Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Calon Mantu


__ADS_3

     Leo senang saat melihat senyum milik Aquarius terus terpasang di wajahnya. Kebahagiannya bisa bersatu lagi dengan lelaki yang dicintai olehnya. Bahkan dia juga selalu mendukung Aquarius untuk bisa bersatu dengan Januari.


"Jadi, kapan kalian akan menikah?" tanya Leo begitu bertemu dengan pasangan yang baru resmi merajut kembali tali asmara.


"Secepatnya," jawab Aquarius.


"Kalau bisa bulan depan kita menikah," jawab Januari hampir bersamaan dengan Aquarius.


     Aquarius menatap Januari dengan perasaan terkejut dan bahagia. Bibirnya bergetar tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan yang sedang dia rasakan.


"Benarkah itu Kak Juna?" tanya Ayu dengan senang.


"Kalau wanita manja ini mau. Kalau enggak ...?" Januari melirik dengan mata jahilnya kepada Aquarius.


"Mau! Aku mau menikah dengan kamu. Besok juga aku sudah siap!" Aquarius mencekram kedua lengan Januari.


"Besok aku akan menemui kedua orang tua kamu, untuk meminta izin dan restu agar bisa menikahi anak semata wayangnya yang paling cerewet." Januari memencet hidung Aquarius.


"Kalau gitu, gimana kita menikahnya bareng saja?" Aprilio berkata dengan tawanya yang renyah.


"Kamu juga mau menikah?" tanya Ayu kepada Aprilio.


"Ya, tentu saja. Orang tua kita sudah membahasnya dari dulu," jawab Aprilio.


"Kita?" Ayu, Leo, Aries, September dan Libra berkata dengan nada terkejut dan tidak percaya.


"Iya, Ayu. Orang tua kita sudah menjodohkan kamu dan aku sejak masih kecil. Dan itu semua akan diresmikan saat usia Ayu dua puluh tahun. Jadi, pesta ulang tahun bersamaan dengan pertunangan kita berdua." Aprilio bicara dengan lancar seolah tanpa beban.


      Berbeda dengan Ayu yang badannya langsung lemas karena dia tidak menyangka kalau pembicaraan orang tuanya dulu itu benar-benar serius. Kalau dia akan dijadikan mantu dari keluarga Hadikusumo.


     Leo dan Aries menatap Ayu dan Aprilio dengan tidak percaya. Leo langsung membopong tubuh Ayu layaknya karung beras dan membawanya pergi dari sana.


"Hei Leo! Mau kamu bawa ke mana Ayu?" teriak Aprilio dan Aries bersamaan.


"Ke penghulu!" jawab Leo sambil berlari.

__ADS_1


     Ayu berontak dalam gendongan Leo. Kepalanya agak pusing dengan posisi seperti itu. "Kak Leo! Turunkan aku!" 


"Tidak. Aku mau bawa kabur kamu sebelum jadi istri si April." Leo dengan langkah kakinya yang lebar. Dia dengan cepat sampai ke parkiran dan memasukan Ayu ke dalam mobilnya.


"Kak Leo sudah gila, ya! Main bawa kabur anak perawan seenaknya." Ayu marah-marah tapi dia memasang sendiri sabuk pengamannya tanpa sadar.


     Leo senang karena tidak perlu memasangkan sabuk pengaman untuk Ayu. Dia langsung tancap gas pulang ke rumahnya.


***


     Ayu dibawa pulang ke rumah keluarga Esteban. Leo menuntunnya masuk ke dalam rumah.


"Mama ..., Papa ..., Oma! Aku bawa calon mantu keluarga Esteban!" Leo berteriak begitu masuk ke dalam rumahnya yang megah.


     Tuan rumah yang sudah tidur pun dibangunkan oleh para pelayan atas perintah Leo. Kini ada tiga orang yang duduk di hadapan Ayu dan Leo. 


     Ayu yang gugup semenjak masuk ke rumah Leo, terus menundukkan kepalanya. Dia tidak berani melihat orang tua dan neneknya Leo. Keringat bercucuran di punggung dan pelipisnya. Hati Ayu merutuki laki-laki yang dengan bangga mengenalkan dirinya sebagai calon menantu mereka.


