
"Ayu aku cari-cari kamu dari tadi. Yuk ikut aku!" Aprilio menggandeng tangan Ayu dan pergi dari hadapan Januari dan Aquarius.
"Kak Janu ..., Aquarius ..., aku permisi dulu." Ayu pamit sambil berjalan karena ditarik oleh Aprilio.
Aquarius dan Januari melihat Ayu yang dibawa oleh Aprilio. Keduanya kini saling tatap dan tersenyum hangat.
"Hm! Hm! Aku sebaiknya undur diri juga. Mau mencari Leo," bisik Pisces kepada Aquarius. Senyum cantiknya langsung terpasang di bibir merah menggoda itu. Dia pun pergi dari sana untuk mencari sang pujaan hati.
Ayu di ajak oleh Aprilio ke taman hotel yang berada di samping kolam renang. Keduanya kini berjalan menelusuri taman itu sambil bergandengan tangan dalam keadaan diam.
Aprilio merasa ada sesuatu yang sudah terjadi kepada Ayu. Dia memperhatikan sejak di salon, sahabatnya itu kebanyakan diam. Aprilio tidak suka melihat gadis yang biasanya ceria itu kini menjadi diam dengan raut wajah yang sedih.
"Ada apa?" tanya Aries sambil memperhatikan Ayu dari samping.
"Hm? Ada apa, apanya?" tanya Ayu balik.
"Eh, nih anak. Aku tanya ada apa sama kamu? Kenapa kamu diam saja, seperti melamun dan banyak pikiran," jawab Aprilio.
Ayu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tiada ada apa-apa."
"Bohong! Kamu hari ini seperti bukan Ayu yang aku kenal." Aprilio kini berdiri berhadapan dengan Ayu. Mereka masih saling memegang tangan.
"Katakan ada apa? Apa yang sedang mengganggu pikiranmu?" Aprilio menatap Ayu dengan permohonan agar sahabatnya itu bicara.
Diperhatikan oleh Aprilio seperti itu membuat Ayu terharu. Dia kemudian memeluk pemuda yang selalu setia menemaninya di saat dalam situasi apapun. Ayu tiba-tiba menangis dengan kencang. Aprilio membiarkan Ayu menangis dalam pelukannya.
"Apa yang membuat kamu sedih seperti ini?" bisik Aprilio dan Ayu hanya menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu kenapa menangis seperti ini? Hanya saja aku merasa sangat sedih sekali dan ingin menangis sekencang-kencangnya," jawab Ayu dalam sela tangisannya.
Aprilio membelai rambut Ayu dengan penuh rasa kasih sayang. Dia juga ikutan sedih karena teman baiknya sedang menangis.
__ADS_1
"Coba pejamkan matamu, dan kira-kira apa yang membuatmu sedih? Atau siapa yang saat ini sudah membuatmu merasa bersedih seperti ini?" Aprilio menghirup wangi rambut Ayu. Dia tahu buka dirinya yang ada di dalam pikiran atau benak Ayu saat ini.
Ayu pun memikirkan kira-kira siapa yang membuatnya merasa sedih belakangan ini. Tiba-tiba muncul dalam bayangannya adalah si Pangeran Kampus yang selalu menemani hari-hari dia selama empat hari ini dari pagi sampai malam.
"Apa sudah terbayangkan oleh kamu siapa?" tanya Aprilio dan Ayu pun menganggukkan kepalanya.
"Apa kamu ingin menemuinya saat ini juga?" Aprilio kembali bertanya. Ayu masih diam saja untuk beberapa saat, kemudian dia pun akhirnya mengangguk.
Aprilio menarik kepala Ayu dan mendongakkan ke arahnya. Netra mereka saling beradu. Kedua tangan Ayu masih melingkar di pinggang Aprilio.
"Siapa?" tanya Aprilio dan terjeda sesaat, "siapa yang ingin kamu temui saat ini?"
"Kak Leo," jawab Ayu jujur.
"Bukan Aries?" tanya Aprilio lagi karena dalam benaknya nama laki-laki itu yang dulu sering disebut-sebut oleh Ayu.
"Bukan. Aku juga tidak mengerti kenapa harus Kak Leo yang ingin aku temui saat ini," jawab Ayu dengan air mata berlinang.
