
Ayu mengajak Leo masuk ke dalam rumahnya. Leo masih ingin memperjuangkan cinta Ayu. Dia masih gigih ingin meminta restu kepada orang tua kekasihnya itu.
Meina menatap tajam ke arah Ayu dan Leo yang duduk di depannya. Dia tidak suka kalau putrinya itu masih saja keras kepala.
"Bukannya kemarin kamu sudah setuju untuk menikah dengan April!" kata Meina dengan nada penuh emosi.
"Kemarin kita hanya membicarakan perjodohan, Ma. Belum ke tahap pernikahan," balas Ayu dengan nada rendah karena tidak mau membuat Mamanya semakin murka.
"Tetap saja itu artinya kamu sudah terikat sama April. Dan kalian akan menikah sebentar lagi," ujar Meina dengan kesal. Dia merasa ingin membuka isi kepala anaknya. Kenapa Ayu sampai tergila-gila kepada pemuda yang bahkan dulu sering mengejeknya.
"Pertunangan ini masih bisa dibatalkan!" tukas Ayu dengan nada bergetar karena dia melihat Papanya sejak tadi memalingkan wajah darinya.
Leo yang merasa kasihan kepada Ayu, hanya bisa saling menggenggam tangan untuk memberi kekuatan. Dia tidak berani memeluk tubuh kekasihnya saat ini. Sebab, dia masih ingin hidup panjang, jadi tidak boleh membuat seorang Agustus Maheswara Jaya marah dan mengulitinya.
"Om ..., Tante, apa yang harus aku lakukan agar kalian memberikan restu pada hubungan kami?" tanya Leo dengan nada lembut mencoba mencuri hati orang tua kekasihnya.
"Kamu tidak perlu melakukan apa-apa. Karena sudah terlambat! Ayu akan menikah sebentar lagi dengan April," jawab Meina dengan sinis.
"Tidak 'kah kalian memberikan aku kesempatan! Apa dengan melepaskan diri dari keluarga Esteban, kalian akan menerima aku sebagai calon pendamping Ayu," tawar Leo dengan tatapan mata penuh kesungguhan.
"Jadi, kamu akan melepaskan diri dari calon pewaris Esteban demi Ayu?" tanya Agustus dengan sangsi.
"Akan aku lakukan apapun demi Ayu. Asalkan bisa bersama Ayu nantinya, aku pasti akan melakukan itu," jawab Leo.
"Aku tidak mau putriku menikah dengan laki-laki miskin," tukas Meina dengan nada sinis dan wajah masam.
__ADS_1
"Aku bisa bekerja. Aku juga punya uang hasil usaha sendiri." Leo membanggakan dirinya. Sedikit narsis agar bisa mendapatkan restu dari kedua orang tua Ayu.
"Ma! Pa! Ini permohonan Ayu untuk terakhir kalinya. Berikan restu kalian kepada kami. Agar kami bisa hidup bahagia bersama selamanya," ucap Ayu dengan sepenuh hati dan jiwanya.
"Tidak! Kamu ingin mencoreng nama baik keluarga kita dan menghancurkan tali persahabatan Mama dan Papa dengan keluarga Hadikusumo!" Meina menolak mentah-mentah permohonan Ayu itu.
"Meski April juga ingin memutuskan tali perjodohan ini. Mama tidak akan memberikan restu kepada kalian!" Meina masih bersikukuh.
"Ma ...." Ayu mulai merengek.
Tatapan tajam dilayangkan Agustus kepada Ayu. Dia tidak suka kalau anaknya terus membangkang.
"Apa benar-benar tidak ada kesempatan untuk aku agar bisa hidup bersama Ayu?" tanya Leo mulai merasa putus asa.
Perkataan Meina ini menohok hati Ayu dan Leo. Ayu tahu kalau Mamanya itu sama keras kepada dengannya. Maka, dia harus bisa mencari cara agar meluluhkan hati wanita yang sudah melahirkannya itu.
"Ingat Ayu! Kamu itu gadis yang sudah terikat dengan Aprilio. Tidak baik jika masih berhubungan atau dekat dengan laki-laki lain. Jaga harga dirimu dan kehormatan kamu sebagai gadis baik-baik." Agustus bicara sambil berdiri. Kemudian, dia beranjak pergi.
"Ini sudah sore. Pulanglah! Sudah terlalu lama bertamu," ujar Agustus yang ditujukan kepada Leo.
Meina pun ikut pergi dengan suaminya meninggalkan ruang tamu. Kini, hanya tinggal ada Ayu dan Leo.
"Ayu ...! Masuk kamar," titah Meina yang hanya terdengar suaranya.
Ayu dan Leo yang sedang saling menatap kini berpelukan dengan erat. Ayu menumpahkan air mata kesedihan di dada bidang kekasihnya.
__ADS_1
"Maaf. Maafkan aku yang belum bisa meluluhkan hati orang tuaku," bisik Ayu.
"Tidak apa-apa. Aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun," balas Leo.
"Ayu!" Lagi-lagi terdengar suara Meina dari dalam ruang keluarga.
Ayu melepaskan pelukan itu menatap mata sembab Leo. "Aku juga mencintaimu!" Ayu mengjinjitkan kakinya dan mencium bibir Leo. Ayu berpikir mungkin ini akan menjadi ciuman terakhirnya dengan laki-laki yang dia cintai.
Leo sangat terkejut mendapat serangan mendadak dari Ayu. Namun, dia pun membalas ciuman itu dengan lembut dan penuh perasaan. Dia ingin mengingat perasaannya saat ini. Dimana dia bisa masih bisa menyentuh bibir lembut milik gadis pujaan hatinya. Dia belum sanggup untuk kehilangan kekasihnya, meski mereka dipisahkan, hatinya masih tetap milik Ayu.
Keduanya melepaskan tautan bibir mereka ketika merasa kehabisan pasokan oksigen. Kening saling menempel dan napas memburu dengan mata terpejam. Tangan keduanya pun saling menggenggam.
"Ayu, masuk kamar!" Kali ini suara Agustus yang terdengar.
"I love you," bisik Ayu kemudian mengecup bibir Leo dengan singkat.
"I love you too," balas Leo dan mencium keningnya.
Ayu berbalik dengan cepat karena sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Leo pun sama, dia membalikkan badannya dan pergi ke luar rumah milik keluarga Jaya.
***
Bagaimana kabar Aprilio ya? Apakah dia juga akan memikirkan cara lain bisa membuat Ayu bahagia?
Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1