Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#September Merajuk


__ADS_3

     Bukan hanya Ayu yang merengek ingin pergi ke Pulau Negeri Impian. September juga menginginkan itu. 


"Sayang, aku ingin pergi ke tempat yang dibuat oleh Kak Januari dan Kak Aries itu, loh." September menatap wajah suaminya yang terlihat mengantuk.


"Iya. Besok aku minta sama koki untuk membuatkan kamu mie. Mau mie ayam atau spaghetti?" tanya Libra sambil terkantuk-kantuk.


"Kok mie ayam dan spaghetti? Sayang, kamu dengar aku ngomong nggak, sih!" September cemberut dan memukul suaminya menggunakan guling.


"Aduh ...! Sayang, ada apa? Kenapa kamu memukul aku?" Libra kemudian bangun dan membuka matanya.


"Karena kamu nggak mendengarkan apa yang aku katakan barusan dengan benar!" September pun menangis tergugu dan duduk memunggungi suaminya.


"Maaf, Sayang. Aku barusan tertidur karena banyak kerja tadi pagi sampai sore. Jadi, kesadaran ini hilang sekejap. Maukan kamu memaafkan aku?" Libra memasang wajah memelas pada istrinya.


     Sepertinya Libra tidak akan mudah mendapatkan maaf dari wanita hamil itu. Buktinya sekarang September malah pergi dan berbaring di sofa.


'Aduh tadi dia minta apa, ya? Aku kok bisa-bisanya jawab mie ayam dan spaghetti," Libra berkata dalam hatinya.

__ADS_1


     Langkah kaki Libra gontai menuju ke sofa. Lalu dia pun ikut berbaring bersama istrinya dan memeluk tubuhnya.


"Sayang, maafkan aku. Apa yang kamu inginkan?" bisik Libra.


     September tidak menjawab pertanyaan suaminya. Dia masih saja menangis. Perasaannya sedang sensitif saat ini. Dia juga ingin menghabiskan waktu dengan suaminya di tempat Julia sekarang berada. Tempat yang terlihat indah dan romantis. Namun, suaminya malah menghancurkan moodnya itu.


     Libra mencoba mengingat kembali pembicaraan September. Meski begitu tetap saja dia tidak ingat sama sekali.


"Sayang, bagaimana kalau kita jalan-jalan besok. Tempatnya kamu yang menentukan," ucap Libra dengan lirih.


     Mendengar hal itu September langsung membalikan badannya dan menghadap suaminya. Dilihatnya wajah tampan mantan sang Casanova.


"Iya. Katakan saja kamu mau pergi ke mana?" tanya Libra senang karena akhirnya wanita yang sedang mengandung benihnya itu kini mau bicara lagi dengannya.


"Aku ingin pergi ke Pulau Negeri Impian yang dibuat oleh Kak Januari dan Kak Aries," ucap September.


     Libra mengingat-ingat apa tempat itu sudah bisa di datangi atau tidak. Namun, ketika melihat tatapan mata yang memohon ini, dia tidak tega untuk menolaknya.

__ADS_1


"Aku akan tanyakan dulu pada Aries apa tempat itu sudah bisa di datangi oleh pengunjung atau belum. Karena setahu aku, proyek mereka belum selesai," balas Libra.


"Tapi aku lihat April, Juli, Gemini, dan Kak Aries sedang liburan di sana."


"He, kamu tahu dari mana kalau mereka sedang berada di sana? tanya Libra merasa heran.


     September pun menunjukan handphone miliknya. Dia membuka halaman akun milik Julia. Terdapat banyak sekali foto dan video yang di unggah oleh sepupunya Ayu.


     Libra pun kini tahu apa yang membuat dia malah bilang mie ayam atau spaghetti. Senyum geli dia rasakan saat ini.


"Besok aku akan hubungi Januari, apa kita bisa juga mendatangi tempat itu?" ucap Libra.


"Terima kasih, Sayang." September pun memberikan kecupan di pipi dan bibir suaminya. Libra pun tersenyum senang.


"Kalau maunya dituruti, manis sekali sikapnya. Kalau salah arti, merajuknya sulit dirayu." gumam Libra.


***

__ADS_1


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2