Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Kebohongan Libra


__ADS_3

     Keluarga Kimberley dan Castello berhasil memenjarakan Taurus. Mereka tadinya ingin menghabisi pewaris Durelli itu saat melihat Libra membawa September dalam keadaan kacau.


     Libra berjanji akan selalu setia kepada September dan tidak akan pernah berselingkuh atau main-main lagi dengan wanita lainnya. Sejak dia merenggut paksa kehormatan September dulu, dia benar-benar bertaubat dan tidak pernah mau lagi bermain-main dengan para wanita penggoda yang selalu mengincar dirinya.


"Semoga saja kali ini beneran jadi penerus Castello." Libra mencium perut istrinya yang ramping.


     Dulu Libra meminta kepada dokter kandungan itu untuk memberitahu kalau September sedang hamil. Mau itu memang benar hamil atau tidak. Pokoknya dia ingin agar pernikahan dengan September bisa terlaksana. Dia tidak mau kehilangan tunangannya itu, maka dengan segala cara akan dia lakukan.


"Sayang, maaf aku sudah membohongi kamu." Libra mencium kening istrinya yang sedang tidur.


***


     Aprilio duduk di kursi pengunjung saat Agustus mencarinya. Sejak kejadian tadi, Aprilio semakin yakin kalau dia tidak punya kesempatan bisa membahagiakan Ayu sebagai pasangan. Dia hanya bisa membahagiakan gadis yang dicintainya itu saat sebagai sahabat.


"April, apa Om boleh duduk di sini?" tanya Agustus.

__ADS_1


"Iya. Boleh, Om." Aprilio menganggukkan kepala dan menegakkan badannya.


"Apa kamu yakin akan merelakan Ayu dengan Leo?" tanya Agustus.


"Iya. Aku ingin Ayu bisa hidup bahagia dengan laki-laki pilihannya," jawab Aprilio dengan meyakinkan.


"Om, takut kalau keluarga Leo tidak bisa menerima Ayu. Karena dia anak Om dan Tante yang pernah membuat mereka murka. Sebenarnya, apa yang membuat Ayu begitu mencintai Leo?"


"Perasaan itu kita tidak bisa menjelaskannya secara gamblang. Kita juga tidak bisa memilih hati kita akan berlabuh pada siapa?"


"Kamu semakin dewasa, April. Om suka."


"Om, berharap kelak kamu akan menemukan gadis yang benar-benar mencintaimu dengan tulus."


"Iya. Terima kasih, Om."

__ADS_1


     Agustus pun pergi meninggalkan Aprilio sendirian lagi di sana. Agustus dan Mei sudah memutuskan menerima keinginan Aprilio untuk memutuskan perjodohannya dengan Ayu dan memberikan restu kepada Leo. Meski Juni dan Oktober kecewa dengan keputusan mereka, tetapi keduanya juga tidak mau melihat Ayu menderita lebih lama.


     Meina jatuh tertidur di samping Ayu. Dia duduk sambil memegang jemari putrinya. Rasa takut kehilangan anak satu-satunya, belakangan sering menghantui perasaan dirinya. Dia takut Ayu pergi jauh darinya. Dia takut tidak bisa mendengar suara putrinya. Dia takut tidak bisa memeluk dan membelai rambut anaknya yang sering dia kepang waktu kecil.


     Agustus menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut. Dia merasa kasihan dengan dua wanita yang berharga dalam hidupnya. Keduanya sering membuatnya khawatir. 


"Sayang, bangun! Tidurlah di sofa," bisik Agustus karena Mei menggenggam erat tangan Ayu.


"Tidak. Aku tidak mau jauh dari Ayu." Meina menolak ajakan suaminya. Dia memilih tetap berada di sisi Ayu.


"Ayu, bangunlah! Papa dan Mama sudah merestui hubungan kamu dan Leo. Jika kamu benar-benar mencintainya, sadarlah dan cari dia. Katanya dia pergi ke luar negeri." Meina bicara kepada Ayu berharap putrinya itu bisa mendengarkan ucapan dia. Namun, tidak ada reaksi dari Ayu.


"Ayu, kami semua sudah memutuskan perjodohan antara kamu dengan April. Sekarang carilah kebahagiaan yang kamu impikan itu," kata Agustus dengan berlinang air mata.


***

__ADS_1


Akankah Ayu sadar setelah kedua orang tuanya bilang sudah merestui hubungannya dengan Leo? Apakah kali ini Libra berhasil membuat September mengandung anaknya?


Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2