
Setelah liburan akhir pekan kemarin kini aktifitas semua orang sudah kembali lagi. Ayu juga mempersiapkan dirinya menjelang hari kelahiran si Kembar. Dia rajin berolah raga, maksudnya jalan-jalan di taman. Kata ibu mertuanya harus rajin bergerak. Leo juga setia menemani aktifitas istrinya meski kadang membawa laptop kemana-mana.
Oma Pio juga rajin memberikan wejangan seputar wanita yang akan menjadi seorang ibu. Memberikan ramuan leluhur agar bayi yang dilahirkannya itu memiliki rupa dan bentuk yang sempurna. Ayu menurut saja apa yang diperintahkan kepadanya dengan catatan konsultasi juga ke dokter. Biasanya dokter juga malah menyarankan hal yang sama.
"Kak Leo, bangun!" Ayu menggoyangkan lengan Leo yang tidur di sampingnya.
"Ada apa? Apa mau melahirkan?" tanya Leo begitu membuka mata.
" Bukan. Punggungku terasa panas dan pegal. Tolong usap-usap!" pinta Ayu pada suaminya.
Leo pun mengusap punggung Ayu dengan lembut. Sampai istrinya itu benar-benar tertidur kembali. Setelah itu dia juga ikut tidur kembali.
"Kak, Kak Leo. Perut aku sakit." Ayu kembali membangunkan suaminya.
"Ada apa, Baby? Sini aku peluk sambil diusap gunggunggnya," kata Leo dengan mata yang masih tertutup.
Rasa kesal saat ini yang dirasakan oleh Ayu. Dia ingin mengigit suaminya. Rasa sakit diperutnya datang lagi. Dia mencengkram tangan suaminya dengan kuat sampai Leo terbangun karena merasakan rasa sakit dari cengkeraman tangan Ayu.
"Auw, Baby ada apa?" Leo langsung terbangun dan duduk di sana.
"Baby, kamu mau melahirkan?" tanya Leo panik karena Ayu tiba-tiba saja mencekram kuat tangan Leo.
__ADS_1
"Sakit, Kak." Ayu menitikan air matanya.
"Apa? Mana yang sakit?" tanya Leo panik sambil memegang dan memeriksa tubuh istrinya.
"Perutku, Kak. Sakit sekali," jawab Ayu sambil memegang perutnya.
"Baby, apa mau melahirkan?"
"Tidak tahu, Kak. Yang jelas perut aku sakit sekali," balas Ayu dengan meringis menahan rasa sakit.
"Kita ke rumah sakit sekarang!" Leo pun membopong tubuh Ayu dengan kesusahan saat menuruni tangga takut jatuh terpeleset. Saking paniknya dia lupa dengan lift yang ada di sana.
***
"Leo ada apa?" tanya Virgo begitu melihat putranya dalam keadaan panik.
"Perut Ayu sakit, Pa. Leo takut dia mau melahirkan sekarang," jawab Leo.
"Biar Papa yang menyetir," ujar Virgo berjalan di depan mereka.
Kepala pelayan yang baru saja hendak beristirahat harus bangun kembali ketika satpam memberitahu kalau tuan mereka pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
"Apa Nyonya Muda mau melahirkan?" tanya Kepala Pelayan.
"Tidak tahu, karena Tuan Virgo bilang mau pergi ke rumah sakit karena perut Nyonya Ayu sakit," jawab si satpam.
"Baiklah. Aku akan memberi tahu Nyonya Canser dan Nyonya Besar, sekarang!" ucap Kepala Pelayan.
***
Ayu langsung di bawa ke ruang dokter kandungan. Tadi dokternya sempat di telepon terlebih dahulu agar datang ke rumah sakit.
"Dokter, apa istriku akan melahirkan?" tanya Leo.
"Belum Tuan. Ini seperti kemarin kontraksi palsu. Belum ada pembukaan. Tapi akan lebih baik kalau Nyonya Ayu, tinggal dulu di sini. Jadi kita bisa pantau terus," jawab dokter kandungan itu.
"Kak, sakit perutku ini," ucap Ayu lagi.
"Dokter tolong periksa kembali keadaan menantu saya!" titah Virgo.
Dokter pun memberikan air minum dan makanan. Ternyata Ayu itu kelaparan bukan mau melahirkan.
***
__ADS_1
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.