
Ayu dan mahasiswa dari kampusnya memulai membagikan sembako ke warga di desa-desa pinggiran kota. Karena sembako yang akan dibagikan ada sekitar 10.000 paket, maka dibagi menjadi 10 kelompok untuk tiap desa. Ayu kebetulan satu kelompok dengan Aries. Hal itu membuat dirinya senang banget. Ayu menjalani kegiatan ini dengan penuh semangat.
Namun, itu hanya sementara waktu karena Vivi yang seharusnya berada di kelompok lain, kini ada di sana. Vivi yang merasa tersaingi kecantikan dan kepopuleran oleh Ayu menjadi semakin tidak suka. Apalagi Aries terlihat beberapa kali terlibat percakapan dan sering berinteraksi dengan Ayu, membuatnya cemburu.
Vivi pun memaksa salah seorang mahasiswi yang satu kelompok dengan Aries, bertukar kelompok dengannya. Bahkan dia membayar hanya demi bisa dekat dengan Aries.
Ayu tahu kalau Vivi sering memandang dengan tidak suka. Bahkan beberapa kali dia menabrakan bahu padanya. Namun, Ayu membiarkannya selama itu tidak membahayakan atau mencoreng nama baik dia.
Ayu pun membagikan sembako kepada warga yang jaraknya paling jauh dengan kantor desa. Dia berdua dengan teman yang lainnya sambil masing- masing membawa 20 paket sembako yang sangat berat.
Interaksi Ayu dengan warga berjalan lancar, alami, penuh dengan kehangatan. Warga pun suka akan sikap Ayu yang sopan kepada mereka. Bahkan Ayu memberikan uang dari dana pribadi untuk warga yang benar-benar sangat membutuhkan.
Aries yang berharap bisa berpasangan dengan Ayu, tidak terkabul karena Vivi langsung mengklaim berpasangan dengannya. Ayu juga berpasangan dengan teman satu angkatan, tetapi beda fakultas.
Aries begitu selesai membagikan paket sembako, langsung mencari Ayu. Namun, Ayu belum terlihat kembali, maka dia dengan cepat menyusul Ayu ke desa yang lebih pelosok lagi. Saat tiba di tempat ternyata Ayu sedang ikutan membakar singkong dengan warga.
Ayu dan warga terlibat obrolan yang menarik dan sering membuat mereka semua tertawa bersama. Aries pun menghampiri mereka dan ikut berbaur dengan warga membakar singkong.
"Kak Aries, apa semuanya sudah kembali?" tanya Ayu karena Aries mendatanginya.
__ADS_1
"Belum semua, baru ada sebagian. Hanya saja aku teringat kamu yang pergi ke wilayah paling jauh. Apa semuanya lancar?" Aries memandang Ayu tanpa berkedip.
"Iya Kak, semua lancar. Tadi kita mau kembali, tapi warga minta kita untuk ikut membakar singkong dulu. Jadinya, begini." Ayu tersenyum senang apalagi singkongnya sudang matang.
Ayu membagi dua singkong bakarnya dengan Aries. Mereka berdua terlihat sangat bahagia dan warga menyangka kalau mereka adalah pasangan kekasih. Baik Ayu maupun Aries tidak ada yang membantah pernyataan warga. Malah mereka tersenyum malu-malu.
Jika, Libra tidak menelpon Aries. Maka, dia akan masih anteng dengan Ayu, bicara dengan warga. Ayu dan Aries pun saat jalan mereka bergandengan tangan karena Ayu beberapa kali akan jatuh karena jalan ke sana masih berbatuan.
"Lama sekali kalian!" Libra yang berdiri sambil bertolak pinggang.
"Kelompok kamu enak di dekat kantor desa. Aku pelosok desa, yang tidak bisa menggunakan mobil ke sana!" Aries membalas perkataan Libra.
Leo menatap Ayu dan Aries dengan tidak suka. Kedua tangan mereka masih saling terpaut. Hal lain yang buat Leo tidak suka adalah seharian itu dia tidak bisa bersama Ayu karena selalu beda kelompok.
***
"Kak Aries, aku membuat paket keperluan sekolah untuk anak laki-laki dan perempuan, tapi semuanya untuk anak TK sama SD. Aku lupa minta informasi anak-anak itu kebanyakan berusia berapa? Ternyata kebanyakan dari mereka sudah sekolah dasar nggak ada anak yang masuk TK." Ayu merasa kurang teliti, ternyata anak panti tidak masuk ke TK, mereka langsung masuk SD begitu cukup umur.
Aries pun tidak mempermasalahkan itu karena anak-anak pasti akan suka dengan hadiah yang mereka terima. Aries juga selalu memperhatikan Ayu saat bersama dengan anak-anak panti. Aries kagum dengan sikap Ayu yang ramah terhadap siapa saja.
__ADS_1
Vivi selalu berbuat ulah untuk menjauhkan Ayu dan Aries. Dia juga memberitahu kepada anak-anak panti bahwa Ayu itu dulunya sangat gendut. Dia juga melebih-lebihkan sesuatu agar anak-anak panti tidak suka sama Ayu. Namun, hal itu tidak mempengaruhi anak-anak, mereka masih suka sama Ayu. Hal itu malah membuat Vivi semakin kesal.
Saat Ayu membawa air dari ember untuk membantu anak-anak panti mencuci piring. Vivi menjegal kaki Ayu sehingga jatuh ke lantai dan tangannya terluka tangannya terkena lantai yang retak-retak. Kening dan dagu juga berdarah.
Aries panik melihat Ayu yang berdarah seperti itu. Dia langsung membawa ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan.
"Ayu kenapa ini bisa terjadi?" tanya Aries.
Ayu tidak menjawab karena ludahnya juga ikut tergigit saat dagunya menghantam lantai. Akibatnya Ayu kesulitan saat makan.
***
Vivi menyebarkan gosip kalau selama baksos Ayu terus menggoda Aries. Bahkan rela melukai dirinya sendiri demi mendapatkan perhatian dari salah satu Pangeran Kampus. Sehingga para penggemar Aries dan Pangeran Kampus lainnya, menjadi tidak suka kepada Ayu.
Ayu yang tidak tahu apa-apa, merasa aneh saat mendengar sindiran-sindiran untuknya. Bahkan di papan tulis ada banyak kata-kata yang menghina Ayu, membuatnya shock. September juga menjadi ikutan marah karena semua yang ditulis di papan tulis itu adalah Fitnah.
***
Fitnah apa yang dilayangkan kepada Ayu?
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya ya.
Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.