Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Hamil Bayi Kembar


__ADS_3

     Aquarius benar-benar menghabiskan makanannya karena di suapi oleh Aries. Mereka malah mentertawakan Aries yang memasang wajah cemberut.


"Sepertinya bayi aku ini suka sama kamu," kata Aquarius sambil tersenyum ke arah Aries.


"Benar. Dia mau makan dan tidak memuntahkan lagi makanan yang di suapi langsung oleh tangan perjaka, nih," lanjut Januari di ikuti tawa renyahnya.


"Sewa Aries saja kalau begitu. Khusus untuk menyuapi Aquari," balas Gemini tertawa geli.


     Aries malah semakin masam wajahnya. Dia kesal karena diledek oleh teman-temannya.


"Bayaran aku mahal. Nol koma satu persen saham perusahaan Hadikusumo," ujar Aries.


"Nggak mau bayar pakai saham. Aku bayar pakai uang monopoli saja milik Aprilio yang sering dipakai main sama Ayu. Mau nggak? Kalau perlu hotel sama kompleks tanahnya aku kasih!" Januari tertawa kelakar di ikuti oleh yang lainnya.


***


     Leo memanfaatkan liburan ini dengan sebaik-baiknya. Dia dan Ayu bekerja keras untuk mencetak Jaya dan Esteban Junior. Semua akses komunikasi ditutup selama mereka sedang menikmati waktu berdua. Leo paling kesal kalau ada yang menganggu mereka.


"Kak, nanti malam kita pergi nonton opera, yuk!" ajak Ayu sambil melihat wajah suaminya.


"Nggak mau. Lebih baik buat anak. Agar mereka cepat hadir," balas Leo sambil menaik turunkan alisnya.


     Ayu pun mendesis kesal. Kemudian dia membalikan badannya.


"Hey, Baby ... jangan marah, dong!"


     Ayu diam saja tidak menyahut panggilan suaminya. Dia malah menangis, meneteskan air matanya tanpa suara.


"Baby ...? Kamu menangis?" Leo langsung membalikan badan Ayu dan panik saat melihat istrinya tergugu menahan isak tangisnya.

__ADS_1


"Maafkan aku! Aku hanya bercanda. Baiklah, ayo kita pergi menonton Opera sesuai keinginan kamu." 


     Ayu malah menggelengkan kepalanya. Hal itu malah membuat Leo mengerutkan keningnya.


"Kenapa? Bukannya tadi kamu bilang ingin menonton opera." 


     Ayu masih menangis dalam pelukan suaminya. Leo pun membiarkan saja keadaannya seperti itu.


"Aku ingin pergi makan malam romantis. Di tempat mewah dan indah."


"Iya. Baiklah." Leo menuruti ke inginan istrinya.


     Jadilah, malam itu Leo dan Ayu makan malam romantis di sebuah hotel ternama di sana. Leo benar-benar meminta orang untuk mendekor ruangan itu sesuai keinginan Ayu.


"Kak, ada yang mau aku kasih sama kamu, nih." Ayu menyerahkan sebuah kutang kecil dan panjang kepada Leo.


"Buka saja kalau Kakak mau tahu," jawab Ayu.


     Leo membuka kotak itu secara perlahan. Dia terkejut saat melihat benda di dalamnya. 


"Baby, ini benar 'kan? Nggak bohong?" tanya Leo.


"Hmm ... iya. Apa Kakak senang?" 


    Leo langsung berdiri dan berjalan memeluk tubuh Ayu. Tangisannya langsung tercipta.


"Terima kasih! Terima kasih! Aku semakin mencintai kamu." Leo menciumi seluruh wajah Ayu.


"Aku juga senang. Sebenarnya sudah beberapa minggu belakangan aku merasa ada yang aneh pada tubuhku. Apalagi siklus bulanan aku menjadi kacau setelah sakit kemarin." Jelas Ayu sambil membelai wajah suaminya.

__ADS_1


"Usianya sudah berapa minggu?" tanya Leo sambil menciumi perut Ayu.


"Aku tidak tahu secara pastinya. Tapi, saat kita awal menikah itu adalah terakhir aku mendapat datang bulan," jawab Ayu.


"Kalau begitu kita ke rumah sakit untuk mengecek kehamilan kamu, Baby!" ajak Leo.


     Leo membawa Ayu ke rumah sakit setelah makan malam romantis itu. Wajah bahagia tercetak jelas dari keduanya.


"Dokter bagaimana dengan istri aku sekarang? Benarkan kalau dia sedang hamil?" tanya Leo tidak sabar.


"Iya, benar Tuan. Nyonya sedang hamil dan usia kandungannya delapan minggu. Sepertinya kalian akan punya bayi kembar di dalam rahim terlihat ada dua kantung bayi," terang dokter itu.


"Dua? Kembar berarti?" tanya Leo seperti orang bodoh.


"Iya. Nyonya hamil anak kembar," jawab dokter lagi.


    Leo mencium Ayu dengan penuh sayang. Lalu berkata, "Baby, dengar itu! Kita akan punya bayi kembar!" pekik Leo senang.


"Iya. Aku senang akan punya dua anak sekaligus." Ayu menangis terharu karena sangat bahagia.


"Kita harus memberi tahu kabar kepada mereka!" seru Leo.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, komentar, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya, baca juga karya teman aku ya! Bagus ceritanya.


__ADS_1


__ADS_2