Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Kue Pai Susu


__ADS_3

"Bagaimana kalau kita taruhan? Siapa yang paling banyak menjual kue pai susu ini kepada orang-orang di sini? Maka dia adalah pemenangnya. Dan yang kalah harus mengabulkan satu permintaan yang menang. Setuju?" tanya Leo kepada Ayu.


     Ayu berpikir masak-masak dulu karena dia selalu si_al, jika berurusan dengan Leo. Namun, ini adalah kesempatan dia untuk balas semua perbuatan Leo yang sering membuatnya kesal dan marah bercampur malu.


"Nggak. Aku tidak tertarik dengan taruhan ini," jawab Ayu.


     Leo berpikir lagi agar Ayu mau menyetujui taruhan ini. "Yakin, tidak mau? Padahal kamu bisa balas dendam sama aku. Misal, menjadikan aku pembantu kamu. Atau menjadi kekasih kamu atau kencan seharian." Leo menjahili Ayu dengan caranya sendiri, dan sebenarnya itu semua menguntungkan Leo.


     Ayu tersenyum jahil, dalam otaknya langsung terpikirkan akan menjadikan Leo pembantunya. Dia akan menjadikan Leo pembantunya dan disuruh ini itu. Membayangkan hal itu membuat Ayu senang.


"Baiklah kalau aku menang kamu akan jadi pembantuku selama satu bulan!" Ayu mengulurkan tangan kepada Leo.


"Kalau aku menang kamu juga akan menjadi pelayanan di rumah aku selama satu bulan." Leo senang Ayu menyetujui taruhan itu.


     Mereka berdua pun membagi sama rata jumlah kue pai susu yang harus mereka jual. Si nenek disuruh duduk di kursi taman, sedangkan kuenya dijual oleh Ayu dan Leo.


     Penjualan kue pai susu pun di mulai. Leo yang mempunyai jiwa bisnis yang hebat tidak mengalami kesulitan. Cuma dengan senyuman dan sapaan ramah, para wanita di sana langsung berebut barang dagangan Leo.


"Nona dan Nyonya yang cantik-cantik. Harap antri, ya! Semua akan kebagian, tenang masih banyak kue pai susu ini." Leo merasa kewalahan dengan serangan dari para wanita itu.


"Aku pokoknya mau beli banyak."


"Tidak boleh banyak-banyak! Kasihan orang lain yang ingin makan kuenya juga." 


     Para wanita itu saling berebut ingin membeli kue yang di sangka buatan Leo. Mereka tidak tahu kalau kue pai susu itu buatan si nenek yang sering menjajakan dagangannya di sana.

__ADS_1


     Melihat Leo langsung dikerubuti oleh para wanita baik itu remaja atau ibu-ibu, Ayu menargetkan kaum laki-laki sebagai calon pembelinya. Dia memberikan bonus untuk orang yang membeli kue pai susu, minimal sepuluh buah.


     Wajah Ayu yang cantik dan tutur kata yang sopan, membuat para lelaki di sana ingin memborong kue pai susu yang dijual olehnya. Mereka saling berebut bahkan ada yang berkelahi karena ingin membeli kue plus bisa berfoto dengan Ayu.


"Kakak ..., Om ..., dan Tuan. Kalian harap antri aku ingin semuanya berjalan dengan tertib." Ayu mencoba menenangkan mereka.


"Aku nggak mau kalau sampai kehabisan kuenya." Salah seorang laki-laki muda bicara kepada Ayu.


     Ayu pun menaikan harga kue pai susunya hingga lima kali lipat. Ternyata masih banyak yang saling berebut. Maka Ayu pun mengancam akan menelpon polisi, jika mereka membuat keonaran di taman kota. Akhirnya Ayu menjual rata kue pai susunya, tiap orang dapat membeli dua kue dengan harga sepuluh kali lipat dari harga aslinya.


   Ayu dan Leo sama-sama menghabiskan waktu 13 menit untuk menjual semua kue itu. Namun, uang yang dihasilkan oleh Ayu jauh lebih besar dari Leo. Si nenek merasa sangat senang karena semua kue dagangannya laku dan mendapatkan uang yang sangat banyak. Baik Ayu maupun Leo memberikan semua uang hasil jualan mereka.


"Jadi ..., Aku pemengnya!" Ayu bersorak dengan senang sampai melompat-lompat di tempat.


"Mulai besok kamu adalah pembantu aku!" Ayu menggelitik dagu Leo dengan wajah dan nada mengejek senang.


"Iya, apa boleh buat. Karena aku kalah, jadi harus menuruti yang menang. Terserah kamu mau aku melakukan pekerjaan apa selama satu bulan ini." Leo pura-pura memasang wajah pasrah.


     Ayu senang melihat Leo seperti itu. Dia akan mengerjai-nya selama menjadi pembantu di rumahnya. Kebetulan orang tua Ayu, besok akan pergi ke rumah nenek dari pihak Agustus. Ayu akan menyerahkan semua pekerjaan di rumah yang sering dilakukan oleh Mei kepada Leo.


***


     Setelah mengantar orang tuanya ke bandara, Ayu pun menelpon Leo untuk memulai pekerjaan rumahnya. Otak Ayu sudah dipenuhi trik-trik kotor untuk mengerjai Leo nanti.


"Senangnya hatiku ..., bisa membalas semua perbuatanmu ..., tunggu karma akan berlaku." Ayu nyanyi asal untuk mengungkapkan rasa senang dihatinya.

__ADS_1


"Leo ..., tunggu saja! Kamu akan aku buat tidak melupakan kejadian hari-hari selama menjadi pembantu."


     Ternyata Leo sejak tadi berada di dalam mobil dekat rumah Ayu. Dia ingin tahu dulu apa yang akan dilakukan oleh Ayu saat tidak ada orang tuanya di rumah. Namun, setelah setengah jam di sana tidak terlihat Ayu melakukan aktivitas di luar rumah. Leo pun senang nanti akan banyak menghabiskan waktu dengan Ayu.


"Ayu, aku ingin lihat apa yang akan kamu lakukan kepadaku?" gumam Leo sambil tersenyum manis.


***


Apa yang akan terjadi antara Leo dan Ayu?


Pembalasan seperti apa yang akan Ayu lakukan?


Tunggu kelanjutannya ya.


Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya.


Dukung aku terus. Terima kasih.


Teman-teman aku juga punya karya yang rekomen buat kakak baca, sambil menunggu up bab selanjutnya. Karya Author Nazwatalita.


Blurb:


Setelah disiksa, dikhianati dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan hampir tak bernyawa, Gendis bertekad Mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.


Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu.

__ADS_1


__ADS_2