Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Hipnotis


__ADS_3

     Leo dan Aprilio pun pamit dengan alasan istrinya tidak bisa tidur karena dirinya tidak ada di rumah. Aprilio mengajak Mamanya pulang duluan. Bersama Leo. Sementara mobilnya nanti dipakai oleh Papanya.


"Leo, tunggu!" cegah November. 


     November berjalan dengan seorang laki-laki yang berwajah dingin dan tatapannya tajam. Keduanya mendekati Leo.


"Ada apa?" tanya Leo dengan nada bosan.


"Ada yang mau kenalan dengan kamu. Dia teman aku namanya Macan.


     Laki-laki bernama Macan itu mengulurkan tangannya kepada Leo.


"Macan," akunya.


"Leo," balas Leo.


"Aku ingin sekali berbincang-bincang dengan kamu dari dulu," kata Macan sambil melihat ke kornea Leo.


"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan aku?" tanya Leo.


"Akan memakan banyak waktu. Sebaiknya kita bicara di taman," jawab laki-laki itu.


"Iya, baiklah. Ayo!" ajak Leo dan meninggalkan Aprilio dan Mamanya.

__ADS_1


     Aprilio merasa ada yang aneh dengan suami temannya itu. Dia pun mencekram tangan Leo dan menariknya.


"Maaf besok saja lagi bicaranya. Sekarang istrinya sedang menunggu di rumah," kata Aprilio dengan berbisik, "Ayu dalam bahaya!"


      Leo megerjapkan matanya dan dia seperti orang linglung. Matanya beredar ke setiap penjuru. Dia merasa aneh atau lebih tepatnya seperti sudah tidak ingat apa-apa.


"Ayo, pulang! Ayu sedang menunggu kamu," lanjut Aprilio sambil menarik tangan Leo dan mengajaknya ke luar dari tempat itu.


***


"Ada apa dengan kamu?" tanya Aprilio dengan keheranan. Ditatapnya wajah Leo yang masih seperti orang linglung.


      Junia pun merasa ada yang aneh dengan kondisi Leo saat ini. Lalu dia memberikan air yang ada cooler box yang ada di mobil Leo.


     Leo pun meminum air di dalam botol itu, hampir habis setengahnya. Dia merasa sangat haus. Seolah sudah lama tidak minum dan kini dia mendapatkan air. Sehingga, terasa sangat nikmat dan segar.


"Ada apa?" tanya Leo begitu dia selesai minum.


"Seharusnya aku yang tanya itu kepada kamu! Ada apa dengan kamu? Linglung begitu, seperti orang yang terhipnotis saja," Aprilio ingin tertawa saat mengingat keadaan Leo tadi.


"Aku ... tidak ingat apapun. Bahkan kenapa aku duduk di kursi penumpang di belakang seperti ini?" Leo menatap Aprilio dengan penasaran.


"Kamu beneran tidak ingat?" tanya Aprilio tidak percaya.

__ADS_1


"Hal aku ingat itu sampai kita akan pulang. Lalu ...." Leo berbicara apa saja yang dia ingat. Dia mengingat sampai ada laki-laki yang dikenalkan oleh November. Setelah itu dia tidak ingat apapun.


     Junia bilang kalau Leo sudah kena hipnotis lewat sentuhan tangan, tatapan mata, dan suaranya. Sebab, Junia sendiri tadi hampir terkena dampak hipnotis suara. Junia dulu sempat mempelajari ilmu hipnotis saat dirinya masih aktif di dunia hiburan. 


     Leo sungguh sangat kesal karena hampir saja jatuh dalam jebakan musuh. Dia tahu November ada rasa kepadanya. Wanita itu juga selalu berusaha menggoda dirinya. Baik mau lewatan tatapan mata, wajah dan suara yang dibuat sesensual mungkin layaknya para wanita penggoda di luaran sana.


"Aku rasa juga begitu. Wanita bernama November ini sangat bahaya. Kita harus sangat berhati-hati kepadanya." Leo menggeram menahan amarahnya.


"Untung saja Mama tadi cepat menyadarinya," ucap Aprilio.


"Ya. Habis Leo tiba-tiba terlihat aneh dan cahaya di wajahnya juga menjadi redup," balas Junia.


"Terima kasih, Tante. Sudah menyelamatkan Leo dari wanita ular itu," kata Leo.


"Itu sudah kewajiban kita untuk saling menolong," tukas Junia lagi.


***


Sementara itu para Papa keren calon Opa-Opa sedang berhadapan dengan Tuan Ericsson. Adanya tiga orang yang menyusup ke garasi miliknya, sudah sampai ke telinganya. Dia sangat tidak suka dengan kelakuan anak-anak dari rekan bisnisnya ini. Dia tidak akan tinggal diam karena ketenangan hatinya sudah di usik.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2