Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Ayu Hilang


__ADS_3

     Unggahan Julia di sosial media miliknya membuat Ayu juga ingin pergi ke sana. Dia suka dengan keindahan dan keunikan bentuk-bentuk bangunan di sana.


"Kak Leo, aku ingin main ke Pulau Negeri Impian," kata Ayu sambil menunjukan handphone miliknya.


"Nanti saja setelah pembukaan atau jika sudah selesai seratus persen membangunnya," jawab sang suami tanpa melihat handphone milik istrinya karena dia sedang mengecek laporan keuangan milik perusahaan Jaya, atau milik mertuanya.


     Melihat sikap suaminya itu, Ayu merasa sakit hati. Dia merasa sudah diabaikan. Suaminya tidak mau peduli lagi dengan keinginannya saat ini.


     Leo sudah tiga hari ini begadang memeriksa laporan keuangan milik perusahaan keluarga Ayu. Dia menemukan ada beberapa penggelapan uang dalam jumlah kecil tapi berskala tiap bulannya dan yang melakukannya lebih dari satu orang. Leo juga menggunakan kemampuannya untuk meng-hacker data-data dari beberapa tahun kebelakang. Ternyata pelaku penggelapan dana ini sudah berjalan 2 tahun.


     Melihat suaminya masih kerja memangku laptop dan duduk disampingnya membuat Ayu kesal dan memilih beranjak dari kasur. Dia marah dan kesal saat ini.


"Baby, mau ke mana?" tanya Leo memandang Ayu yang pergi ke luar kamarnya.


     Tidak ada jawaban dari Ayu, membuat Leo merasa bersalah. Dia yakin kalau saat ini istrinya itu sedang marah.


"Bodoh kamu, Leo! Ayu sekarang pasti sedang marah," makinya pada diri sendiri.


     Leo pun beranjak dan mencari keberadaan Ayu. Dia merutuki kebodohannya karena tidak peka kalau wanita hamil ini sensitif perasaannya.


***


"Baby, kamu di mana?" Leo mencari ke seluruh rumah.


     Leo mencari ke dapur, di sana hanya ada koki dan beberapa pelayan yang sedang bekerja. Dia edarkan matanya ke seluruh ruangan dapur.

__ADS_1


"Apa kalian melihat istriku?" tanya Leo.


"Tidak, Tuan. Nona Ayu tidak mengunjungi dapur," jawab salah seorang pelayan di sana.


"Ya, sudah kalau begitu. Terima kasih." Leo pun pergi dari sana. 


***


     Kali ini dia mencari ke ruang keluarga. Hanya ada Oma Secorpio yang sedang menonton televisi. Kalau sedang menonton drama sinetron, Neneknya itu sulit diganggu.


"Ada apa?" tanya Oma Pio kepada cucunya.


"Oma lihat Ayu, nggak?" tanya Leo balik.


"Barusan dia keluar, Oma. Kayaknya marah sama Leo," jujur pewaris keluarga Esteban.


     Terlihat rasa kecewa di wajah Secorpio. Dia yakin kalau cucunya sudah melakukan kesalahan.


"Oma yakin kalau kamu sudah melakukan kesalahan pada Ayu. Nggak mungkin istri kamu tiba-tiba marah tanpa sebab." Oma Pio mengomeli cucu kesayangannya. Leo diam saja karena dia merasa bersalah.


***


     Leo pun mencari ke luar rumah. Dia mencari ke taman depan, gazebo di taman belakang, ke kolam renang di samping rumah. Dia kunjungi tempat yang kira-kira biasa Ayu datangi. 


     Cancer yang sedang merawat bunga-bunga merasa heran melihat putranya hilir mudik kesana-kemari. Seperti mencari sesuatu. Maka dia pun menghampirinya.

__ADS_1


"Sayang, kamu sedang apa?" tanya Canser lembut.


"Mama, lihat Ayu, nggak?" tanya Leo balik.


"Tidak. Memangnya aku ke mana?"


     Akhirnya, Leo pun menceritakan kembali kejadian saat di kamar bersama Ayu. Mamanya mendengarkan dengan seksama.


"Coba kamu lihat lewat cctv! Siapa tahu sekarang dia sedang berada di tempat tak terduga," suruh Nyonya Esteban kepada putra semata wayangnya itu.


***


     Sesuai perintah Mamanya, Leo pun mulai mencari keberadaan Ayu lewat rekaman kamrea cctv. Dia berharap kalau Ayu dalam keadaan baik-baik saja.


     Rekaman mulai di periksa waktu Ayu keluar dari kamar tidurnya. Leo terperangah dan menepuk jidatnya sendiri.


"Awas kamu, Ayu! Sudah buat aku panik setengah mati," gumam Leo dan beranjak menuju tempat istrinya.


     Saat ini Leo rasanya ingin marah, tapi ingin tertawa juga, rasa kesal juga terselip di hatinya. Dia sudah mengelilingi rumah ya yang begitu besar hanya untuk mencari keberadaan istrinya tercinta. Namun, orang yang sedang dicari-carinya itu malah enak tidur di ruang sebelah kamarnya atau ruang kerja milik Leo.


"Baby, kamu sudah membuat aku panik dan takut. Tapi, kamu malah enak-enak tidur di sini," ucap Leo saat melihat Ayu yang sedang tidur di sofa yang ada di sana.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2