
Ayu dan Aprilio berjalan sambil bergandengan tangan. Hal itu sudah biasa mereka lakukan sejak masih kecil. Leo yang kesal dengan tingkah Aprilio langsung memegang tangan Ayu yang satunya lagi. Jadinya, kedua tangan Ayu di pegangin oleh dua laki-laki tampan.
Berjalan dengan di pengangin oleh dua orang membuat Ayu tidak nyaman. Diliriknya Aprilio dan Leo secara bergantian. Keduanya sama-sama memasang wajah tanpa dosa dengan senyuman manis mereka.
Ayu menghela napas karena jengkel dengan tingkah laku kedua orang yang mengapit dirinya. Dia menarik paksa kedua tangan itu sehingga terlepas dari pegangan para pemuda yang kini menatap Ayu dengan menganga.
"Kenapa sih, Yu? Biasanya juga kita berjalan sambil bergandengan tangan." Aprilio protes setelah Ayu menarik tangannya.
"Aku nggak nyaman jalan sambil kedua tangan aku dipegang oleh kalian," balas Ayu.
"Huh, kenapa sih kamu ikut-ikutan memegang tangan Ayu?" Aprilio menatap Leo dengan tidak suka.
"Kalau kamu bisa memegangnya, kenapa aku nggak?" Leo membalas tidak mau kalah.
Ayu yang semakin kesal langsung pergi dengan langkah seribu meniggalkan mereka. Aprilio dan Leo mengekori dari belakang.
***
Setelah membeli tiket, ketiganya pergi berbelanja kebutuhan untuk sehari-hari. Masih ada waktu satu jam sebelum film dimulai. Ayu memilih barang-barang yang akan dibeli, sedangkan Leo mendorong troli mengikuti di samping. Sementara itu, Aprilio berjalan di sisi Ayu sebelahnya lagi.
"Setelah ini, kita ke bagian bahan-bahan masakan dahulu, dan terakhir membeli makanan ringan," kata Ayu saat selesai memilih beberapa kebutuhan untuk di kamar mandi.
"Oke!" jawab Leo dan Aprilio.
Leo yang seumur-umur belum pernah berbelanja kebutuhan untuk rumah tangga, hanya diam setelah beberapa kali Ayu menegurnya saat dia memasukkan banyak barang yang tidak diperlukannya sama sekali. Akhirnya Leo memilih diam dan mengikuti Ayu. Berbeda dengan Aprilio yang sering berbelanja mengantarkan Mamanya atau Ayu berbelanja, tahu apa saja yang meski mereka beli.
__ADS_1
"Baby, beli cumi segar itu, untuk masak makan malam nanti," kata Leo dengan menatap deretan cumi yang baru di simpan oleh pelayan supermarket.
Ayu pun merasa ingin makan cumi asam pedas, maka dia memasukkan dua kantong cumi ke dalam keranjangnya. Berbagai jenis bahan sayuran pun Ayu pilih, kira-kira untuk satu Minggu. Telur tidak ketinggalan karena itu adalah lauk dikala darurat lapar.
Saat memilih makan ringan, baik Leo maupun Aprilio, banyak memasukan makanan yang mereka bilang enak. Belum lagi makanan kesukaan Ayu.
"Enakan ini! Itu nggak enak," kata Leo mengomentari makanan yang dipilihnya dan yang dipilih oleh Aprilio.
"Kamu nggak tahu makanan ini adalah kesukaan Ayu," balas Aprilio.
Leo menatap Aprilio yang sedang tersenyum meremehkan dirinya. Rasa cemburu langsung muncul pada perasaan Leo. Dia iri kepada Aprilio yang sudah sejak kecil dekat dengan Ayu. Leo sendiri baru bertemu sama Ayu lima tahun lalu. Dia yakin Ayu tidak mengingat pertemuan pertama mereka.
"Kak Leo, suka cemilan apa? Ambil sekalian." Ayu merasa sudah cukup baginya membeli makanan ringan untuknya.
Leo langsung memeluk tubuh Ayu dan melindunginya dari reruntuhan makanan yang banyak itu. Ayu yang terkejut dengan tindakan Leo yanh tiba-tiba, tadinya ingin memarahi. Namun, ketika sadar kalau banyak barang yang menimpa tubuh seniornya itu. Ayu langsung menatap Leo dan mengucapkan terima kasih.
"Sekali lagi terima kasih sudah melindungi aku," kata Ayu dengan berbisik karena keduanya dalam jarak yang sangat dekat.
"Tentu saja aku akan selalu melindungi kamu," balas Leo dengan suaranya yang pelan.
Aprilio yang melihat kejadian itu, dia menolong dua anak kecil yang menangis karena takut dimarahi. "Adik kecil tidak ada yang terluka 'kan?"
Kedua anak itu malah menangis kencang. Ayu, Leo dan Aprilio di buat panik. Orang-orang pada berdatangan ke sana.
"Adik-adik diam ya! Lihat banyak orang yang datang ke sini." Ayu mencoba menenangkan kedua bocah itu.
__ADS_1
"Ada apa ini?" tanya salah seorang pengunjung dan yang lainnya menatap penasaran.
"Kedua anak ini berlarian dan menabrak troli milik kami sehingga ikutan menabrak rak display makanan ini." Aprilio menceritakan kejadian tadi kepada para pengunjung yang kumpul.
"Maaf sepertinya Anda harus membeli semua barang yang rusak kemasannya," kata pelayan yang mendatangi mereka.
"Apa yang kalian lakukan terhadap anak-anakku!" Seorang pria berbadan tinggi besar membentak dan menatap nyalang ke arah mereka bertiga.
"Kok jadi begini?" tanya Leo kepada Aprilio.
***
Apa yang akan terjadi kepada mereka bertiga?
Tunggu kelanjutannya ya!
Jangan lupa untuk klik, like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya.
Dukung aku terus, terima kasih.
Sambil menunggu kelanjutan cerita Ayu. Aku punya karya yang rekomen buat teman-teman baca. Judulnya: Hatiku Padamu Kak
Karya Author: Alviesha
__ADS_1