Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Polisi


__ADS_3

Prang!


Prang!


     Suara barang pecah terdengar berkali-kali di dalam ruang kerja Tuan Ericsson. Saat ini dia marah karena nilai saham perusahaan miliknya merosot tajam. Dia tidak menyangka kalau pemutusan kerja sama bisnis dengan Virgo dan George Louis berbuntut panjang. Rekan-rekan bisnis lainnya pun ikut-ikutan memutus kerja sama mereka kalau Desember dan November menyerahkan diri dan membuat pengakuan di semua media berita kepada masyarakat. Atas kejahatan yang sudah mereka lakukan.


"Kalian semua bodoh!" teriak Tuan Ericsson memenuhi ruangan itu.


     Semua orang di sana terdiam. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara sedikit pun. Desember mengepalkan tangannya dengan erat. Dia sangat marah kepada para pengusaha yang sudah memutuskan tali kerja sama dengan perusahaan milik keluarganya.


     Berbeda dengan November dia biasa saja. Sekarang yang dia pikirkan adalah bagaimana caranya agar dia bisa mendekati Leo. Bahkan menjadikan miliknya seorang.


"Tuan Ericsson, ada tamu di lantai bawah," kata salah seorang pelayan di rumah itu.


"Siapa?" tanyanya dengan nyaring.


"Se–Sepertinya, me–mereka po–polisi, Tuan," jawab pelayan itu ketakutan.


     Tuan Ericsson pun menendang kursinya sampai jatuh terguling. Dia benar-benar sangat marah dan kesal saat ini.

__ADS_1


***


"Papa kenapa sih marah-marah begitu?" tanya November dengan bersungut-sungut.


"Ini gara-gara kamu!" pekik Desember terdengar sangat kesal.


"Kok, aku? Emangnya, apa salah aku?" tanya November dengan muka polos merasa tak bersalah.


"Tentu saja gara-gara kamu, ingin membuat Masehi dan Gemini menderita. Sampai keinginan kamu untuk melenyapkan mereka. Memaksa aku untuk melakukan semua itu," jawab Desember.


"Kalau kamu takut ketahuan, sejak awal jangan melakukan perbuatan yang melanggar hukum," ucap si nona muda masih ngeyel merasa tidak takut.


***


     Tuan Ericsson mendatangi tamu yang berkunjung ke rumahnya. Terlihat ada dua orang polisi. Yang pertama itu ketua kepolisian dan yang satunya lagi adalah seorang polisi yang masih baru.


"Halo, selamat siang. Ada apa, Pak Komisaris?" Tanya  Tuan Ericsson kepada komisaris polisi.


"Kami ke sini karena mendapatkan laporan karena putra dan putri Anda sudah melakukan tindak kejahatan yang sudah direncanakan," jawab polisi yang dipanggil Pak Komisaris oleh Tuan Ericsson.

__ADS_1


"Apa maksud Anda?" tanya Tuan Ericsson pura-pura tidak tahu.


Pak Komisaris Polisi itu mengeluarkan surat penangkapan terhadap Desember dan November atas laporan dari Tuan George Louis. Keduanya menjadi pelaku atas kecelakaan yang menimpa Gemini dan suaminya.


"Ini tidak benar! Mereka tidak melakukan kejahatan apapun. Ini Fitnah!" sanggah Tuan Ericsson begitu dia membaca kertas yang diberikan padanya barusan


"Tapi itu adalah kenyataannya," balas Pak Komisaris Polisi.


"Mana buktinya? Kalau kedua anak aku itu adalah pelaku dari kejadian itu. Sementara November itu baru saja datang dari luar negeri." Tuan rumah itu tersenyum senang karena dia punya bukti rekaman kedatangan dia dari luar negeri satu minggu setelah kejadian kecelakaan itu.


"Ada bukti yang menyatakan kalau mobil milik putra Anda, Desember terlihat di tempat TKP. Juga jejak ban mobil yang khusus Anda pesan untuk mobil sport milik putra sulung Anda." Pak Komisaris tidak mau kalah dengan Tuan Ericsson yang dikenal jago bernegosiasi.


"Aku akan menunjuk pengacara keluarga dan tidak menerima tuduhan ini!" pekik Tuan Ericsson.


"Itu bisa Anda lakukan nanti. Sekarang Tuan Desember dan Nona November harus ikut ke kantor polisi," kata Pak Komisaris.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2