Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Gila


__ADS_3

     Malam hari ketika semua orang sudah terlelap, Juli justru masih di balkon duduk seorang diri. Sesekali netra hitam itu melihat ke arah kamar dari rumah sebelah. Dia berharap bisa melihat sosok Aprilio, meski cuma bayangannya saja. 


     Gila. Ya, mungkin itu kata yang pantas untuknya saat ini. Hanya melihat siluet Aprilio dari kejauhan saja sudah membuatnya senang. Apalagi jika bisa berbicara berdua dan menghabiskan waktu bersama.


     Ayu sering menggodanya dengan dengan perkataan 'jatuh cinta membuat Juli menjadi gila!' dan itu memang benar dia rasakan saat ini. Jatuh cinta kepada Aprilio membuat Juli sering melakukan hal-hal yang dulu tidak pernah dilakukannya.


     Selama ini, Juli tidak pernah menjadi penguntit hanya untuk mengetahui apa saja yang dilakukan oleh orang lain. Namun, dia begitu sangat penasaran dengan apa yang sedang Aprilio lakukan, dan satu hal yang selalu membuatnya jatuh kepayang. Yaitu, senyuman tampannya yang selalu terbayang di pelupuk mata. Melihat senyuman April membuat jantung Juli terasa melompat-lompat dan banyak bunga bermekaran di hatinya.


     Kata-kata yang keluar dari mulut Aprilio pun terdengar bagaikan nyanyian indah dan merdu, sehingga enak untuk di dengar. Juli selalu ingin memancing agar sang pujaan hati terus bicara. Meski itu gerutuannya  dan omelan untuknya. Gila. Hal itu gambaran yang pantas untuk Juli saat ini. Hanya orang yang sedang gila karena mabuk kepayang akan asmara yang membuat orang mendengar kata-kata omelan terasa nyanyian dan membuatnya terus ingin mengulanginya lagi untuk didengarkan.


"April, kenapa aku jadi begini?" gumam Juli.


     Juli menatap bintang-bintang yang bertaburan di langit malam. Sesaat pikirannya lupa akan Aprilio karena menata indahnya lukisan alam semesta yang terhampar luas.


"Wah, indah sekali! Pemandangan malam ini akan terasa sempurna, jika dinikmati bersama kekasih hati," kata Juli dengan nada lirih.

__ADS_1


     Jantung Juli terasa akan anjlok ke luar dari mulutnya. Saat netra dia saling beradu pandang dengan laki-laki yang sejak tadi selalu ada dalam pikirannya.


"Ini beneran kan? Bukan mimpi?" tanya Juli entah pada siapa. Sebab, saat ini hanya ada dia seorang diri dan pemuda itu berada di sebrang sana.


     Senyum bahagia langsung mengembang di bibir Juli. Tidak lupa dengan tangannya yang melambai ke arah sang pujaan hati.


     Namun, Aprilio hanya diam menatapnya tanpa membalas senyuman dan lambaian tangan itu. Juli pun membentuk tanda hati dengan tangannya dan bilang, ''Aku cinta kamu!'' tanpa suara hanya gerak mulutnya saja. Dia tidak mau pura-pura atau jual mahal dalam mengungkapkan perasaannya. 


     Aprilio tahu apa yang diucapkan oleh Juli dari gerak mulutnya. Namun, dia diam tidak menanggapi gadis yang selalu mengganggunya belakangan ini. Akhirnya, dia memilih masuk lagi ke dalam kamar tidurnya.


     Tidak berapa lama kemudian, senyum di bibir ranum itu kembali tercipta. Keinginannya malam ini bisa melihat Aprilio bisa terwujud. Dia pun masuk ke dalam kamar dan tidur di sebelah Ayu.


"Ayu, aku senang sekali malam ini. Bisa melihat wajahnya, walau hanya sebentar. Memang tidak salah memilih tinggal di sini untuk sementara waktu." Juli bicara dengan pelan meski tahu sepupunya itu tidak mendengarkannya.


     Juli pun tidur dengan luapan rasa bahagia. Sepertinya malam ini pun lelaki itu akan hadir dalam mimpi indahnya.

__ADS_1


***


Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


Teman-teman sambil menunggu Ayu up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku ini. Ceritanya nggak kalah seru loh. Cekidot dulu deh, nanti kalian akan suka.


Judul: Mengejar Cinta Guru Tampan.


Karya : Ponn Ponn


Nayra baru saja putus dengan sang pacar justru dipertemukan dengan seorang pria tampan yang menjadi guru baru disekolahnya.


Nayra lama-kelamaan mulai jatuh Cinta dengan sang guru, walau umur mereka bedah jauh, tapi Nayra tidak peduli dengan itu, dia tetap akan terus mengejar Cintanya dengan sang guru tampan tersebut.


Akankah Cinta Nayra diterima? Atau justru Cintanya tersebut akan bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


__ADS_2