Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
# September di Culik


__ADS_3

   Seorang perempuan bergaun pengantin kini sedang terbaring di atas ranjang mewah berwarna emas. Dia berbaring berhadapan dengan seorang laki-laki yang membelai wajahnya.


"Septie, selain sifat kamu yang menyenangkan. Wajah kamu juga sangat cantik. Pantas saja Tuan Muda Castello tidak mau melepaskan kamu." Tangan Taurus menelusuri wajah September yang sedang tidak sadarkan diri.


"Seharusnya ini semua adalah milikku 'kan?" tanya Taurus tanpa ada jawaban dari September.


"Mata ini!" Taurus mengecup kedua mata milik September yang sedang terpejam.


"Hidung ini!" Taurus mengecup hidung mancung milik September.


"Pipi ini!" Taurus mencium kedua pipi September.


"Bibir ini juga, milikku!" Taurus mencium bibir ranum milik September.


"Septie, apa kamu tahu? Kenapa Libra begitu suka mencium bibirmu. Karena rasanya begitu manis dan aku juga menyukainya." Taurus berulang kali mencium bibir September.


"Aku sangat penasaran ingin mendengar suara teriakan kamu. Apakah bisa membangkitkan gairah napsuku? Aku ingin melihatmu menangis dan memohon kepadaku. Bukan tangisan karena kamu sedih akan nasibmu." Taurus mulai mengikat kedua tangan September pada ranjangnya.


***


"Apa maksud kamu September hilang?" tanya Aries tidak percaya.


"Iya. Dia tidak ada di mana pun. Aku dan kedua kakaknya sudah berkeliling hotel dibantu dengan anak buah kami. Tapi, September tidak bisa ditemukan," jawab Libra. 


"Sudah periksa cctv?" tanya Aries lagi mungkin hal itu dilupakan oleh Libra karena panik.

__ADS_1


"Tentu saja sudah. September terakhir kali terlihat saat dia akan mengganti gaun malamnya. Saat aku menjemputnya ke kamar dia tidak ada. Bahkan bagian menata rias dan yang menyiapkan gaun miliknya sedang menunggu kedatangan September," jawab Libra masih dengan nada panik.


"Apa September di culik?" tanya Aries ragu.


"Justru aku berpikir kalau dia kabur bersama Taurus," jawab Libra.


"Tunggu. Taurus? lanjut Libra dan matanya melirik ke arah Aries. Keduanya saling memandang.


"Jangan sampai itu terjadi!" Aries dan Libra langsung berlari ke arah area parkir.


     Libra langsung menghubungi anak buahnya untuk mengecek cctv di mana saat Taurus terekam kamera. Dia juga meminta kedua kakak iparnya untuk memeriksa cctv di tempat-tempat yang akan dilalui oleh mobil Taurus.


"Semoga saja tidak terjadi sesuatu kepada September," kata Libra sambil menyetir dengan laju yang sangat kencang.


"Iya. Semakin berteriak kesakitan si korban, dia akan semakin bernapsu. Sudah banyak yang jadi korbannya. Bahkan ada yang sampai meninggal. Hanya saja dia pandai menghilangkan bukti," jawab Libra.


"Padahal sudah banyak orang yang tahu, kalau Taurus itu punya dua kepribadian ganda." Aries tahu betul soal itu karena sudah menjadi rahasia umum para pengusaha muda.


"Ya, dan yang aku takutkan sekarang adalah sisi buruk yang kini sedang menguasai dirinya. Jika itu terjadi, maka September dalam bahaya." Libra menekan klakson berkali-kali di depan pintu gerbang kediaman Durelli.


"Buka pintu gerbangnya!" teriak Libra, "atau aku tabrak sekarang!"


     Tidak lama pintu gerbang pun terbuka dengan perlahan secara otomatis. Libra pun memasuki pekarangan rumah Taurus.


     Libra dan Aries berlari memasuki rumah Taurus. Keduanya meminta kepala pelayan yang datang menyambut di depan pintu agar mengantarkan mereka kepada si tuan rumah. 

__ADS_1


     Namun, kepala pelayan itu menolak permintaan mereka dengan alasan kalau tuannya baru saja istirahat. Jadi, tidak bisa menerima tamu, apalagi yang tidak diundang.


***


     September mengerejapkan matanya. Dia terkejut mendapati dirinya sedang berbaring dengan tangan terikat di ranjang milik Taurus. Tatapan ketakutan dari September terpancar jelas karena Taurus sedang membelai tubuhnya.


"Taurus, apa yang sedang kamu lakukan? Lepaskan aku!" teriak September.


     Melihat September berteriak ketakutan seperti itu, membuat Taurus senang. Dia langsung merasa terangsang begitu mendengar suaranya.


"Baru mendengar suara teriakan kamu seperti ini saja, aku langsung bersemangat, Sayang." Taurus menampar pipi kiri September.


"Aw ...! Sakit Taurus!" Lagi-lagi September berteriak karena merasakan pedas di pipinya. 


     Taurus malah semakin senang mendengar suara teriakan seperti itu. Kali ini pipi kanan September yang ditampar lebih keras dibandingkan dengan yang tadi.


     September menangis karena merasa panas di pipi yang bekas ditampar dan telinganya juga mendengung. Dia merasa kalau laki-laki yang sedang duduk didepannya ini bukanlah Taurus yang dia kenal.


     Hati dan pikiran September merasa kalut. Hatinya merasa sakit karena melihat sosok menakutkan dari laki-laki yang di sukainya itu. Pikirannya kacau karena tidak mengerti kenapa Taurus tiba-tiba menjadi berubah sikap padanya?


***


Akankah Libra dan Aries berhasil membebaskan September? Apa yang akan dilakukan oleh Aprilio agar Ayu bisa sadar?


Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya! Dukung aku terus ya. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2