamu," ucap Aprilio dan mendapat pelukan Julia.


"Terima kasih, Sayang."


      Saat Julia mau mencium Aprilio, handphone miliknya berbunyi. Tertera nama Ayu di sana.


"Halo, Ayu. Ada apa? Kenapa kamu menelepon di waktu yang tidak tepat, sih!" ucap Julia begitu menerima panggilan dari sepupunya itu.


[Eh, salah sambung. Aku tadinya mau menelepon Kak Libra, apa pelakunya sudah ditangkap? Ini malah nyasar sama kamu.]


"Pelaku? Pelaku apa?"


[Ternyata ada yang ingin mencelakakan Gemini, selama ini. Kecelakaan itu juga untuk menghabisi Gemini sebenarnya. Dan sekarang Gemini sedang terjebak di dalam kotak boks bianglala bersama Kak Aries.]


"Ya, ampun. Tapi keadaan mereka baik-baik saja 'kan?" 


[Iya. Sepertinya mereka dalam keadaan baik fisiknya. Entah kalau hati dan jiwanya?]


[Iya. Ngomong-ngomong si April belum kembali ke sini. Apa dia baik-baik saja?]


"Iya. Dia baik-baik saja."


[Awas, loh, ya! Kalau kalian pulang bawa keponakan untuk aku!]


"Enggaklah! Kita menjalin hubungan yang sehat. Paling cuma peluk dan cium saja."


[Ingat jangan kebablasan meski kalian sudah bertunangan.]


"Iya. Kamu ini setelah hamil, cerewetnya minta ampun!"


[Rasakan sendiri oleh kamu nanti setelah menjadi seorang istri dan seorang ibu. Aku yakin kamu akan lebih cerewet daripada aku.]


     Pembicaraan Ayu dan Juli terputus saat Ayu mendengar kalau mesin bianglala sudah bisa berjalan lagi. Tentu hal itu membuat semua orang senang.

__ADS_1


***


     Sementara itu, Libra yang ikut dengan tim kelompok penangkapan pelaku, merasa was-was. Dia merasa kalau orang yang sedang mereka selidiki itu bukan orang biasa.


"Om George, harap hati-hati. Kita tidak tahu kemampuan penjahat ini seperti apa?" ucap Libra mengingatkan Ayahnya Gemini.


"Terima kasih untuk peringatannya. Om masih sanggup jika di ajak bertarung satu lawan satu," balas Tuan George Louis sambil tersenyum.


     Libra mengacungkan dua ibu jarinya. Dia kagum akan sosok pria dewasa yang selalu berusaha yang terbaik bagi orang yang disayanginya.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya, baca juga karya teman aku ya. Ceritanya bagus dan seru loh.


Author: Penulis RatCheh


Judul : Petaka karena Perjodohan


Blurb:


Pernikahan yang Airin Pranata jalani tak pernah membuatnya bahagia. Sifat Julian yang dingin, angkuh, bahkan acuh tak acuh kerap kali membawa kepedihan, keretakan, dan kesakitan bagi benak Airin.


Di tengah keterpurukan yang tidak ada jalan keluarnya, Airin hanya bisa mengatakan kalimat, "aku baik-baik saja," untuk menguatkan hati wanita malang tersebut.


Hingga Airin mendengar percakapan Julian yang mengatakan, "Buat rongsokan itu jatuh cinta dalam waktu 30 hari. Jika kau berhasil, aku akan menceraikannya dan memberikannya padamu."


Bagai dihujam ribuan pisau tak kasat mata, rasa sakit langsung menyerang dada Airin.


Apakah Airin mampu membisikkan kalimat "aku baik-baik saja" pada dirinya sendiri?


Jika Julian memintanya mencintai laki-laki lain, apa Airin akan memilih mempertahankan rumah tangganya? Atau


Melangkah untuk menempuh kehidupan baru?

__ADS_1


__ADS_2