Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Salah Paham


__ADS_3

      Berbeda dengan dua pasangan lainnya yang sudah menikah dan sedang menanti kehadiran buah hati mereka. Aprilio dan Julia hanya berjalan-jalan sambil bergandengan tangan. Tidak ada yang bicara dari keduanya. Mereka menikmati malam yang sepi dan dingin ini. Sebenarnya Julia sudah ingin bicara dari tadi, tetapi melihat wajah kekasihnya yang datar membuatnya tidak jadi.


     Julia teringat akan ucapan teman-temannya. Kalau laki-laki tidak peka dan sering cuek dan egois mau menang sendiri harus di waspadai. Dia tidak meragukan akan perasaan Aprilio saat datang menemuinya di luar negeri kemarin. Bahkan langsung melamarnya dan ikut tinggal lama di sana. Namun, sudah satu minggu ini kekasihnya itu sering terlihat terdiam tidak banyak bicara bahkan tidak ada lagi acara video call sebelum tidur.


'Apa dia sedang ada masalah?' batin Julia.


'Kalau aku tanya 'kan ini, dia akan tersinggung nggak, ya?' kata Julia masih di dalam hatinya.


     Tiba-tiba Aprilio berhenti, sehingga Julia pun ikut menghentikan langkahnya. Mereka saling melirik dalam diam. Sampai lima menit sudah berlalu, masih saja pada diam.


"Apa ada yang mau bicarakan kepadaku?" tanya Aprilio memecah keheningan saat ini.


"Membicarakan apa?" tanya Julia tidak mengerti.


"Masalah hubungan kita," jawab Aprilio.


"Apakah hubungan kita ada masalah?" tanya Julia masih tidak mengerti.


"Baca saja handphone milik kamu itu!" titah Aprilio.


     Julia membuka handphone. Aplikasi yang pertama kali dia lihat adalah chat pesan. Dia membelalakkan matanya saat ada chat dari mantan kekasihnya dulu. Isinya gombalan cinta dan memintanya menjalin hubungan cinta kembali lagi. 

__ADS_1


"Kamu membuka pesan di handphone aku?" tanya Julia sambil menatap kekasihnya itu tidak percaya.


"Karena nomor itu begitu banyak mengirim pesan ketika kamu mencuci tangan tadi. Aku rasa itu pesan yang sangat penting sampai-sampai dia mengirim pesan terus-menerus," jawab Aprilio.


"Apa gara-gara ini kamu jadi diam sejak tadi dan tidak mau bicara padaku? Bukannya kamu tahu betapa aku sangat mencintai kamu sampai rasanya mau gila jika aku tidak melihat wajahmu atau mendengar suara kamu!" Julia mencengkram kuat lengan Aprilio dengan mata yang berkaca-kaca.


"Buka juga jejaring media sosial milik kamu!" perintah Aprilio dan Julia pun menurutinya.


     Foto-foto dirinya dengan mantan kekasihnya banyak terpajang di sana. Bahkan foto-foto yang dibuat untuk koleksi pribadi mereka dulu, di unggah oleh mantannya. Kata-kata romantis tertulis di sana. Apalagi ada beberapa video yang memperlihatkan keintiman hubungan mereka dulu. Julia menyesal pernah membuat itu semua. Meski pelukan dan ciuman bukan hal yang asing baginya maupun bagi sebagian orang. Namun, saat dirinya sudah menjalin dengan yang lainnya, dia merasa sudah berbuat jahat dengan menyakiti hati pasangan barunya.


"Aku tidak tahu kalau dia mengunggah foto-foto dan video saat aku pacaran dengannya dulu. Aku minta maaf," kata Julia dengan diiringi dengan tetesan air matanya.


"Meski aku melakukan semua itu, percayalah kalau aku masih suci. Aku hanya akan melakukan hal itu dengan suami aku. Alasan aku putus dengannya dulu juga karena aku selalu menolak keinginannya itu. Jadi, kita putus." Julia berkata dengan jujur.


     Aprilio merasa senang saat mendengar hal itu. Meski kebanyakan orang menganggap keperawanan itu tidak penting. Namun, bagi Aprilio menginginkan wanita yang dicintainya itu bisa menjaga martabat dan kehormatan dirinya sebagai wanita baik-baik.


     Julia menundukkan kepalanya dan menangis. Kedua tangannya sibuk menghapus air matanya.


     Aprilio pun memeluk tubuh tunangannya itu dan menyandarkan kepala di dadanya. Diciumnya pucuk kepala Julia.


"Aku cemburu ... aku marah ... melihat kamu pernah begitu bahagia dengan laki-laki lain.  Meski itu masa lalu kamu." Suara Aprilio terasa mengalun indah di telinga Julia.

__ADS_1


"Kamu cemburu?" tanya Julia untuk memastikannya lagi.


"Ya. Aku cemburu karena aku begitu sangat mencintaimu," bisik Aprilio dengan wajah dan telinga yang memerah.


     Julia senang mendengarnya. Diusapnya wajah tampan pujaan hatinya. Dia tersenyum lebar.


"Aku senang mendengarnya. Karena selama ini aku pikir kalau hanya aku saja yang sering merasa cemburu kepada kamu," balas Julia.


"Kamu jangan pernah dekat-dekat lagi dengan para mantan kekasihmu itu! Semuanya!" tegas Aprilio.


"Siap! Kalau perlu aku akan blokir semua akses mereka dengan aku," ucap Julia.


     Kedua sejoli itu pun mengakhiri kesalahan pahaman di antara mereka. Sebagai gantinya mereka membuat foto-foto yang tidak kalah romantis dan langsung mengunggahnya di jejaring sosial media mereka. Tentu saja dengan caption love yang bertebaran. Memperlihatkan betapa mereka saling mencintai.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, komentar, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya, baca juga karya teman aku. Ceritanya bagus dan seru loh. Yuk kepoin karyanya.


__ADS_1


__ADS_2