
Waktu menjelang tengah malam, September bolak-balik ke kamar mandi. Rasanya dia ingin buang air kecil terus. Ini sudah lebih dari sepuluh kali, dia mendatangi kamar mandi. Meski begitu hanya sedikit sekali kotoran yang dibuangnya.
"Aduh, ini kenapa sih rasanya ingin buang air kecil lagi," desis September sambil memegang pinggang bagian belakang.
Libra yang menyadari kalau istrinya tidak ada di atas kasurnya, tiba-tiba saja dia merasa panik. Namun, saat dia beranjak dari tempat tidurnya. Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok September yang berjalan dengan kepayahan.
"Sayang, kamu ternyata di kamar mandi. Kenapa?" Libra menghampiri istrinya dan menuntun untuk berbaring di tempat tidur lagi.
"Sayang, aku dari tadi bolak-balik ke kamar mandi karena ingin buang air kecil terus," ucap September sambil menatap suaminya.
"Tunggu aku tanya dulu sama dokter."
Kemudian Libra menghubungi dokter kandungan yang selalu memeriksa perkembangan bayi mereka. Libra pun menceritakan hal yang terjadi pada istrinya. Dokter itu pun menyarankan agar September dibawa ke rumah sakit karena bisa saja itu tanda akan melahirkan.
Akhirnya mereka pergi ke rumah sakit bersama Kakak kandung September. Saat dalam perjalanan September mengalami pecah ketuban. Betapa paniknya mereka.
"Kakak, cepat! September sudah kesakitan dan air ketubannya juga sudah banyak keluar." Malah Libra yang berwajah pucat di bandingkan dengan September sendiri.
"Iya. Ini juga aku cepat. Kamu pegangin September dengan benar," balas Kakak pertama Libra.
***
__ADS_1
Begitu sampai rumah sakit, Libra langsung membawa September ke ruang bersalin. Ternyata dokter itu sudah berada di sana.
"Tuan Libra tolong baringkan Nyonya September di sini!" perintah dokter dan Libra pun membaringkan September di bantu oleh perawat.
"Aaaaakh! Kakak, sakit! Ini sakit sekali." September merintih kesakitan.
"Tenang Nyonya. Tarik napas lalu keluarkan sedikit-sedikit dan dorong!" Dokter memberikan perintah kepada September.
"Kamu pasti bisa, Sayang!" Libra memberikan semangat kepada istrinya.
September mengikuti arahan dan aba-aba dari dokter. Dia menarik napas, menahan, dan mendorong agar bayinya keluar.
Jangan tanya ekspresi dia saat ini. Libra meringis saat kuku-kuku milik istrinya menancap dan membuat luka yang banyak. Rambut juga jadi sasaran jambak oleh September untuk melampiaskan rasa sakitnya.
"Aduh, Sayang. Kenapa kamu belum selesai juga mengeluarkan bayinya? Bisa-bisa kepala ini nanti botak karena rambutnya habis kamu Jambak," gerutu Libra.
"Sayang! Apa yang kamu katakan barusan. Kamu pikir aku tidak ingin mereka cepat-cepat mengeluarkan bayi ini! Aku juga ingin agar anak kita cepat keluar dari perut aku," bentak September pada Libra.
'Aduh ini sedang ngejan juga bisa-bisanya marahi orang lain,' Libra bicara dalam hati.
September pun kembali mengejan dan berusaha mengeluarkan bayi mereka. Namun, bayi mereka masih kesulitan saat ingin keluar.
__ADS_1
"Sakit sekali!" rintih September.
"Sabar Nyonya. Kepala bayi sudah mulai terlihat. Ayo, dorong lagi!" perintah dokter lagi.
Libra pun teringat pada Leo kalau anak keluar setelah dibujuk sama mobil agar cepat ke luar dan mengakhiri penderitaan istrinya. Dia pun mencobanya.
"Baby girl, ayo keluar, Sayang. Kasihan Mama sudah kesakitan dan ingin cepat-cepat bertemu dengan kamu. Lihatlah dunia ini, kamu akan suka. Banyak tempat-tempat yang indah. Nanti kita sekeluarga jalan-jalan bersama," bujuk rayu Libra pada putrinya yang masih berada di dalam perut istrinya.
Kepala bayi sudah mulai keluar dan September pun mendorong kuat di sisa-sisa tenaganya.
"Bagus, Nyonya!"
Suara tangis bayi yang nyaring langsung memenuhi ruang bersalin itu. Tangis haru bahagia dari September dan Libra pun akhirnya membasahi pipi mereka.
"Terima kasih, Sayang." Libra mencium kening September yang lemah karena kehabisan tenaga.
"Selamat Tuan, Nyonya! Bayi Anda perempuan yang sehat," ucap dokter itu lalu menyerahkan bayinya untuk di perlihatkan dan di susui oleh September.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1