Kadang Aprilio berpikir lebih baik temannya ini kembali lagi badannya gemuk kayak dulu agar tidak banyak orang yang memperebutkan dirinya. Kebanyakkan dari mereka melihat Ayu yang sekarang. Mereka mau menjadi pacar Ayu yang sudah berubah menjadi cantik, padahal dulu mereka membulli dan menghinanya dengan kata-kata yang amat sangat kejam.
"Tidak. Kak Leo tidak menyakiti hatiku. Melainkan, kemarin dia mengenalkan aku kepada keluarganya sebagai calon istri. Namun, aku menolak dan bilang tidak suka padanya. Tetapi saat ada wanita di masa lalu Kak Leo muncul, aku menjadi kepikiran dia terus." Air mata Ayu masih saja setia meluncur dengan bebas di pipinya yang halus.
"Apa sekarang kamu suka sama Kak Leo?" Aprilio menghapus kedua pipi mulus Ayu dengan kedua ibu jarinya.
Ayu diam saja di sendiri bingung mau menjawab apa. Baginya laki-laki yang dia sukai adalah Aries. Dari dahulu dia adalah orang yang sangat baik.
Berbeda dengan Leo yang selalu membuatnya kesal dan senang menggodanya. Namun, setelah dipikir-pikir lagi dia juga senang saat berinteraksi dengan Leo.
"Untuk memastikan perasaan kamu. Bagaimana kalau saat ini kita temui saja mereka, satu persatu?" Usul Aprilio dan mendapat anggukan sebagai jawaban dari Ayu.
"Kalau begitu, ayo kita temui mereka!" Aprilio menggenggam tangan Ayu dan berjalan beriringan.
__ADS_1
***
Leo sedang berada di salah satu balkon kamar hotel. Dia melihat Ayu dan Aprilio berjalan di taman, kemudian berpelukan dan membicarakan sesuatu yang membuat Ayu menangis. Lalu keduanya pergi meninggalkan taman itu sambil bergandengan tangan.
"Ayu, maaf. Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan kamu. Meski kamu nanti menikah dengan April. Aku akan menunggu jandamu." Pandangan Leo mengikuti arah ke mana Ayu pergi.
Bel pintu kamarnya berbunyi dan itu membuat Leo terkejut. Dia mengira itu adalah bellboy yang sedang mengantarkan pesanan makanan dan minuman untuknya. Begitu pintu dibuka yang berdiri sana adalah wanita dari bagian masa lalu yang tidak diketahui kabarnya sampai saat ini.
"Pisces Durelli," gumam Leo.
Wanita yang dipanggil namanya oleh Leo, kini tersenyum lebar dan langsung memeluk tubuh Leo. Tindakannya ini membuat Leo terkejut.
"Aku sangat merindukan kamu, Leo," bisik Pisces tepat di telinga Leo.
Leo mendorong tubuh Pisces dan melepaskan pelukannya. Terlihat tatapan kemarahan dan tidak suka di wajah tampan milik dia.
Sekarang Leo sudah tidak berharap lagi kepada Pisces. Dulu wanita itu pergi meninggalkan dirinya dengan begitu mudah tanpa memikirkan perasaan dia. Tidak pernah ada kabar apapun darinya. Seolah telah ditelan bumi, meski dia telah menyuruh banyak orang untuk menemukan pujaan hatinya, dulu.
"Ada apa Leo? Apa kamu tidak merindukan aku? Padahal aku sangat merindukan kamu selama ini." Pisces memandang Leo dengan tatapan sedih dan terluka karena laki-laki itu seakan menolak keberadaannya.
"Rindu? Maaf saja aku sudah tidak pernah merindukan dirimu sejak kamu menghilang dulu." Leo bicara dengan nada datar.
"Maafkan aku yang dulu pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada kamu." Pisces berusaha memeluk lagi tubuh Leo, tetapi langsung di dorong olehnya.
"Kak Leo," panggil Ayu dengan lirih tetapi masih bisa didengar oleh Leo.
"Baby," Leo sangat terkejut dengan kedatangan Ayu di sana. Keduanya saling beradu pandang, dan Pisces pun mengalihkan penglihatannya ke gadis yang berada di belakangnya.
***
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Siapakah yang akan dipilih oleh Ayu akhirnya? Tunggu kelanjutannya ya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk klik, like, favorit hadiah dan Vote-nya juga. Mumpung hari Senin. Dukung aku terus. Terima kasih.