Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Kecelakan Gemini (2)


__ADS_3

"Gemini, menangis 'lah. Jika, itu bisa meluapkan rasa sakit dan sedihku," bisik Ayu yang masih memeluk Gemini.


     Gemini pun menangis dengan kencang bahkan berteriak. Meluapkan semua rasa sakit di dadanya karena sudah ditinggalkan oleh orang yang dia cintai.


"Ayu, aku tidak bisa menolongnya ...! Di–Dia mengorbankan nyawanya. Dia bilang ... dia sangat mencintai aku." Gemini menangis tergugu dan pilu.


     Semua orang yang ada di sana ikut menangis. Betapa rapuhnya seorang Gemini ketika ditinggal oleh suaminya. Mereka baru saja pulang dari liburan karena Gemini berulang tahun kemarin lusa. Suaminya memberikan kejutan di vila mereka. Selama dua hari mereka menikmati waktu hanya berdua saja. Menjalankan program kehamilan ditengah-tengah kesibukan keduanya.


      Siapa sangka kalau mobil mereka bermasalah dan sopirnya tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Mobil mereka jatuh ke jurang dan menghantam pohon besar. Sopir mereka meninggal di tempat saat itu juga. Namun, Gemini dan suaminya masih bisa bertahan. Tubuh Gemini berada dalam pelukan suaminya. Dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi Gemini, sehingga bagian kepala dan punggung sampai tembus ke perut, banyak luka yang di dapat. Suaminya pun menyuruh Gemini keluar dari mobil terlebih dahulu karena takut terjadi kebocoran bahan bakar yang dapat mengakibatkan mobil meledak. Gemini yang berhasil ke luar terlebih dahulu, menarik tubuh suaminya. Dan baru beberapa langkah dari sana terjadi ledakan besar. Mobil mereka terbakar. Lagi-lagi saat itu suaminya melindungi dia lagi dan langsung meninggal.


    Bayang-bayang kejadian sore kemarin masih terlihat jelas di pelupuk mata Gemini. Bagaimana dia kehilangan suaminya setelah dia mengatakan cinta untuknya dan meminta terus hidup.


***


     Sudah satu jam lebih Gemini menangis histeris di dalam pelukan Ayu. Bahkan sampai tertidur. Dokter pun menyarankan agar Gemini juga dibawa ke dokter psikiater untuk pemulihan jiwanya.

__ADS_1


     Kini gantian Ayu yang menangis di dalam pelukan Leo. Dia bisa merasakan kesakitan yang sedang diderita oleh Gemini.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu," bisik Leo sambil mengusap punggung istrinya.


"Ak–Aku juga tidak mau merasakan sakit karena takut kehilangan kamu lagi, seperti dulu. Aku merasa lebih baik mati, saat itu dari di tinggalkan oleh kamu." Ayu meracau mencurahkan isi hatinya lagi pada suaminya.


     Kedua orang tua Ayu melihat dan mendengarkan apa yang sedang Ayu dan Leo bicarakan. Ada rasa menyesal dari dalam hati mereka, karena dulu bersikeras memisahkan dua sejoli yang saling mencintai.


***


"Sayang, aku bawakan makanan ke sukaan kamu," ucap Libra mengejutkan September.


     Mendengar suara dari laki-laki yang sedang dia pikirkan dalam otaknya. Membuat September merasa sangat bahagia. Saat netra dia melihat sosok pria yang sudah membuatnya terjerat dalam kehidupan pernikahan, air matanya meleleh.


'Aku tidak mau kehilangan dirinya!' kata batin September.

__ADS_1


     Dengan berlari September menghampiri suaminya dan langsung melompat dalam pelukannya. Dia menangis dengan kencang dan membuat Libra bergeming. Tidak tahu dengan apa yang sudah terjadi pada istrinya.


"Sayang, ada apa? Kenapa kamu menangis?" tanya Libra dengan panik.


     Namun, September tidak menjawab dia malah semakin mengeratkan pelukannya. Tangisannya pun semakin kencang.


"Sayang, ada apa? Apa ada yang menyakiti kamu? Atau kamu tadi mimpi buruk?" tanya Libra yang masih panik.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Selagi menunggu Ayu up bab berikutnya, baca juga karya teman aku ya.


__ADS_1


__ADS_2