"Mama dan Papa tidak perlu lagi mencarikan jodoh untuk Leo. Aku sudah punya calon istri sendiri. Kenalkan namanya Ayu. Dia gadis baik hati dan tidak sombong, suka menolong dan cerdas, cerewet dan manja, suka perintah ini itu tapi mudah dikibuli, punya bentuk tubuh yang seksi melebihi artis dan penyanyi yang dikenal sangat seksi itu. Pokoknya hanya Ayu yang pantas menjadi menantu keluarga Esteban." Jelas Leo kepada orang tuanya memberitahu kelebihan yang dimiliki oleh Ayu.


"Kamu ..., Ayu yang nama panjangnya Rahayu Asha Jaya?" tanya Omanya Leo.


     Ayu mengarahkan pandangannya kepada sumber suara. Betapa terkejutnya dia saat melihat seseorang yang baru-baru ini di tolong olehnya.


"Oma Pio," panggil Ayu.


"Iya, ini Oma!" Scorpio berdiri lalu memeluk Ayu. Nenek itu yang masih terlihat segar bugar meski sudah berusia 70 tahun.


"Senang bisa bertemu dengan kamu lagi, Ayu. Oma lupa menanyakan alamat rumah kamu waktu itu." Scorpio memandangi wajah Ayu dengan lekat seolah itu adalah lukisan terindah yang dipajang di pameran. Justru itu malah membuat Ayu malu.


"Ayu juga senang bisa bertemu kembali dengan Oma," jawab Ayu jujur.


"Virgo, gadis ini yang sudah menolong Oma kemarin," kata Oma Pio kepada putra sulungnya.


"Benarkah? Wah ternyata dunia ini sempit. Penolong Oma ternyata calon istrinya Leo," ucap Virgo dengan tertawa renyah.

__ADS_1


"Mungkin karena sudah harus berjodoh dengan keluarga Esteban, jadi dari sekian banyak orang, ternyata Ayu yang menolong Oma," ujar Canser, mamanya Leo.


"Mama, Papa dan Oma setuju 'kan kalau Ayu jadi menantu keluarga Esteban?" tanya Leo.


"Kalau kamu cinta sama dia, kita bisa berbuat apa? Ujung-ujungnya kamu pasti maksa dan mengancam," jawab Canser.


"Anse benar. Kita hanya bisa menyetujui apa yang kamu inginkan," ujar Scorpio sambil mencubit pipi Leo dengan gemas.


     Semua keluarga Esteban menyetujui keinginan Leo untuk meminang Ayu. Mereka pun sangat berharap pernikahan secepatnya dilaksanakan.


"Anu ..., sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Aku dan Kak Leo bukan pasangan kekasih. Aku juga masih kecil kalau untuk menikah. Usiaku baru sembilan belas tahun, belum genap dua puluh tahun. Sampai saat ini aku belum ada pikiran untuk menikah," kata Ayu dengan hati-hati.


     Keempat orang di sana terkejut mendengar perkataan Ayu barusan. Orang tua Leo dan neneknya langsung mengalihkan pandangan mereka kepada Leo.


"Aku maunya pacaran dengan Ayu setelah kita menikah. Jadi, bebas mau berbuat apa saja," ujar Leo sambil nyerengeh.


     Scorpio gemas akan kelakuan cucu kesayangannya itu. Dia memukuli Leo menggunakan bantal sofa. 


"Dasar cucu kurang ajar! Seenaknya bawa anak gadis orang dan mengenalkannya sebagai calon istri kamu. Tanpa tahu perasaan dia gimana?" Scorpio terus memukuli Leo dengan benda persegi yang empuk itu.


"Ampun Oma! Kita tanya dulu ..., Ayu mau nggak jadi menantu Esteban?" Leo melindungi kepala dengan kedua tangannya.


"Ayu, apa kamu mau bertunangan dulu dengan Leo? Sampai mencapai usia untuk siap menikah." Virgo Esteban melihat ke arah Ayu. Begitu juga dengan ketiga orang lainnya yang ada di sana.


***


     Aries mengejar Leo dan Ayu. Hanya saja dia salah alamat, datang ke rumah Ayu. Tanpa dia ketahui kalau Leo membawa Ayu ke rumahnya.


"Ke mana Leo membawa Ayu pergi?" gumam Aries saat melihat rumah Ayu dalam keadaan gelap, menandakan tidak ada penghuni di rumah.


***


Apa jawaban yang akan diberikan oleh Ayu? Sedangkan dia tidak mencintai Leo.


Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus ya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2