
Juli mengedarkan penglihatannya. Dia merasa ada yang aneh dengan mahasiswa di kampusnya. Mereka memandanginya kemudian berbisik-bisik.
Hal yang membuatnya penasaran itu terjawab saat Nana menunjukan handphone miliknya. Kemudian menatap dengan mata berbinar.
"Bisa kamu jelaskan foto ini!" pintanya kepada Juli.
Juli yang melihat status dia di media sosial yang semalam diunggah akibat perbuatan Aprilio. Membuat pipinya merona karena malu. Apalagi video dia yang sedang menari-nari karena bahagia dan bilang kalau dia sangat mencintai Aprilio. Membuat Julia ingin bersembunyi dari semua orang saking malu sekali dia saat ini.
"Itu seperti yang kalian lihat," balas Juli saat teman-temannya mulai berkumpul mengerubunginya.
"Apa kamu benar-benar sangat mencintai si April?" tanya Nana dengan nada sangsi.
"Iya, aku juga tidak percaya. Kalian 'kan dulu sering berseteru gara-gara masalah Ayu," balas teman yang lainnya.
"Aku baru sadar akan perasaanku kepadanya baru beberapa bulan ini. Karena suatu kejadian yang membuat aku jatuh cinta kepadanya," jelas Julia sambil tersenyum tersipu malu.
"Sudah sejauh mana hubungan kalian?" tanya Nana sambil tersenyum jahil dengan alis yang di naik turunkan.
"Status kita masih teman, belum pacaran." Terdengar nada getir dari suara Julia.
Teman-teman Juli merasa kasihan dengan Juli. Karena baru kali ini mereka melihat Juli menderita karena jatuh cinta.
__ADS_1
Juli melihat Ayu datang dengan wajah ditekuk. Tidak kemudian, datang September yang bersungut-sungut. Rasa penasaran Julia membuatnya mengikuti keduanya dan ingin menginterogasi apa yang sudah terjadi pada mereka.
"Ayu, ada apa kok kamu kelihatan lesu begitu? Apa kamu sakit? Wajah kamu juga terlihat pucat," tanya Julia bertubi-tubi.
"Aku hanya ngantuk saja ingin tidur. Jika, tidak ingat ada kuis hari ini aku malas pergi ke kampus," jawab Ayu.
"Kalau kamu, September?" tanya Julia pada wanita di samping Ayu.
"Aku semalam tidak bisa tidur. Jadinya sekarang ngantuk," jawab September dengan lesu.
"Kok kompakan, sih!" seru Juli.
***
"Aku nggak menyangka kalau April akan melakukan ini," ucap Ayu sambil menahan tawanya.
"Ini sebenarnya April itu sudah suka sama kamu, hanya saja dia belum sadar akan rasa cintanya," ujar September.
"Benarkah?" Julia merasa senang mendengar hal itu.
"Ya, benar. Kamu harus buat April sadar akan perasaannya padamu buat dia move on dari gadis cinta pertamanya," lanjut Ayu.
__ADS_1
"Kamu tahu siapa cinta pertama April?" tanya Juli.
Ayu langsung terdiam. Dia tidak sadar sudah membuka salah satu rahasia Aprilio.
"Aku tidak tahu siapa gadis itu. Hanya saja April tidak pernah pacaran karena dia sangat mencintai gadis itu," jawab Ayu.
"Apa dia gadis cantik dan baik hati? Karena dia selalu meminta aku merubah sifat buruk aku," tanya Julia penasaran. Ayu dan September diam dan saling menatap.
"Kamu berubah menjadi baik itu bukan karena April yang minta. Tetapi, dalam hati kamu sendiri yang ingin menjadi orang yang lebih baik agar hidupmu terasa lebih bahagia," ujar Ayu.
"Ya, kamu benar." Julia memeluk Ayu.
"Tapi, aku beneran ingin tahu siapa gadis itu!" seru Julia dengan setengah berteriak.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya. Dukung aku terus ya. Terima kasih.
Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya, baca juga karya teman aku ya.
__ADS_1